Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE POLICY IMPLEMENTATION OF UTILIZATION OPERATIONAL AID TO SCHOOL PROGRAM FUND (BOS) IN INDONESIA Supriyadi, Dikdik
EARR (Educational Administration Research and Review) Vol 1, No 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/earr.v1i1.21409

Abstract

The research on the implementation of Operational Aid to School Program (In Indonesian language is abbreviated as BOS) usage policy in Indonesia is aimed to know the description related to the central government program to provide funding for non personnel operating expenses for primary and secondary education units. The method used in this research is qualitative, data collection technique using Focus Group Discussion, interview, observation and documentation. Informants are drawn from the element of the school, the elements of the school committee, the element of the School Board, the element of the Education Office. Submission of Operational Aid to School Program has been right target, component designation and the mechanism is clear although still found the lack of accuracy in its use, because it is still possible because there are still not really understand it. It is certainly necessary to improve the quality and quantity side of socialization. In addition, controls and consents are still underway to improve their effectiveness. It is also realized that the use of Operational Aid to School Program has an impact on the quality of education. At the moment the negative impacts appear to be as soon as possible to find the right solution and keep in mind the tips/strategies to handle it.
Studi Terhadap Kepuasan Wisatawan Dilihat Dari Manajemen Pelayanan Pariwisata dan Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Pangandaran Supriyadi, Dikdik; Komara, Endang
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 2 No 2 (2020): Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.219 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan sektor ekonomi penting sehingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, sejak Tahun 2015 melakukan Pengembangan kepariwisataan di wilayahnya. Pelayanan yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan bisnis pariwisata. Perpaduan manajemen pelayanan, kompetensi staf didukung sarana prasarana atau fasilitas yang baik diharapkan mampu mewujudkan pelayanan prima, yaitu pelayanan yang mampu memberikan nilai (value) positif sehingga terciptanya kepuasan wisatawan. Manajemen pengembangan pariwisata di Kabupaten Pangandaran direncanakan dan dikembangkan secara ramah lingkungan dengan tidak menghabiskan atau merusak sumber daya alam dan sosial, tetapi dipertahankan untuk pemanfaatan yang berkelanjutan. Visi Kabuapten Pangandaran adalah: “Menjadi Daerah Tujuan Wisata berkelas dunia”. Di tengah perjalanan mewujudkan visi dan misi tersebut, pada tahun 2020 ini pariwisata mendapatkan imbas dari munculnya sebuah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang membuat objek wisata harus di tutup. Beberapa cara penanggulangan dilakukan untuk mengurangi resiko penularan seperti dirumah aja, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker (DJCM), pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Setelah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diberlakukan wisatawan dari berbagai daerah berbondong-bondong liburan ke pantai Pangandaran. Kondisi ini membuktikan bahwa pariwisata di Kabupaten Pangandaran menjadi pilihan karena pelayanan protokol kesehatannya yang sangat baik sehingga wisatawan merasa aman puas untuk berwisata.
Studi Terhadap Kepuasan Wisatawan Dilihat Dari Manajemen Pelayanan Pariwisata dan Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Pangandaran Supriyadi, Dikdik; Komara, Endang
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 2 No 2 (2020): Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan sektor ekonomi penting sehingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, sejak Tahun 2015 melakukan Pengembangan kepariwisataan di wilayahnya. Pelayanan yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan bisnis pariwisata. Perpaduan manajemen pelayanan, kompetensi staf didukung sarana prasarana atau fasilitas yang baik diharapkan mampu mewujudkan pelayanan prima, yaitu pelayanan yang mampu memberikan nilai (value) positif sehingga terciptanya kepuasan wisatawan. Manajemen pengembangan pariwisata di Kabupaten Pangandaran direncanakan dan dikembangkan secara ramah lingkungan dengan tidak menghabiskan atau merusak sumber daya alam dan sosial, tetapi dipertahankan untuk pemanfaatan yang berkelanjutan. Visi Kabuapten Pangandaran adalah: “Menjadi Daerah Tujuan Wisata berkelas dunia”. Di tengah perjalanan mewujudkan visi dan misi tersebut, pada tahun 2020 ini pariwisata mendapatkan imbas dari munculnya sebuah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang membuat objek wisata harus di tutup. Beberapa cara penanggulangan dilakukan untuk mengurangi resiko penularan seperti dirumah aja, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker (DJCM), pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Setelah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diberlakukan wisatawan dari berbagai daerah berbondong-bondong liburan ke pantai Pangandaran. Kondisi ini membuktikan bahwa pariwisata di Kabupaten Pangandaran menjadi pilihan karena pelayanan protokol kesehatannya yang sangat baik sehingga wisatawan merasa aman puas untuk berwisata.