Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Fatwa of MUI on Gafatar from The Perspectives of Farid Esack and Jacques Derrida Dardiri, Muhammad Hudan
Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum Vol. 9 No. 2 (2021): Al-Mazaahib
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-mazaahib.v9i2.2414

Abstract

This article discusses the controversies emerged as a result of the the MUI Fatwa on Gafatar. The data of this article is gathered through series of literature review, and is analysed using descriptive analysis method. The aim of this study is, to examine the MUI fatwa from the perspectives of Farid Esack’s hermeneutic liberation and Derrida’s concept of deconstruction. The comparative between liberation hermeneutic and deconstruction on dissecting Gafatar heretical fatwa which is issued by the Indonesian Council of ‘ulama  (MUI) are purposed to see how different views can just happen among the society. As one of the citizen of the big heterogeneous nation (Indonesia), it is important to understand well those differences among people in order to have the wise respond toward those  differencences. This study shows that Gafatar does not expect the liberation of discrimination, but, Gafatar actually destructs the teaching of Islam; Gafatar’s teachings opposed Esack’s hermeneutical keys;Gafatar is a mere organization that wants to interpret Islam in a different way of interpretation which purposed to fulfill the willingness of freedom from God’s commands; from the perspective of Derrida’s deconstruction theory, MUI gain a domination of truth in interpretation of al-Qur’an which close other’s interpretation.
Pengembangan Web Service Sistem Informasi Sekolah Sa’diyah, Za’imatus; Aziz, Kevin Elmy; Dardiri, Muhammad Hudan; Yaqin, M. Ainul
Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Vol 5, No 1 (2020): Edisi Februari
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jurasik.v5i1.180

Abstract

School information system is a system that provides information to support the operational, management, and decision making functions of an organization. Information sources within the information system that support day-to-day management operations such as transaction processing, status clarification, and so forth. School information systems generally consist of a variety of systems, including academic, financial, library and staffing systems. With a variety of systems in a school information system, it is necessary to integrate between systems aimed at avoiding data duplication in each system and increase system flexibility which can be achieved by utilizing web service technology. The purpose of this research is to design a web service on information systems schools that comply with the National Education Standards (SNP) use the REST web service architecture. The results of the development of an information system web service design that is by mapping class diagrams that will be made in the design of school web services by adding modules to JIBAS with the Minister of National Education Regulation in accordance with 8 BSNP standards.
Pendidikan karakter dalam Qur’an surat Luqman (analisis balaghah) Dardiri, Muhammad Hudan
Alif : Arabic Language in Focus Vol. 1 No. 2 (2023): ALIF: Arabic Language in Focus
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kemerosotan moral telah menjangkiti beberapa generasi muda belakangan ini, meliputi meluasnya insiden kata-kata kotor, kriminalitas, kekerasan, ujaran kebencian, dan perilaku menyimpang lainnya. Pendidikan karakter dipandang sebagai alternatif jalan keluar dari berbagai permasalahan tersebut. Kajian surat Luqman ini merupakan contoh bagi orang tua untuk kembali ke fitrah orang tuanya ketika memberikan pendidikan, karakter dan perhatian kepada anaknya melalui keteladanan karakter Luqman Al-Hakim. Oleh sebab itu peneliti mengambil judul ini kaarena untuk memfamiliarkan ilmu balaghah khusunya ilmu ma’ani kalam khobar di khalayak umum, dan juga untuk mengetahui ilmu ma’ani kalam khobar yang tersirat pada ayat ayat pendidikan karakter dalam quran surat luqman, Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang topik penelitiannya menggunakan data kepustakaan berupa buku sebagai sumber informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu, penelitian sistematis untuk mengkaji atau meneliti objek pada latar belakang alami tanpa manipulasi di dalamnya dan tanpa adanya uji hipotesis. Penelitian ini bertujuan: 1. Mengetahui ayat yang mengandung pendidikan karakter dalam qur’an surat Luqman. 2. Mengatuhi makna Kalam Khabar pada ayat pendidikan karakter dalam qur’an surat Luqman. 3. Mengetahui implikasi pendidikan karakter berdasarkan qur’an surat luqman dalam mendidik karakter anak. Hasil analisis pendidikan karakter yang terkandung dalam surat luqman yaitu: 1. Dari 34 ayat yang terdapat pada qur’an surat Luqman, peneliti menyimpulkan setidaknya da 20 ayat yang memiliki kandungan pendidikan karakter didalamnya yang bisa menjadi rujukan dalam membentuk karakter generasi islam yang bijaksana dalam segala hal, diantara ayat ayat itu yaiu ayat 2 sampai 5, ayat 8 dan 9, ayat 12-19, ayat 21-24, ayat 33 dan 34. 2. Makna Kalam khobar pada ayat pendidikan karakter memiliki berbagai tujuan yang tersirat diantaraya Faidah Khabar yakni Allah menyampaikan suatu hokum yang terkandung didalam surat-Nya kepada Nabi Muhammad dan umatnya, dan juga tujuan Lazimul Khobar yakni membritakan suatu hukum kepada manusia bahwasanya Allah memngetahui segala hokum. Dan juga tujuan lain seperti perintah dan larangan. 3. implikasi yang diajarkan Luqman dalam mendidik anaknya setidaknya ada 8 poin penting yang perlu di tanamkan pada saat membentuk karakter anak supaya anak memiliki karakter sesui apa yang Islam ajarkan.implikasinya: bersukur, berbertauhid, birrul walidain, penghambaan sebagai makhluk Allah, beramar ma’ruf nahi munkar, sabar atas ujian Allah selalu tawakal, dan tidak mengerskan suara dalam bertutur kata/berbicara.