Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Derajat Hipertensi dengan Kecemasan di Klinik Pratama Biddokkes Polda Jawa Barat Tahun 2024 Rifki, Muhammad Hikmal; Akbar, Ieva Baniasih; Widayanti
Jurnal Riset Kedokteran Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v5i2.8369

Abstract

Abstract. Hypertension, a global health threat, frequently coexists with anxiety, yet specific data on this association in local, high-stress populations are limited. This study aimed to analyze the relationship between hypertension grade and anxiety among patients at the Pratama Biddokkes Clinic of the West Java Regional Police. Employing an observational cross-sectional design, the study included 88 adult hypertensive patients (aged 30–69 years) with a normal body mass index; data was collected during November–December 2024. Hypertension was classified as grade 1 or 2, and anxiety was quantitatively measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The relationship's strength and risk were analyzed using the Gamma test and Odds Ratio (OR). Results showed a majority of respondents had grade 2 hypertension (74%) and experienced anxiety (64%). A significant relationship was confirmed via chi-square analysis (p = 0.025). The Gamma test yielded a coefficient of +0.518, indicating a positive, moderate-strength relationship. Patients with grade 2 hypertension were 3.14 times more likely to experience anxiety (OR = 3.14). In conclusion, a significant, positive, and moderately strong relationship exists between hypertension grade and anxiety. A higher hypertension grade increases the likelihood of anxiety, emphasizing the critical importance of screening and managing anxiety as part of holistic care to improve treatment outcomes. Abstrak. Hipertensi sering disertai kecemasan, namun bukti mengenai hubungan keduanya pada populasi dengan tingkat stres tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat hipertensi dan kecemasan pada pasien di Klinik Pratama Biddokkes Polda Jawa Barat. Studi observasional cross-sectional ini melibatkan 88 pasien hipertensi dewasa berusia 30–69 tahun dengan indeks massa tubuh normal. Data dikumpulkan pada November–Desember 2024. Derajat hipertensi diklasifikasikan menjadi derajat 1 dan derajat 2, sementara kecemasan dinilai menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis dilakukan melalui uji chi-square, Gamma, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan sebagian besar responden mengalami hipertensi derajat 2 (74%) dan kecemasan (64%). Ditemukan hubungan signifikan antara derajat hipertensi dan kecemasan (p = 0,025). Koefisien Gamma +0,518 menunjukkan hubungan positif berkekuatan moderat. Pasien dengan hipertensi derajat 2 memiliki risiko 3,14 kali lebih tinggi mengalami kecemasan (OR = 3,14). Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan derajat hipertensi berhubungan dengan meningkatnya kecemasan, sehingga skrining dan penanganan kecemasan perlu menjadi bagian dari pendekatan perawatan yang komprehensif.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PEREMPUAN I’anah, Fauzah Cholashotul; Terawan, Vita Murniati; Akbar, Ieva Baniasih; Mose, Johannes C.; Herawati, Dewi Marhaeni Diah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.874

Abstract

Anemia lebih sering terjadi pada remaja khususnya pada negara berkembang dan kekurangan zat besi merupakan penyebab paling utama yang memengaruhi 50% anemia pada perempuan. Daun kelor mengandung zat gizi makornutrien dan mikronutrien yang tinggi dan dapat meminimalkan risiko anemia. Tujuan dari riset ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian systematic review dan meta analisis dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses Protocols (PRISMA-P) yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan atau protokol penelitian yang benarserta hanya menggunakan studi primer dari penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental. Hasil meta analisis Z sebesar 2.32 dengan p value adalah 0.02 menunjukkan p value < level of significance (?=0.05) dan didapatkan juga mean difference sebesar -2.39 pada 95% confident interval antara [-4.41; -0.38]. Karena pada 95% confident interval tidak memuat titik nol yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kadar hemoglobin antara grup experimental dengan grup kontrol dari keseluruhan studi. Kesimpulan riset ini terdapat pengaruh ekstrak daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja perempuan. Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak remaja perempuan menyediakan makanan dengan bahan dasar daun kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi agar tidak terjadi ataupun mengobati anemia pada remaja perempuan.