Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Warga RT 05 RW 01 Pondok Labu Terhadap Alur Pelayanan Penyakit Hipertensi di Fasilitas Kesehatan dan Rumah Sakit Muthia, Ayu; Efanti, Eni; Tyas, Delina Ayuning
Jurnal Abdimas Jatibara Vol 2, No 2 (2024): Jatibara Vol.2 No.2 Februari 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jaj.v2i2.1783

Abstract

Hypertension, often referred to as the "silent killer," manifests without noticeable symptoms and can lead to serious health complications. It occurs when blood pressure exceeds 130 mmHg systolic and 80 mmHg diastolic. A precursor to conditions such as stroke, heart disease, and kidney failure, hypertension is the leading cause of death worldwide, affecting more than one billion people annually. Prevalence increases with age, potentially reaching 60% in populations over the age of 60. Without preventive measures, the number of hypertension cases worldwide is projected to increase by 20% to 1.5 billion by 2025. This study aims to improve community understanding of the hypertension treatment process within both healthcare facilities and hospitals. Methods This community initiative targeted residents of RT 05 RW 01 in Pondok Labu, Cilandak, South Jakarta. The intervention included educational sessions on hypertension, covering its definition, recommended actions when experiencing it, and elucidating the facilities and procedures involved in seeking healthcare in both primary care and hospital settings. The program consisted of three phases: preparation, implementation, and evaluation. The Results of 15 targeted residents, 11 actively participated in the assessments and educational sessions. The majority were women aged 36 to 55 years. Blood pressure assessments revealed that 54.55% had elevated levels. In addition, 63.64% were classified as overweight based on BMI measurements. The initiative successfully increased community knowledge regarding hypertension and the healthcare processes involved. The study highlights the importance of health education in improving public awareness and emphasizes the need for a holistic approach in managing risk factors such as excess weight. Effective coordination between hospital administration and medical teams is crucial in providing clear information and ensuring timely healthcare services for hypertensive patients.
Optimalisasi Upaya Penerapan Lean Hospital Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Tugu Ibu Depok Muthia, Ayu; Riandhini, Ratna Atina; Sudirja, Angsur
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 6, No 1 (2020): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2020
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.232 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v6i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lean Hospital di unit rawat jalan Rumah Sakit Tugu Ibu Depok. Dilakukan penelitian kualitatif mengenai gambaran alur proses kondisi saat ini di unit rawat jalan Rumah Sakit Tugu Ibu Depok, mengidentifikasi aktivitas dalam proses kerja di unit rawat jalan, dan menganalisa  Value Stream Map unit rawat jalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil Value Assessment pasien mulai dari proses pendaftaran hingga mendapatkan obat di apotik masih menunjukan wasting time yang terlalu lama, hal ini karena banyaknya hambatan-hambatan yang terjadi sepanjang alur proses pelayanan unit rawat jalan. Hasil identifikasi kegiatan dan aktivitas selama proses kerja unit rawat jalan yang ada banyak ditemukan pemborosan (Waste), sehingga rasio aktivitas yang bernilai tambah (Value Added Activities) ada yang kurang dari 30%, sebagai bentuk masalah berada pada manusia / man, method, machine serta environment. Usulan perbaikan dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah, membuat langkah-langkah perbaikan dengan memperkirakan kemampuan rumah sakit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Perbaikan yang diusulkan terbagi menjadi 3 tahap yaitu; jangka pendek, menengah dan panjang. Kriteria perbaikan jangka pendek diimplementasikan bila dalam pelaksanaannya diperkirakan tidak membutuhkan biaya. Kriteria perbaikan jangka menengah dipilih bila dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya dan sarana tambahan, sedangkan perbaikan jangka panjang bila dalam pelaksanaannya diperkirakan membutuhkan biaya, sarana dan perubahan kebijakan dari pimpinan institusi. Sehingga diperlukannya penerapan lean hospital untuk menghilangkan dan meminimalkan pemborosan sebagai bentuk perbaikan dan peningkatan pelayanan di unit rawat jalanKata Kunci : Optimalisasi, Penerapan Lean, Lean Hospital