Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA PENDERITA ARTRITIS REMATOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG TAHUN 2015 Sari, Dian Emilia
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis Reumatoid (AR) merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif simetrik yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya Sebagian besar penderita menunjukkan gejala penyakit kronik yang hilang timbul, yang jika tidak diobati akan menyebabkan terjadinya kerusakan persendian dan deformitas sendi yang progresif yang menyebabkan disabilitas bahkan kematian dini.Pengobatan AR tidak hanya dilakukan dengan metode farmakologis saja, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara nonfarmakologis.Salah satu pengobatan non farmakologis adalah dengan terapi kompres hangat. Kompres hangat adalah memberikan rasa hangat untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan ”Pre and Posttest Only Design”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dalam menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid di Wilayah Kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang Tahun 2015. Sampel penelitian ini berjumlah 62 orang, dan semuanya diukur skala nyeri sebelum dan sesudah dikompres hangat. Pengaruh kompres hangat dalam menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid akan dianalisis dengan menggunakan uji nonparametrik melalui uji wilcoxon. Hasil penelitian pada skala nyeri sebelum dan sesudah dikompres hangat, menunjukkan ada perbedaan mean skala nyeri yang signifikan, yaitu mean sebelum dikompres hangat 4.81, dengan standar deviasi 0.991 (p.value 0.0001 <α = 0,05). Sedangkan pada skala nyeri sesudah dikompres hangat di dapatkan mean 1.38, dengan standar deviasi 1.013, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres hangat yang dilakukan dapat menurunkan skala nyeri pada penderita artritis rematoid. Diharapkan Pihak Puskesmas 4 Ulu Palembang dapat menjadikan terapi kompres hangat sebagai salah satu terapi komplemente
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DI POSYANDU MELATI DESA TALANG KEMANG KELURAHAN GANDUS PALEMBANG TAHUN 2021 Marlina, Dina; Sari, Dian Emilia
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 04 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i04.235

Abstract

Lanjut usia mengalami proses penuaan secara terus-menerus, ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik. Hal ini dapat menyebabkan ketergantungan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar lansia mampu mandiri atau mendapatkan bantuan yang minimal dan memandirikan lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke Posyandu Melati Desa Talang Kemang Kelurahan Gandus Palembang yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat, uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dengan ( ? ? 0,05). Penelitian ini dilaksakanan pada tanggal 01 Juli s.d 07 Juli tahun 2021 di Desa Talang Kemang Kelurahan Gandus Palembang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar lansia mengalami ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari sebanyak 24 orang (80%) dan sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari sebanyak 18 orang (60%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square diperoleh p-value = 0,025. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari. Diharapkan keluarga dapat mempertahankan serta meningkatkan lagi dukungan yang baik bagi lansia agar mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari.