Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Layanan Konsultasi Kesehatan Digital: Perspektif Generasi Milenial Di Kota Kendari Jumakil
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i4.600

Abstract

Background: The millennial generation, born between 1981 and 1996, is the demographic group most adaptable to digital technology. As digital natives, this generation tends to be more open and familiar with the use of technology in various daily life activities, including accessing health services. Method: This type of research is quantitative research, and is an explanatory research. Sampling uses accidental sampling techniques. The number of samples is 300 millennials. Result: a positive and significant influence of System Quality on satisfaction in digital health service consultations with an original sample value of 0.599 and a p-value of 0.000 <0.05. Information Quality on satisfaction in digital health service consultations with an original sample value of 0.226 and a p-value of 0.001 <0.05. and Service Quality on satisfaction in digital health service consultations with an original sample value of 0.160 and a p-value of 0.003 <0.05. Conclusion: Millennials' satisfaction with digital health services is determined by system quality, service quality, and information quality.
Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo Sawitri, Putu Ayu; Salma, Wa Ode; Jumakil
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.361

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik, termasuk tuberkulosis (TB) paru. Penurunan sistem imun pada pasien HIV menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap TB yang berkontribusi pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial (pengetahuan dan pekerjaan) serta faktor klinis (stadium klinis HIV/AIDS, kadar hemoglobin, status gizi, viral load, dan kepatuhan terapi antiretroviral/ARV) dengan kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari 44 kasus (HIV dengan TB paru) dan 44 kontrol (HIV tanpa TB paru). Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu pengetahuan (OR=3,200; p=0,017), pekerjaan (OR=3,852; p=0,005), stadium klinis (OR=10,219; p=0,000), kadar hemoglobin (OR=4,143; p=0,003), status gizi (OR=7,286; p=0,000), viral load (OR=5,800; p=0,000), dan kepatuhan ARV (OR=7,111; p=0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan adalah stadium klinis (p=0,021), kadar hemoglobin (p=0,047), status gizi (p=0,049), viral load (p=0,013), dan kepatuhan ARV (p=0,005), sedangkan pengetahuan dan pekerjaan tidak signifikan. Variabel viral load merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,859. Kesimpulan: kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor klinis dan perilaku, dengan viral load sebagai faktor dominan. Pengendalian viral load melalui kepatuhan terapi ARV, serta perbaikan status gizi dan kondisi klinis pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan TB paru.