Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal ENMAP

ANALISA PERBANDINGAN OBJECT COUNTING DENGAN ECOGNITION DAN PICTERRA Mabrur, Adkha Yulianandha
Jurnal ENMAP Vol 2, No 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1632.271 KB)

Abstract

Object Counting adalah proses menghitung objek berdasarkan konektivitasnya terhadapap piksel disekitarnya, bisa berdasarkan 4 piksel koneksi atau menggunakan 8 piksel koneksi. Object Counting digunakan untuk mengetahui jumlah suatu objek dengan cepat berdasarkan hasil dari ektraksi fitur secara otomatis. Penelitian ini dilakukan pada objek pohon kelapa sawit dengan menggunakan data Foto UAV. Penelitian ini dilakukan pada dua luasan yaitu luasan 5 hektare dan 15 hektare. Algoritma yang digunakan yaitu Template Matching, algoritma ini memungkinkan kita untuk menemukan bagian tertentu pada citra masukan yang sesuai dengan template yang dibuat Kemudian nilai threshold yang digunakan dalam proses Template matching sehingga menghasilkan jumlah perhitungan pohon kelapa sawit berdasarkan hasil dari kedua software tersebut. Hasil dari metode template maching pada eCognition dan Picterra akan dianalisa berdasarkan keakuratan jumlah pohon hasil ektraksi software tersebut, kemudian dilakukan validasi untuk menentukan hasil mana yang sesuai atau mendekati dengan data sesungguhnya. Berdasarkan hasil tersebut maka akan diketahui kemampuan dari kedua software dalam menghitung jumlah suatu object secara otomatis, cepat dan efisien, sehingga dapat memudahkan suatu pekerjaan seperti dalam perhitungan jumlah kelapa sawit, traffic light, lampu penerangan jalan, dan beberapa object yang memiliki karakteristik yang sama. Berdasarkan hasil menggunakan dua buah software yang berbeda terlihat bahwa ada beberapa area yang memang kurang akurat. Hal ini mungkin dipengaruhi dari pembuatan train detector yang digunakan identifikasi secara otomatis terkait objek yang akan diproses. Nilai persentase kesalahan pada perbandingan pohon secara otomatis dan manual yang terkecil diperoleh pada luasan 5 Ha sebesar 1.64%.
PEMBUATAN APLIKASI RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) PERKOTAAN BERBASIS ANDROID : Indonesia Yuni Mega Ningsih; Adkha Yulianandha Mabrur; Feny Arafah
Jurnal ENMAP Vol. 3 No. 2 (2022): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v3i2.52579

Abstract

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten. Dengan perkembangan teknologi saat ini, maka diperlukan informasi persebaran Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan aturan zonasi yang ada di Perkotaan Lumajang melalui Sistem Informasi Geografis (SIG). Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah memvisualisasikan data menjadi digital dan kemudian dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan informasi yang diakses secara realtime dengan metode mobile GIS. Pembuatan aplikasi ini dibuat menggunakan software ArcGIS 10.3 sebagai pengolahan data dan MIT App Inventor 2 sebagai pembuatan bahasa pemrograman visual block dan PHP untuk pembuatan aplikasi android. Berdasarkan pembuatan aplikasi ini memiliki 9 (sembilan) desa/ kelurahan dengan data pola ruang yang terdiri dari 14 zona dan data 10 struktur objek yang tersebar pada zona. Hasil pembuatan aplikasi ini menampilkan tiga menu yang dapat di akses yaitu menu peta, menu fitur RDTR dan menu bantuan. Kelebihan dari menu peta yaitu menampilkan visualisasi data dengan beberapa fitur yang tersedia baik legenda, layers, rules, dan lokasi untuk membantu masayarat untuk mengetahui lokasi yang ada dilapangan dengan lokasi zona yang ada dengan memasukkan koordinat longitude dan latitude titik yang diinginkan. Sedangkan untuk menu fitur RDTR menampilkan data tabular data non spasial dan dapat dilakukan query untuk menampilkan informasi sesuai yang diinginkan masyarakat. Aplikasi RDTR Perkotaan Lumajang mendapat total persentase kelayakan sebesar 84% dan termasuk dalam kagetori sangat layak. Dari hasil pembuatan aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memberikan keterbukaan informasi publik terkait data RDTR Perkotaan Lumajang, serta memberikan kemudahan dalam akses data RDTR.
ANALISA PERBANDINGAN OBJECT COUNTING DENGAN ECOGNITION DAN PICTERRA Adkha Yulianandha Mabrur; Fenny Arafah
Jurnal ENMAP Vol. 2 No. 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v2i1.33347

Abstract

Object Counting adalah proses menghitung objek berdasarkan konektivitasnya terhadapap piksel disekitarnya, bisa berdasarkan 4 piksel koneksi atau menggunakan 8 piksel koneksi. Object Counting digunakan untuk mengetahui jumlah suatu objek dengan cepat berdasarkan hasil dari ektraksi fitur secara otomatis. Penelitian ini dilakukan pada objek pohon kelapa sawit dengan menggunakan data Foto UAV. Penelitian ini dilakukan pada dua luasan yaitu luasan 5 hektare dan 15 hektare. Algoritma yang digunakan yaitu Template Matching, algoritma ini memungkinkan kita untuk menemukan bagian tertentu pada citra masukan yang sesuai dengan template yang dibuat Kemudian nilai threshold yang digunakan dalam proses Template matching sehingga menghasilkan jumlah perhitungan pohon kelapa sawit berdasarkan hasil dari kedua software tersebut. Hasil dari metode template maching pada eCognition dan Picterra akan dianalisa berdasarkan keakuratan jumlah pohon hasil ektraksi software tersebut, kemudian dilakukan validasi untuk menentukan hasil mana yang sesuai atau mendekati dengan data sesungguhnya. Berdasarkan hasil tersebut maka akan diketahui kemampuan dari kedua software dalam menghitung jumlah suatu object secara otomatis, cepat dan efisien, sehingga dapat memudahkan suatu pekerjaan seperti dalam perhitungan jumlah kelapa sawit, traffic light, lampu penerangan jalan, dan beberapa object yang memiliki karakteristik yang sama. Berdasarkan hasil menggunakan dua buah software yang berbeda terlihat bahwa ada beberapa area yang memang kurang akurat. Hal ini mungkin dipengaruhi dari pembuatan train detector yang digunakan identifikasi secara otomatis terkait objek yang akan diproses. Nilai persentase kesalahan pada perbandingan pohon secara otomatis dan manual yang terkecil diperoleh pada luasan 5 Ha sebesar 1.64%.
PembuatanPeta Kerja Dalam Rangka Identifikasi Panjang Segmen Batas Kelurahan Feny Arafah; Adkha Yulianandha Mabrur
Jurnal ENMAP Vol. 4 No. 1 (2023): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v4i1.59518

Abstract

A boundary segment is a segment in the form of a boundary line, usually between two adjacent blocks of land. This segment line is important in determining property boundaries and determining land ownership. In the context of mapping, boundary segments are represented as straight lines or a series of straight lines on a map or in spatial databases, and are used to determine the location and extent of property ownership. The boundary segment is very important in determining and ensuring land ownership. Land is an important asset for most people, and boundary segments help define the boundaries of property ownership and ensure that everyone has the appropriate rights to the land they own. Boundary segments are also useful in resolving land ownership issues, such as land conflicts and disputes. Boundary segments help ensure that land occupied or used by a person complies with predetermined boundaries, and helps troubleshoot issues in the event of a dispute. The boundary segment is the part of the boundary of a village that shows the direction and distance between the two boundary points. Boundary segments play an important role in ensuring that the boundaries of a village are clearly defined and not mistaken. This is very important for the context of local administration and governance. According to the reference, boundary segments help in ensuring that specific locations within the sub-district can be correctly identified and ensure that land and other resources are managed efficiently and fairly. In addition, the boundary segment also helps in ensuring that taxes and other burdens are imposed correctly and on the right people. However, many problems occur with boundary segments, such as differences in interpretation of boundaries and lack of available data. Therefore, it is important to ensure that the boundary segments of the village are clearly defined and monitored regularly.
Pembuatan WebGIS Sebagai Visualisasi Informasi Potensi Desa Adkha Yulianandha Mabrur; Alifah Noraini; Irvania Sukma Kumala
Jurnal ENMAP Vol. 4 No. 1 (2023): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/enmap.v4i1.59521

Abstract

Geographic Information System (GIS) is a computer system designed to perform a job related to various kinds of spatial information data. The system runs with various capabilities, such as stamping, checking, integrating data, manipulating, analyzing and presenting data from various spatial data information as a reference for the condition of the earth. Information related to these spatial conditions needs to be shared through an effective system called Web Technology. WebGIS technology has the purpose of sharing information based on GIS using internet services, namely the web. WebGIS answers various kinds of complex mapping presentation problems, simplifying it so that it makes it easier for users to get information. This is what underlies the creation of WebGIS in Sumberejo Village, the need to share information related to objects in the village easily. The survey data is then carried out data processing, editing spatial and attribute data, as well as adding supporting data related to information to be visualized in web form. The results of the information presented in WebGIS are that there are five categories ranging from tourist attractions with a total of 10 points, places of worship 9 points, health 9 points, education 9 points and places to eat 18 points. The WebGIS can be accessed via https://sumberejo.gis.co.id with a simple appearance and easy to operate so that it is expected to make it easier for local users. So that later it can be developed in terms of updating data to make it more informative
Estimasi Tinggi Pohon Kelapa Berdasarkan Metode Canopy Height Model (CHM) Menggunakan Data Hasil Foto Udara: Indonesia Mabrur, Adkha Yulianandha; Gunawan, Anandha Diva Victoria
Jurnal ENMAP (Environment and Mapping) Vol. 6 No. 01 (2025): Maret 2025, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi tinggi pohon kelapa menggunakan Canopy Height Model (CHM) memegang peranan penting dalam pengelolaan pertanian dan pemantauan lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan perencanaan pertanian yang lebih efisien dengan menyesuaikan varietas tanaman, jarak tanam, dan pengelolaan lahan. Selain itu, tinggi pohon berfungsi sebagai indikator kesehatan tanaman, memfasilitasi pemantauan produktivitas, dan mendukung pengelolaan sumber daya alam. CHM memanfaatkan citra satelit atau pemetaan udara untuk memperkirakan tinggi pohon secara tidak langsung dengan membandingkan model elevasi permukaan tanah dan tajuk pohon. Hasil analisis Ground Control Point (GCP) menunjukkan nilai Root Mean Square (RMS) di bawah 5 cm, yang menjamin kualitas ortofoto yang andal. Metode ini meningkatkan kecepatan dan efisiensi pemantauan pertumbuhan pohon kelapa. Dengan demikian, estimasi tinggi menggunakan CHM tidak hanya menyediakan data yang akurat tetapi juga mendukung pengambilan keputusan strategis untuk pengelolaan pertanian berkelanjutan.