Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Metode Ekstraksi Natrium Alginat: Metode Konvensional dan Microwave Assisted Extraction (MAE) Amir, Amran; Wiraningtyas, Agrippina; Ruslan, Ruslan; Annafi, Nurfidianty
Chempublish Journal Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.579 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode microwave assisted extraction (MAE) dengan metode konvensional dalam ekstraksi natrium alginat dari rumput laut Sargassum sp. dan melakukan analisis sifat fisik dan sifat kimia natrium alginat hasil ekstraksi. Rumput laut Sargassum sp. yang digunakan pada penelitian ini diambil dari perairan Teluk Bima. Produk natrium alginat yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi sifat fisik dan sifat kimia. Analisis sifat fisik meliputi rendemen, kecerahan dan viskositas, sedangkan analisis sifat kimia meliputi kadar air, kadar abu dan analisis struktur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan metode MAE dapat mempercepat proses ekstraksi dibandingkan metode konvensional. Selain itu rendemen natrium alginat yang dihasilkan pada metode MAE lebih tinggi dari metode konvensional. Ekstraksi dengan metode MAE selama 16 menit diperoleh rendemen sebesar 37,13% sedangkan ekstraksi dengan metode konvensional selama 1 jam diperoleh rendemen sebesar 19,25%. Sifat fisik dan sifat kimia natrium alginat hasil ekstraksi dengan metode MAE diperoleh kadar air 14,43%,  kadar abu 14,63%, kecerahan 78,62 dan viskositas 95,00 cps. Sedangkan metode konvensional diperoleh kadar air 15,32%,  kadar abu 31,48%, kecerahan 78,75 dan viskositas 5,50 cps. Kata kunci : natrium alginat, sifat fisik dan sifat kimia, metode MAE dan metode konvensional.
Eksplorasi Potensi Konsorsium Mikroba Indigenous sebagai Agen Biologis dalam Biodegradasi Mikroplastik dan Bioreduksi Logam Berat untuk Restorasi Ekosistem Perairan Bima Riandi, M Inas; Amir, Amran
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6499

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang karakter sensorinya dipengaruhi oleh jenis bahan seduhan dan lama fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik organoleptik kombucha dari teh bunga telang, teh hijau, teh hitam, dan rosella pada variasi lama fermentasi 7 dan 9 hari. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis bahan seduhan dan lama fermentasi. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis terlatih menggunakan skala hedonik 1 sampai 5 terhadap atribut warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis serta Mann-Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antarperlakuan pada atribut warna, rasa, dan penerimaan keseluruhan (p < 0,05), sedangkan aroma belum menunjukkan perbedaan nyata pada fermentasi 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fermentasi 7 hari, kombucha rosella memperoleh nilai tertinggi pada rasa sebesar 4,50 ± 0,572 dan penerimaan keseluruhan sebesar 4,27 ± 0,691. Pada fermentasi 9 hari, nilai penerimaan keseluruhan rosella menurun menjadi 3,77. Kombucha bunga telang memperoleh nilai warna tertinggi sebesar 3,63 ± 0,718. Pada fermentasi 9 hari, bunga telang tetap unggul pada warna dengan nilai 4,07 ± 0,691, sedangkan rosella tetap memperoleh nilai tertinggi pada aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Perlakuan terbaik adalah kombucha rosella dengan fermentasi 7 hari karena menghasilkan keseimbangan rasa, aroma, dan penerimaan keseluruhan yang paling baik.