Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE FAST DI DESA UJUNGRUSI KABUPATEN TEGAL Hidayati, Sri; Ratnaningsih, Ani; G, Theodora Rosaria; Hapsari, Woro; Syafii, Imam
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6610

Abstract

Stroke ranks as the second leading cause of death globally, a position it has held for the last decade since 2023, with 12% of cases proving fatal. Delayed treatment due to a failure to recognize stroke symptoms can worsen the condition, increase the risk of recurrent strokes, and lead to death. One way to improve public understanding is through health education. This community service project aimed to enhance the ability of individuals at high risk of stroke to recognize early symptoms using the FAST method. The approach involved providing animated video-based education and early detection training using the FAST method to the community in Ujungrusi village. The training started with a lecture and a screening of an animated video on early stroke detection using the FAST method, followed by a discussion and a practical session on performing acute stroke detection with the FAST method. The target group for the training consisted of 50 high-risk individuals. Post-training evaluations showed a significant increase in participants' knowledge and attitude scores. This demonstrates that the training was effective in improving the community's understanding and attitudes toward acute stroke detection using the FAST method. This increased awareness is crucial for minimizing the impact of stroke on at-risk groups. ABSTRAK Stroke menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian global selama satu dekade terakhir, terhitung sejak tahun 2023, dengan 12% kasus berakibat fatal. Menunda penanganan akibat terlambat mengenali gejala stroke dapat memperburuk kondisi, meningkatkan risiko stroke berulang, dan menyebabkan kematian. Salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat adalah melalui edukasi kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu berisiko tinggi stroke dalam mengenali gejala awal dengan metode FAST. Pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan melalui video animasi dan pelatihan deteksi dini stroke menggunakan metode FAST di desa Ujungrusi. Pelatihan ini diawali dengan ceramah dan pemutaran video animasi, diikuti dengan sesi diskusi dan praktik deteksi dini. Target pelatihan adalah 50 orang yang berisiko tinggi stroke. Hasil evaluasi pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai pengetahuan dan sikap peserta. Ini membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat mengenai deteksi dini stroke akut melalui metode FAST. Peningkatan kesadaran ini sangat krusial untuk meminimalkan dampak stroke pada kelompok yang berisiko.
Edukasi Berbasis Riset: Optimalisasi Sterilisasi untuk Pencegahan Infeksi dan Penguatan Management Safety di RSUD Kardinah Tegal Hapsari, Woro; Risnanto, Risnanto; Syafii, Imam; Ratnaningsih, Ani; Mustika, Ufiyani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i2.875

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan salah satu bentuk Healthcare Associated Infections (HAIs) yang paling sering terjadi di rumah sakit, dan sering kali disebabkan oleh penggunaan instrumen medis yang tidak steril. Central Sterile Supply Department (CSSD) memegang peranan penting dalam menjamin proses sterilisasi berjalan sesuai standar, guna mencegah terjadinya infeksi pasca operasi. Dalam kenyataannya masih terdapat ketidaksesuaian dalam praktik sterilisasi serta kurangnya pemahaman tenaga kesehatan terkait manajemen instrumen steril. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas tenaga kesehatan serta petugas CSSD di RSUD Kardinah Tegal dalam pengelolaan sterilisasi yang terintegrasi dengan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) serta keselamatan pasien. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan dengan melakukan identifikasi masalah dan kebutuhan edukasi, pelaksanaan edukasi interaktif dengan materi tentang PPI, keselamatan pasien, dan sterilisasi serta evaluasi melalui pengisian kuesioner serta sesi tanya jawab. Peserta terdiri dari perawat, IPCN, IPCLN, dan petugas CSSD. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor mencapai rata-rata 98%. Edukasi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan infeksi bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan bagian dari budaya kerja kolektif di rumah sakit. Kegiatan ini disarankan untuk dilakukan secara berkala dan diperluas ke seluruh unit pelayanan, guna mendukung peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.