Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wayang, Miniatur Politik Bangsa Afandi, Teguh
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v19i2.805

Abstract

Dalam beberapa esainya, Benedict Anderson menyebut politik Indonesia terbentuk oleh cara berpikir Jawa. Hal ini ditandai bagaimana politik Indonesia yang sangat jawa-sentris dalam pelaku politik, cara bermain, bahkan penggunaan bahasa panggung politik. Dan wayang mendapatkan peran penting dalam menentukan peta politik jawa yang kemudian berimplikasi pada gimik politik negeri ini.. Wayang adalah jagad kompleks untuk mendedah sekian idealitas dan realitas hidup manusia. Politik menjadi bab primer dalam wayang dengan pelbagai tafsir dan realisasi. Wayang itu politik. Pembacaan dan penafsiran atas wayang dalam ranah politik memang kerap mengejutkan tapi itu kelumrahan dalam biografi politik Indonesia.
Kebudayaan Dalam Politik: Kritik Pada Demokrasi Afandi, Teguh
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v18i2.216

Abstract

Dr. Kelly S. Meier, menyampaikan ada empat saka guru utama yang menyokong suksesnya sebuah sistem demokrasi. Yakni, Protective, Pluralist, Developmental, dan Participatory. Keempatnya menjadi ciri utama sekaligus syarat keberlangsungan demokrasi. Bila satu atau beberapa syarat tidak berjalan maksimal, maka perlu dipertanyakan apakah itu demokrasi atau justru oligarki.