Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Penyelenggaraan Diklat dalam rangka Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manuasia Aparatur Gunawan, Sabar
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 7, No 1 (2004)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v7i1.510

Abstract

Banyak cara yang diambil suatuorganisasi dalam mengembangjan sumber daya manusianya tidak terkecuali di sektor publik. Para pengambil keputusan, dengan menggunakan berbagai macam teknik dan metodenya. Terus melakuakan upaya untuk meningkatkan kualitas pegawainya baik melalui diklat maupun non-diklat seperti promosi, rotasi dan kenaikan intensif. Namun dalam hal ini, focus akan ditekankan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Salah satu cara yang sering difunakan dalam mengevaluasi diklat adalah evaluasi pada tahap reactinal level, dimana penyelenggara diklat langsung mengevaluasi segera setelah diklat selesai. Kemudian hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai bahan informasi untuk mrningkatkan kualitas program diklat di masa yang akan datang. Tetapi, apakah evaluasi semacam itu sudah cukup?
Dilema Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Pelatihan :Realistic Versus Ritualistic Programs dalam Proses Analisis Kebutuhan Pelatihan Gunawan, Sabar
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 6, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v6i2.533

Abstract

Salah satu permasalahan pengembangan sumber daya manusia terletak pada implementasi pelatihan dan pengembangan (Training Development) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi seseorang. Namun implementasi tersebut sering terdapat kesenjagan yang cukup besar antara teori yang ada dengan kenyataan di lapangan. Dalam menyikapi permaslahan ini semua pihak terutama pembuat kebijakan dan pelaksana pelatihan, harus kemabli memegang teguh prinsip-prinsip dalam proses pelatihan dan pengembangan biasnya diawali dengan analisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis).