Arobi, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RUMAH-RUMAH TAHFIZH DI KOTA BANJARMASIN: PROFIL, PROGRAM, DAN METODE PENGAJARAN AL-QUR’AN Arobi, Muhammad
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banajarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.803 KB) | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2666

Abstract

Di kota Banjarmasin, ada banyak sekolah atau lembaga pendidikan al-Qur?an, seperti Taman Kanak-kanak  (TK) al-Qur?an, Taman Pendidikan al-Qur?an (TPA), Pondok Pesantren Tahfizh al-Qur?an (PPTQ), dan Rumah Tahfizh al-Qur?an (RTQ). Contoh yang disebut terakhir banyak diminati para murid (santri) dan orang tua, khususnya santri cilik, karena tidak mengharuskan para murid untuk menetap di asrama seperti di pesantren. Pembelajaran al-Qur?an hanya berlangsung satu hingga dua jam dalam sehari. Rumah-rumah tahfizh tersebut tersebar di beberapa wilayah di kota Banjarmasin. Berdasarkan penelitian penulis pada tahun 2018, ada lima rumah tahfizh di kota Banjarmasin yang sudah berdiri lebih dari satu tahun dan mempunyai santri lebih dari lima puluh orang, yaitu: rumah tahfizh al-haramain, rumah tahfizh az-zahra, rumah tahfizh miftahul ihsan, rumah tahfizh qaryah thayyibah, dan rumah tahfizh an-nur. Rumah-rumah tahfizh tersebut masing-masing mempunyai program pembelajaran dan metode pengajaran al-Qur?an.
Rumah-Rumah Tahfizh di Kota Banjarmasin: Profil, Program, dan Metode Pengajaran Al-Qur’an Arobi, Muhammad
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2666

Abstract

Di kota Banjarmasin, ada banyak sekolah atau lembaga pendidikan al-Qur’an, seperti Taman Kanak-kanak  (TK) al-Qur’an, Taman Pendidikan al-Qur’an (TPA), Pondok Pesantren Tahfizh al-Qur’an (PPTQ), dan Rumah Tahfizh al-Qur’an (RTQ). Contoh yang disebut terakhir banyak diminati para murid (santri) dan orang tua, khususnya santri cilik, karena tidak mengharuskan para murid untuk menetap di asrama seperti di pesantren. Pembelajaran al-Qur’an hanya berlangsung satu hingga dua jam dalam sehari. Rumah-rumah tahfizh tersebut tersebar di beberapa wilayah di kota Banjarmasin. Berdasarkan penelitian penulis pada tahun 2018, ada lima rumah tahfizh di kota Banjarmasin yang sudah berdiri lebih dari satu tahun dan mempunyai santri lebih dari lima puluh orang, yaitu: rumah tahfizh al-haramain, rumah tahfizh az-zahra, rumah tahfizh miftahul ihsan, rumah tahfizh qaryah thayyibah, dan rumah tahfizh an-nur. Rumah-rumah tahfizh tersebut masing-masing mempunyai program pembelajaran dan metode pengajaran al-Qur’an.