Lestari, Endang Wirjatmi Tri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dialog Sebagai Suatu Cara Awal Penggunaan Teory Complexity Dalam Reformasi Pemerintah Kota/KAbbupaten Lestari, Endang Wirjatmi Tri
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 4, No 4 (2001)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v4i4.571

Abstract

Dua Undang-Undang (UU) baru tentang otonomi daerah yaitu UU No.22 1999 tentang Otonomi Daerah dan UU No 25 1999 tentang pengembangan keuangan pusat dan daerah dipastikan akan melahirkan perubahan yang cukup drastis pada organisasi-organisasi di daerah baik organisasi pemerintah maupun swasta mengalami suatu suasana chaos yang membutuhkan pemikiran secara sistem.
Alternatif Kebijakan Kerakyatan Dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi di Indonesia Lestari, Endang Wirjatmi Tri
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v1i1.663

Abstract

Program-program jangka pendek untuk mengatasi dampak krisis ekonomi di Indonesia diakui membawa perbaikan yang cukup berarti, meskipun terkesan kurang konseptual. Arah kebijakan yang selama ini dinilai lebih berbau politis disarankan diganti dengan program yang lebih bersifat populis. Beberapa kebijakan populis (kerakyatan) yang dikemukakan disini antara lain meliputi pemanfaatan dan pengelolaan lahan tidur dengan menggunakan para pengangguran baru, pemberdayaan koperasi, pelayanan jasa umum, dan sebagainya.
Strategi Manajemen Untuk Menghadapi Tantangan Perubahan Lingkungan Organisasi Lestari, Endang Wirjatmi Tri
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 3, No 1 (2000)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v3i1.622

Abstract

Perubahan organisasi merupakan kegiatan yang terus menerus dilakukan dalam menghadapi perkembangan global yang telah mengarah pada intelektual sebagai kapital (Sullivan, 2000). Oleh sebab itu kemampuan melakukan desain sebuah strategi sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi. Bila kita sadari adanya kompleksitas (Floos:1999:7) dari organisai, maka ibarat orang yang buta dan penyusunan srategi adalah gajahnya. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai proses learning. Untuk melihat kompleksitas tersebut, organisasi dapat memanfaatkan sistemic thinking dengan melalui belajar dari ahl-hal yang tidak diketahui. Masing-masing kita dalam mengungkapkan misteri tentang binatang itu, memegang satu bagian tertentu atau lainnya. Isu strategis yang diutarakan adalah usaha organisasi meraih fit (kesesuain)anatara apa yang dikerjakan dan apa yang diperlukan lingkungan organisasi daat ini, sementara pada saat bersamaan mempersiapkan dirinya sendiri bagi suatu lingkungan baru esok hari.
Saka Sakti Sebagai Alternatif Reformasi Pemerintahan Kabuapaten/Kota (Studi Kasus Kota Bandung) Lestari, Endang Wirjatmi Tri
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 5, No 3 (1999)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v5i3.631

Abstract

Setiap organisasi pada hakekatnya bisa dan harus bisa berubah. Dalam hubungan ini, penggantian UU Nomor 5 yahun 1947 oleh UUNomor 22 tahun 1999 juga merupakan wujud perubahan dan atau reformasi pada bidang pemerintahan. Untuk menunjang keberhasilan dari proses dan tujuan perubahan tersebut, setiap pemerintah daerah perlu mengembangkan kompetensi inti yang dimiliki/diunggulkan agar dapat peningkatan kompetensi-kompetensi lain yang terkait. Inilah inti dari gagasan mengenai Model Saka Sakti.