Taqwim, Ahsan
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Mahasiswa STAI DDI Maros di Era Digital Wahyuni, Wahyuni; Taqwim, Ahsan
PILAR Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa di tengah kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran PAI dalam membentuk karakter mahasiswa semester 4 di STAI DDI Maros di era digital serta mengidentifikasi strategi efektif integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter mahasiswa. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI meningkatkan minat dan partisipasi mahasiswa, namun menghadapi tantangan seperti akses perangkat digital dan keterampilan digital dosen yang terbatas. Kompetensi digital dosen dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran digital memerlukan pendekatan kreatif, seperti penggunaan video pembelajaran, diskusi online, dan tugas berbasis proyek. Media sosial juga efektif sebagai alat pembelajaran PAI. Kesimpulannya, PAI berperan signifikan dalam membentuk karakter mahasiswa di era digital dengan dukungan teknologi yang tepat. Strategi efektif mencakup penggunaan platform e-learning yang interaktif, pelatihan keterampilan digital bagi dosen, pengembangan materi pembelajaran yang relevan dengan konteks digital dan Penggunaan Media Sosial sebagai Alat Pembelajaran.Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam; karakter mahasiswa; era digital
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MODERASI BERAGAMA DI STAI DDI MAROS Taqwim, Ahsan; Wahyuni, Wahyuni
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the perceptions of Islamic Education (PAI) students at STAI DDI Maros regarding religious moderation and the factors influencing it. The research method used is qualitative with an in-depth interview approach involving 5 students and 3 PAI lecturers, and the data were analyzed using thematic analysis. The results indicate that the majority of students have a basic understanding of religious moderation, which includes tolerance, openness, and mutual respect among religious groups. However, the level of understanding varies based on academic and non-academic experiences. Around 70% of students demonstrate a good understanding of religious moderation, 20% have a moderate understanding, and 10% still hold more normative views. Senior students (semester V and VII) show a deeper understanding compared to freshmen (semester I). The study also found that the main factors influencing students' perceptions of religious moderation are the academic environment (68%), non-academic activities (54%), and social media (48%). The implications of this study suggest that integrating religious moderation values into the Islamic Education curriculum and strengthening non-academic activities can deepen students' understanding of religious moderation and enhance their ability to become agents of change in society.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Mahasiswa STAI DDI Maros di Era Digital Wahyuni, Wahyuni; Taqwim, Ahsan
PILAR Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1vd83h43

Abstract

Era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa di tengah kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran PAI dalam membentuk karakter mahasiswa semester 4 di STAI DDI Maros di era digital serta mengidentifikasi strategi efektif integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter mahasiswa. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI meningkatkan minat dan partisipasi mahasiswa, namun menghadapi tantangan seperti akses perangkat digital dan keterampilan digital dosen yang terbatas. Kompetensi digital dosen dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran digital memerlukan pendekatan kreatif, seperti penggunaan video pembelajaran, diskusi online, dan tugas berbasis proyek. Media sosial juga efektif sebagai alat pembelajaran PAI. Kesimpulannya, PAI berperan signifikan dalam membentuk karakter mahasiswa di era digital dengan dukungan teknologi yang tepat. Strategi efektif mencakup penggunaan platform e-learning yang interaktif, pelatihan keterampilan digital bagi dosen, pengembangan materi pembelajaran yang relevan dengan konteks digital dan Penggunaan Media Sosial sebagai Alat Pembelajaran.Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam; karakter mahasiswa; era digital
Implementasi Metode Qira'ah dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MTs Negeri 2 Makassar Wahyuni, Wahyuni; Taqwim, Ahsan
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode qira'ah diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Negeri 2 Makassar. Selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya dan upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian lapangan ini dilakukan terhadap guru bahasa Arab dan siswa kelas VII.1 MTs Negeri 2 Makassar yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode qira'ah perlu dikombinasikan dengan media pembelajaran lain, seperti video, gambar, dan irama lagu yang menarik dalam membaca. Hambatan utama dalam implementasi metode qira'ah adalah ketidakpahaman siswa terhadap huruf hijaiyyah, kurangnya minat siswa untuk belajar bahasa Arab, dan lemahnya kemampuan kosakata. Oleh karena itu, metode qira'ah perlu dilengkapi dengan metode lain untuk mengatasi kendala tersebut. Guru dapat meningkatkan pembelajaran bahasa Arab siswa dengan memberikan pengajaran tambahan, memberikan perhatian khusus, dan menekankan pentingnya menghafal kosakata. Penggunaan media video, gambar yang menarik, dan irama lagu dalam membaca dapat memudahkan siswa untuk menghafal kata-kata baru
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MODERASI BERAGAMA DI STAI DDI MAROS Taqwim, Ahsan; Wahyuni, Wahyuni
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the perceptions of Islamic Education (PAI) students at STAI DDI Maros regarding religious moderation and the factors influencing it. The research method used is qualitative with an in-depth interview approach involving 5 students and 3 PAI lecturers, and the data were analyzed using thematic analysis. The results indicate that the majority of students have a basic understanding of religious moderation, which includes tolerance, openness, and mutual respect among religious groups. However, the level of understanding varies based on academic and non-academic experiences. Around 70% of students demonstrate a good understanding of religious moderation, 20% have a moderate understanding, and 10% still hold more normative views. Senior students (semester V and VII) show a deeper understanding compared to freshmen (semester I). The study also found that the main factors influencing students' perceptions of religious moderation are the academic environment (68%), non-academic activities (54%), and social media (48%). The implications of this study suggest that integrating religious moderation values into the Islamic Education curriculum and strengthening non-academic activities can deepen students' understanding of religious moderation and enhance their ability to become agents of change in society.
Sejarah Manajemen Pendidikan Islam dari Masa Awal Islam Hingga Modern Taqwim, Ahsan; Wahyuni; Sumiati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas perkembangan historis manajemen pendidikan Islam dari masa awal Islam hingga era modern dengan menelusuri perubahan orientasi, sistem, dan dinamika kelembagaan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perkembangan manajemen pendidikan Islam dari masa Rasulullah Saw., masa klasik dan pertengahan, hingga masa modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis historis yang memetakan perkembangan manajemen pendidikan berdasarkan konteks sosial-politik dan perubahan pemikiran dalam masyarakat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa awal Islam, manajemen pendidikan berpusat pada Masjid Nabawi dengan model pendidikan berbasis keteladanan dan sistem pembelajaran yang holistik. Pada masa klasik, pendidikan Islam berkembang pesat melalui lembaga seperti Bayt al-Hikmah dan Madrasah Nizamiyah dengan dukungan manajemen wakaf dan profesionalisme pengajar. Pada masa pertengahan, terjadi kemunduran akibat lemahnya struktur politik, namun pesantren di Nusantara menjadi pengecualian yang mempertahankan model manajemen pendidikan yang mandiri dan berkelanjutan. Masa modern ditandai dengan reformasi pendidikan oleh para pembaru Islam dan penguatan manajemen berbasis integrasi ilmu, teknologi, dan prinsip Total Quality Management. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen pendidikan Islam selalu mengalami transformasi sesuai tantangan zaman tanpa kehilangan nilai dasar keislamannya.