Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI RAJAH DI SUMATERA: SEBUAH KAJIAN TERHADAP PRASASTI TIMAH KOLEKSI YAYASAN PADMASANA JAMBI Meyanti, Lisda; Andhfani, Wahyu Rizky
Siddhayatra Vol 26, No 2 (2021): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v26i2.219

Abstract

Rajah atau lebih dikenal dengan azimat merupakan kebudayaan yang sudah dijalankan oleh pendahulu bangsa Indonesia, khususnya di Sumatra. Hal ini terlihat dari prasasti timah bernomor inventaris 01/PADMA/Sn/VIII/2019 yang ditemukan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Artikel ini mengambil permasalahan mengenai isi dari prasasti, hubungan antara tulisan dan ornamen pada prasasti tersebut. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data (heuristik) melalui studi pustaka, membaca laporan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian menganalis maksud dari prasasti timah bernomor 01/PADMA/Sn/VIII/2019. Prasasti ini diawali dengan kalimat mantra, seruan terhadap sosok yang gaib yang mendiami pohon soga dan sungai yang saling berdekatan. Pohon soga yang disebutkan dalam prasasti biasanya hidup di dataran rendah, dengan curah hujan yang tinggi, dan relatif dekat dengan sumber air. Hal ini sesuai dengan konteks kalimat yang sama, pada baris kedua yang menyebutkan kata "bataá¹…an" yang berarti sungai. Sesuai pula dengan konteks penemuan prasasti, yaitu di daerah aliran Sungai Batanghari yang berada di wilayah Komplek Percandian Muaro Jambi.
PRASASTI PAṆAI: KAJIAN ULANG TENTANG LOKASI KERAJAAN PAṆAI Meyanti, Lisda
AMERTA Vol. 37 No. 1 (2019)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Paṇai Inscription: Analysis of the Location of Paṇai Kingdom. The Paṇai Inscription was found in the temple complex in Padang Lawas. There is the word "Paṇai" written on the insciption. "Paṇai" is also written on the Tañjore Inscriptions and Nāgarakṛtāgama. The two written sources informed that in the past Chola and Majapahit kingdoms wanted to conquer several regions in Sumatra, including Paṇai. Both show that Paṇai was a potential and important area so that both kingdom wanted to conquer it. However, it is not known exactly where the location of Paṇai as referred to the two written sources yet. The research of this case has not been done much. Some researchers try to find the answer. Most researchers study it based on written sources from abroad. In this paper, through the Paṇai Inscription, the interpretation was made that the location was Padang Lawas. This can be seen from the contents of the inscriptions that wrote “Paṇai”and describe the natural conditions in accordance with the location of its discovery. This conclusion was obtained by conducting an in-depth study of the Paṇai Inscription using research methods commonly used in historical research, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Keywords: Paṇai, Padang Lawas, Bahal Temple, Paṇai Inscription Abstrak. Prasasti Paṇai ditemukan di Kompleks Candi Padang Lawas. Dalam prasasti tersebut terdapat kata paṇai. Kata paṇai juga tertera pada Prasasti Tañjore dan kakawin Nāgarakṛtāgama. Kedua sumber tertulis tersebut menginformasikan bahwa pada masa lampau Kerajaan Chola dan Majapahit ingin menaklukkan beberapa daerah di wilayah Sumatra, termasuk Paṇai. Hal ini menunjukkan bahwa Paṇai merupakan daerah potensial dan penting sehingga kedua kerajaan tersebut ingin menaklukkannya. Namun, belum diketahui secara pasti di mana lokasi Paṇai seperti yang dimaksud dalam kedua sumber tertulis tersebut. Penelitian terhadap kasus ini juga belum banyak dilakukan. Beberapa peneliti berusaha untuk menemukan jawabannya. Kebanyakan peneliti mengkajinya berdasarkan sumber tertulis dari luar negeri, seperti catatan perjalanan. Dalam tulisan ini melalui Prasasti Paṇai dibangun interpretasi bahwa lokasi Paṇai yang dimaksud, baik oleh Prasasti Tañjore maupun kakawin Nāgarakṛtāgama adalah Padang Lawas. Hal ini terlihat dari isi prasasti yang menyebutkan kata paṇai dan menggambarkan keadaan alam yang sesuai dengan lokasi penemuannya. Kesimpulan ini diperoleh dengan melakukan kajian mendalam terhadap Prasasti Paṇai dengan menggunakan metode penelitian yang lazim digunakan dalam penelitian sejarah, yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Kata Kunci: Paṇai, Padang Lawas, Biaro Bahal, Prasasti Paṇai