Ayu Putu Satya Laksmi, I Gusti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar Ayu Putu Satya Laksmi, I Gusti; Wiwik Aristiani, Komang; Agung Ketut Sudarsana, I Dewa
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.926 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v9i2.972

Abstract

Masalah yang dialami anak autis diantaranya gangguan komunikasi interpersonal. Gangguan komunikasi terjadi karena perkembangan kemampuan berbahasa anak autis sangat lambat atau tidak ada sama sekali sehingga anak autis kesulitan untuk menyampaikan pesan dan menerima pesan dari orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan komunikasi pada anak autis adalah adanya pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan komunikasi interpersonal pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 46 anak yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar orang tua memiliki pola asuh orang demokratis yaitu 37 orang (80,4%) dan  komunikasi interpersonal pada anak autis sebagian besar cukup baik yaitu 36 orang (78,3%). Data di uji menggunakan uji Lambda didapatkan nilai signifikan 0,00 (α < 0,05) dengan nilai kekuatan 0,049. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan komunikasi interpersonal artinya semakin pola asuh orang tua semakin baik pula komunikasi interpersonal pada anak autis. Peran orang tua dapat membantu anak autis tidak hanya pada saat pemberian terapi di rumah, namun berdampak lebih besar apabila dilakukan dalam kegiatan sehari-hari ketika saling berinteraksi sehingga terutama mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dari anak autis itu sendiri.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar Ayu Putu Satya Laksmi, I Gusti; Wiwik Aristiani, Komang; Agung Ketut Sudarsana, I Dewa
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2: DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.926 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v9i2.972

Abstract

Masalah yang dialami anak autis diantaranya gangguan komunikasi interpersonal. Gangguan komunikasi terjadi karena perkembangan kemampuan berbahasa anak autis sangat lambat atau tidak ada sama sekali sehingga anak autis kesulitan untuk menyampaikan pesan dan menerima pesan dari orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan komunikasi pada anak autis adalah adanya pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan komunikasi interpersonal pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 46 anak yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar orang tua memiliki pola asuh orang demokratis yaitu 37 orang (80,4%) dan  komunikasi interpersonal pada anak autis sebagian besar cukup baik yaitu 36 orang (78,3%). Data di uji menggunakan uji Lambda didapatkan nilai signifikan 0,00 (α < 0,05) dengan nilai kekuatan 0,049. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan komunikasi interpersonal artinya semakin pola asuh orang tua semakin baik pula komunikasi interpersonal pada anak autis. Peran orang tua dapat membantu anak autis tidak hanya pada saat pemberian terapi di rumah, namun berdampak lebih besar apabila dilakukan dalam kegiatan sehari-hari ketika saling berinteraksi sehingga terutama mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dari anak autis itu sendiri.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Penanganan Tersedak (Choking) Pada Balita Di Desa Manistutu Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana: Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Penanganan Tersedak (Choking) Pada Balita Lidya, Ni Made Dwi Lidya Juliantari; Gede Intan Saraswati , Ni Luh; Ayu Putu Satya Laksmi, I Gusti
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 1 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v9i1.10605

Abstract

Masa balita adalah masa emas atau golden age dalam rentang usia 0-5 tahun pada masa perkembangan anak. Tersedak merupakan kondisi tersumbatnya jalan napas karena masuknya benda asing, makanan, atau pun cairan ke dalam saluran pernapasan yang dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas sehingga mengakibatkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang penangan tersedak (choking) pada balita di Desa Manistutu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan Non-probability sampling dengan teknik quota sampling, analisa data menggunakan analisa uji statistik deskriptif univariat. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita di Desa Manistutu berjumlah 169 orang. Hasil penelitian ini berdasarkan karakteristik umur mayoritas responden umur 21-35 tahun sebanyak 119 (70,4%) responden. Berdasarkan karakteristik pendidikan mayoritas responden pendidikan SMA/SMK sebanyak 73 (43,2%) responden. Berdasarkan karakteristik pekerjaan mayoritas responden tidak bekerja sebanyak 110 (65,1%) responden. Berdasarkan hasil tingkat pengetahuan sebagian besar responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 105 (62,1%) responden. Dengan hasil yang didapatkan diharapkan orang tua lebih aktif dalam belajar atau mengikuti penyuluhan terkait penanganan tersedak (choking) pada balita begitupula kepada petugas kesehatan posyandu dapat memberikan penyuluhan rutin kepada orang tua untuk menambah pengetahuan tentang penanganan tersedak (choking) pada balita.