Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HIJRAH ARTIS SEBAGAI KOMODIFIKASI AGAMA Amna, Afina
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v13i12.1531

Abstract

Hijrah yang berarti pindah saat ini menjadi role mode baru dalam masyarakat. Hijrah saat ini sering diartikan sebagai proses berpindah dari perilaku yang belum sesuai dengan syariat ke perilaku yang sesuai dengan syariat yang mana hal itu saat ini banyak dilakukan oleh para artis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hijrah yang dilakukan para artis termasuk dalam komodifikasi agama? dan bagaimana masyarakat memaknai hijrah yang oleh dilakukan para artis? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan observasi terhadap bagaimana artis tampil di berbagai media sosial setelah mereka berhijrah. Selain itu penulis melakukan observasi di masyarakat dan wawancara terhadap beberapa orang untuk melihat apakah hijrah yang dilakukan para artis memiliki dampak di masyarakat atau tidak. Penelitian ini menggunakan teori agen struktur dan agenda setting untuk mengetahui pengaruh terhadap dua hal tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu hijrah yang dilakukan para artis menjadi komodifikasi baru dengan menjadikan agama sebagai sesuatu yang diperjual-belikan. Selain itu masyarakat menganggap bahwa hijrahnya para artis dimaknai sebagai trend yang baru berkembang, untuk melakukan gimmick di media, cara untuk menaikkan popularitas, dan dimaknai sebagai sarana membuat sensasi.Kata kunci: Hijrah, Artis, Komodifikasi
OTORITAS KHARISMATIK DALAM PERKAWINAN: Studi atas Perjodohan di Pondok Pesantren Al-Ma’sum Tempuran, Magelang Amna, Afina
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 11 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2018.11108

Abstract

This article discussed about marriage arrangement practiced in Pondok Pesantren Al-Ma’sum Magelang in which the majority of the santris have got a marriage as a product of marriage arrangement. Utilizing deep interview with the kyai and some santries, it has been discovered that Kiai plays important role in the process of marriage arrangement. It was the kyai who selected the santris mates. This phenomenon has been practiced since the formation stage of the pesantren in 1990 until now. The charismatic leadership of Kiai and the concept of barakah believed by the santri are two key factors that this phenomenon comes to the fore. Moreover, kiai also serves as a wali mujbir for his santri. This makes the santri not dare to refuse what has been chosen by the Kiai.[Artikel ini membahas tentang perjodohan yang ada di Pondok Pesantren Al-Ma’sum Magelang. Hampir sebagian besar santrinya menikah karena perjodohan. Dengan menggunakan wawancara mendalam dengan Kyai dan beberapa santri, tulisan ini menunjukkan bahwa kyai mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses perjodohan yang terjadi. Perjodohan yang terjadi mutlak dipilihkan oleh kiai, biasanya wali santri memberikan kewenangan kepada kiai agar kiainya mencarikan jodoh untuk anaknya. Praktek perjodohan di Pondok Pesantren Al-Ma’sum ini sudah ada sejak pondok ini berdiri pada tahun 1990 sampai sekarang. Adanya kepemimpinan kharismatik dari kiai dan konsep barokah yang dipercaya para santri menjadikan proses perjodohan ini terjadi. Kiai di sini juga berperan sebagai wali mujbir bagi pernikahan santrinya. Hal ini menjadikan santri tidak berani menolak dengan apa yang telah dipilihkan oleh kiainya.]