Articles
ANALISIS KESELAMATAN SELF PROPELLED BARGE 6000 DWT SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI BATUBARA
karana, sjafril
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6773.194 KB)
|
DOI: 10.29122/mipi.v10i2.1788
Kinerja keselamatan kapal dalam pelayarannya sangat tergantung kepada stabilitasnya, dengan demikian memprediksi stabilitas kapal sejak awal mulai dari tahap perencanaan menjadi sangat penting dilihat dari keselamatan kapal, oleh sebab itu kajian ini bertujuan menganalisis dari aspek stabilitasnya kapal tongkang batubara curah yang memiliki system propulsi sendiri (self propelled barge) 6000 DWT sebagai sarana transportasi batubara.Metode kajian yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis stabilitas adalah memanfaatkan software komersial Hydromax dengan input data berupa lines plan), rencana penggunaan tangki-tangki dan kompartemen kapal, dan draftkapal.dalambeberapa kondisi pemuatan yaitu muatan kosong, muatan pebuh, dan muatan ballast, dan dengan asumsi perhitungan kondisi kapal tanpa kerusakan.Hasil perhitungan yang diperoleh yaitu berupa kurva GZ menunjukan bahwa pada beberapa kondisi pemuatan pada kapal memberikan nilai stabilitas yang sesuai dengan persyaratan kriteria desain dari IMO,
Meningkatkan Keselamatan Sarana Angkutan Sungai Tambilahan- Sei Guntung Provinsi Riau
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1228.468 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v28i4.591
Angkutan sungai dan danau sangat berperan dalam menggerakkan berbagai aktifitas terutama di daerah-daerah pedalamam yang memiliki banyak sungai, mengingat kapal sarana angkutan sungai yang digunakan umumnya dibuat dari kayu secara tradisionil tanpa mengikuti peraturan yang berlaku, dikhawatirkan tingkat keselamatannya kurang terjamin, apalagi kapal tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang. Bertitik tolak dari kondisi tersebut dan dikaitkan dengan hasil pengamatan terhadap kapal kayu yang ditumpangi dalam perjalanan ke Sei Guntung melalui sungai dari kota Tambilahan, penelitian ini dilakukan terutama berkaitan dengan kelaikan kapal tersebut dariaspek keselamatan. Terlihat ada beberapa hal yang perlu disempurnakan terhadap kapal yaitu meliputi kekuatan konstruksi kapalnya, jumlah penumpang dan kelengkapan peralatan keselamatan.Dalam menganalisis kekuatan konstruksi mengacu kepada peraturan klasifikasi Indonesia khusus untuk kapal kayu, untuk jumlah penumpang dan kelengkapan peralatan keselamatan mengacukepada peraturan kesalamatan angkutan sungai dan danau, dan stabilitas kapal menggunakan Maxsurf. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa konstruksi memanjang kapal perlu penambahan kekuatan, stabilitas kapal cukup baik, jumlah penumpang perlu dikurangi, dan kapal perlu dilengkapi dengan sejumlah peralatan keselamatan.
Penentuan Model Jaringan Logistik Angkutan Batubara di Kawasan Timur Indonesia
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.085 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v27i6.857
Sementara ini dalam memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat dan untuk memperbaiki fuel mix pembangkit tenaga listik, pemerintah telah dan sedang membangun sejumlah PLTU, 13 unit diantara berlokasi di KTI. Disamping itu pemerintah melalui PLN Batubara juga sedang mengembangkan pusat tambang batubara di kawasan ini terutama di Kabupaten Sorong. Nantinya salah satu pelabuhan di daerah ini yaitu Pelabuhan Sorong dijadikan sebagai pelabuhan asal batubara untuk dikirim ke sejumlah PLTU yang berada di KTI. Untuk meningkatkan efisiensi pengiriman batubara dari pelabuhan asal ke sejumlah PLTU yang lokasi tersebar di KTI tersebut, tentunya dibutuhkan model jaringan logistik yangsesuai dengan kondisi daerah perairan serta didukung oleh sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Hasil kajian menunjukkan terdapat dua model jaringan logistik yang cocok digunakan yaitu untuk tahap jangka pendek menggunakan sistem point to point, dan untuk tahap jangka panjang menggunakan sistem hub and spoke. Dengan demikian diharapkan hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi instansi terkait untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam mendistribusikan batubara terutama dari Pelabuhan Sorong ke sejumlah PLTU. Kata kunci: jaringan logistik, angkutan batubara, Kawasan Timur Indonesia
Kesiapan Sarana Transportasi Laut Dalam Pengembangan Industri Kepariwisataan di Kepulauan Seribu
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2024.484 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v23i3.1064
Kepulauan Seribu can be accessed only by sea vessels from Muara Angke Port and Marina Jaya Ancol north Jakarta. There are two type of ships have been services, traditional vessels and the other is speed boats. The traditional vessels are very dominan to be used eventlwugh they are very danger to be operated as a passenger vessels because they do not fulfilled the requirements especially in safeh; equipment, nevertheless they are still in operation. During its operation, vessels are loaded with passengers exceeding the permitted capacity, of course this condition is very dangerous when big wave come. In relation with to tourism activihj, the bad operational condition of the traditional vessels will cause number of tourists who visit the Kepulauan Seribu decline. T71is research was conducted based on literature study supported by the data and information from various sources. The analysis showed that the bad operation condition vessels was caused by weak law enforcement, besides that there is also a factor of lacking of understanding about the safety of ships in good voyage by the crew, and vessel operators. To improve the flaw of tourist visits to the Kepulauan Seribu, more effort is needed, mainly reconstruction of traditional vessels because it relates to the safety of human life at sea, besides that it should also imp rave understanding of various aspects of the tourism industry.Keywords : vessel, tau rism industry
Penanganan Kendaraan Bermotor Pada Kapal Angkutan Penyeberangan
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6809.929 KB)
|
DOI: 10.25104/warlit.v22i3.1076
Freight fernJ fleet has an important roe in launching the economic wheel. For that reason, the level of.ship safety would need to be nuzintnined. But in recent years are still often the case calamihJ befallingthe fernJ fleet. In accordance with kind of descripti'ue, this study prauides a clearer picture about thehandling of motor vehicle in the fleet of fernJ transport. Prinuzn1 dntn and infomuztian obtained underdirect obseniation to the boot fernJ transport.Tiiere are Parious factors thnt become the azuse of tlze accident or fire on board of the fernJ transport,including handling of ziehicles that are transported on the ship does not comply with regulations. It isslumm that the placement of motor ziehicles an fern/s deck is not yet unorganized. Space around theramp door location should be clear, but it was still loaded with drums, tliere is also a ramp door thatshould be tight closed, but now it was still slumm space wide enoughTiiere fore, to en[umce the safety of ships in their operation, niles enforcement needs to be appliedstrictly, it's tinie to apply las/zing system on each fem; in any condition. In addition, to ensure tlieenforcement of mies, supennsian needs to be clone on a regulnr basis and application of severe sanctionsis one of tlie effort tluit need to be applied, eitlier before tlie process of loading a vehicle or at tlietinie of sailing ships. So that any incident tluit occurs primarily in tlie space of vehicle ca:n be detectedas early as -possible.Keywords : zielzicle handling - safety of ferry fleet
Meningkatkan Keselamatan Sarana Angkutan Sungai Tambilahan- Sei Guntung Provinsi Riau
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v28i4.591
Angkutan sungai dan danau sangat berperan dalam menggerakkan berbagai aktifitas terutama di daerah-daerah pedalamam yang memiliki banyak sungai, mengingat kapal sarana angkutan sungai yang digunakan umumnya dibuat dari kayu secara tradisionil tanpa mengikuti peraturan yang berlaku, dikhawatirkan tingkat keselamatannya kurang terjamin, apalagi kapal tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang. Bertitik tolak dari kondisi tersebut dan dikaitkan dengan hasil pengamatan terhadap kapal kayu yang ditumpangi dalam perjalanan ke Sei Guntung melalui sungai dari kota Tambilahan, penelitian ini dilakukan terutama berkaitan dengan kelaikan kapal tersebut dariaspek keselamatan. Terlihat ada beberapa hal yang perlu disempurnakan terhadap kapal yaitu meliputi kekuatan konstruksi kapalnya, jumlah penumpang dan kelengkapan peralatan keselamatan.Dalam menganalisis kekuatan konstruksi mengacu kepada peraturan klasifikasi Indonesia khusus untuk kapal kayu, untuk jumlah penumpang dan kelengkapan peralatan keselamatan mengacukepada peraturan kesalamatan angkutan sungai dan danau, dan stabilitas kapal menggunakan Maxsurf. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa konstruksi memanjang kapal perlu penambahan kekuatan, stabilitas kapal cukup baik, jumlah penumpang perlu dikurangi, dan kapal perlu dilengkapi dengan sejumlah peralatan keselamatan.
Penentuan Model Jaringan Logistik Angkutan Batubara di Kawasan Timur Indonesia
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v27i6.857
Sementara ini dalam memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat dan untuk memperbaiki fuel mix pembangkit tenaga listik, pemerintah telah dan sedang membangun sejumlah PLTU, 13 unit diantara berlokasi di KTI. Disamping itu pemerintah melalui PLN Batubara juga sedang mengembangkan pusat tambang batubara di kawasan ini terutama di Kabupaten Sorong. Nantinya salah satu pelabuhan di daerah ini yaitu Pelabuhan Sorong dijadikan sebagai pelabuhan asal batubara untuk dikirim ke sejumlah PLTU yang berada di KTI. Untuk meningkatkan efisiensi pengiriman batubara dari pelabuhan asal ke sejumlah PLTU yang lokasi tersebar di KTI tersebut, tentunya dibutuhkan model jaringan logistik yangsesuai dengan kondisi daerah perairan serta didukung oleh sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Hasil kajian menunjukkan terdapat dua model jaringan logistik yang cocok digunakan yaitu untuk tahap jangka pendek menggunakan sistem point to point, dan untuk tahap jangka panjang menggunakan sistem hub and spoke. Dengan demikian diharapkan hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi instansi terkait untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam mendistribusikan batubara terutama dari Pelabuhan Sorong ke sejumlah PLTU. Kata kunci: jaringan logistik, angkutan batubara, Kawasan Timur Indonesia
Kesiapan Sarana Transportasi Laut Dalam Pengembangan Industri Kepariwisataan di Kepulauan Seribu
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v23i3.1064
Kepulauan Seribu can be accessed only by sea vessels from Muara Angke Port and Marina Jaya Ancol north Jakarta. There are two type of ships have been services, traditional vessels and the other is speed boats. The traditional vessels are very dominan to be used eventlwugh they are very danger to be operated as a passenger vessels because they do not fulfilled the requirements especially in safeh; equipment, nevertheless they are still in operation. During its operation, vessels are loaded with passengers exceeding the permitted capacity, of course this condition is very dangerous when big wave come. In relation with to tourism activihj, the bad operational condition of the traditional vessels will cause number of tourists who visit the Kepulauan Seribu decline. T71is research was conducted based on literature study supported by the data and information from various sources. The analysis showed that the bad operation condition vessels was caused by weak law enforcement, besides that there is also a factor of lacking of understanding about the safety of ships in good voyage by the crew, and vessel operators. To improve the flaw of tourist visits to the Kepulauan Seribu, more effort is needed, mainly reconstruction of traditional vessels because it relates to the safety of human life at sea, besides that it should also imp rave understanding of various aspects of the tourism industry.Keywords : vessel, tau rism industry
Penanganan Kendaraan Bermotor Pada Kapal Angkutan Penyeberangan
Karana, Sjafril
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25104/warlit.v22i3.1076
Freight fernJ fleet has an important roe in launching the economic wheel. For that reason, the level of.ship safety would need to be nuzintnined. But in recent years are still often the case calamihJ befallingthe fernJ fleet. In accordance with kind of descripti'ue, this study prauides a clearer picture about thehandling of motor vehicle in the fleet of fernJ transport. Prinuzn1 dntn and infomuztian obtained underdirect obseniation to the boot fernJ transport.Tiiere are Parious factors thnt become the azuse of tlze accident or fire on board of the fernJ transport,including handling of ziehicles that are transported on the ship does not comply with regulations. It isslumm that the placement of motor ziehicles an fern/s deck is not yet unorganized. Space around theramp door location should be clear, but it was still loaded with drums, tliere is also a ramp door thatshould be tight closed, but now it was still slumm space wide enoughTiiere fore, to en[umce the safety of ships in their operation, niles enforcement needs to be appliedstrictly, it's tinie to apply las/zing system on each fem; in any condition. In addition, to ensure tlieenforcement of mies, supennsian needs to be clone on a regulnr basis and application of severe sanctionsis one of tlie effort tluit need to be applied, eitlier before tlie process of loading a vehicle or at tlietinie of sailing ships. So that any incident tluit occurs primarily in tlie space of vehicle ca:n be detectedas early as -possible.Keywords : zielzicle handling - safety of ferry fleet