This Author published in this journals
All Journal Buletin Perpustakaan
Utomo, Teguh Prasetyo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Profesionalisme sebagai Strategi Pustakawan Menghadapi Era Society 5.0 Utomo, Teguh Prasetyo
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 2 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v2i2.15179

Abstract

Kita telah sering mendengar tentang Era Industri 4.0. Era dimana industri dan internet berkembang demikian pesat yang kemudian keduanya berintegrasi dan menciptakan suatu ekosistem baru di berbagai sektor kehidupan, mulai dari layanan komunikasi, transportasi, perdagangan, hingga sampai pada layanan jasa. Era Industri 4.0 ini secara kebetulan bersamaan denga Era Society 4.0 yang disebut juga Information Society Era (Era Masyarakat Informasi). Sebagai kelanjutan dari Era Society 4.0 ini adalah akan munculnya suatu era yang disebut dengan Era Society 5.0. Era Society 5.0 akan menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan bahwa di dalam sistem Society 5.0 ini berbasis pada teknologi, berpusat pada manusia (human-centered society) dan meliputi beragam aplikasi pintar (smart aplications) dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan efektifitas kerja bagi manusia penggunanya. Sehingga dari itu semua diharapkan bisa menjadikan masyarakat lebih produktif, lebih aman, lebih inklusif dan ramah lingkungan. Akan tetapi itu semua bukan berarti sama sekali tanpa meninggalkan dampak negatif. Keberadaaan infrastruktur digital, platform dan layanan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem Society 5.0. Yang kesemuanya itu didasarkan pada integrasi dan perpaduan beragam teknologi pintar (Smart Technology) seperti Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), robotik, Internet of Things (IoT) dan Blockchain, serta ditambah lagi dengan adanya Augmented and Virtual Reality ataupun Robotic Process Automation (RPA). Keberadaan teknologi-teknologi tersebut memungkinkan terjadinya pergolakan sosial dan ekonomi yang besar. Peningkatan penggunaan teknologi pintar dalam pengembangan Society 5.0 memiliki konsekuensi langsung bagi manusia sebagai individu. Komputer, kecerdasan buatan, robotik, Internet of Thing bisa secara perlahan tanpa kita sadari akan semakin menggeser peran manusia dalam dunia kerja. Sektor-sektor pekerjaan yang bersifat repetitif sudah pasti akan digantikan oleh mesin-mesin yang terintegrasi dengan sistem otomasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Thing. Hal-hal inilah yang menjadikan Pustakawan sangat perlu untuk memperhatikan dan menyiapkan diri menghadapi kondisi tersebut. Membangun dan mengembangkan profesionalisme merupakan salah satu strategi jitu yang bisa dilakukan oleh Pustakawan untuk bisa bertahan dan meneguhkan eksistensi profesinya di Era Society 5.0. Untuk membangun profesionalismenya, seorang pustakawan harus memiliki attitude, competence, ability to communicate, appropriateness, dan appearance di dalam kehidupan keseharian mereka, baik itu di lingkungan kerja maupun di lingkungan masyarakat.
Catur Program Literasi (CPL) sebagai Pilar Gerakan Literasi Sekolah: Best Practice di SMK Negeri 1 Samigaluh Suryaningtyas, Nindy; Utomo, Teguh Prasetyo
Buletin Perpustakaan Vol. 6 No. 2 (2023): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v6i2.31516

Abstract

Penelitian ini membahas Catur Program Literasi (CPL) di SMK Negeri 1 Samigaluh sebagai pilar Gerakan Literasi Sekolah (GLS). CPL terdiri dari empat program literasi yaitu: Pembuatan Majalah Dinding, Pojok Baca Kelas, Tensi Tubu, dan SKASSA Cup. Pendidikan memandang literasi sebagai elemen kunci untuk membentuk warga negara terdidik dan kritis. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah merinci dan menganalisis efektivitas masing-masing program literasi serta mengeksplorasi perbedaan signifikan antara program tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa CPL secara keseluruhan memberikan dampak positif pada peningkatan literasi siswa. Pembuatan Majalah Dinding dan Pojok Baca memberikan ruang ekspresi kreatif dan peningkatan minat membaca, sementara Tensi Tubu dan SKASSA Cup fokus pada pengembangan keterampilan analitis dan berpikir kritis (analytical and critical thinking) para siswa melalui resensi buku. Integrasi keempat program menciptakan lingkungan pembelajaran literasi yang optimal. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa SMK Negeri 1 Samigaluh berhasil menerapkan GLS secara holistik dengan efektif. Temuan ini memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman praktik terbaik dalam meningkatkan literasi siswa di tingkat sekolah menengah kejuruan. Diharapkan penelitian ini memberikan inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk mengembangkan program literasi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa secara menyeluruh.