Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Pembangunan Pelabuhan Wisata Bahari Di Kabupaten Sorong Biasane, Dewi Indira
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.068 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v28i4.589

Abstract

Pemanfaatan destinasi pariwisata bahari di Indonesia hingga saat ini masih rendah. Hal ini dikarenakan masih belum optimalnya penyediaan dan pengembangan sarana, prasarana dan sistem transportasi yang ada khususnya di Indonesia bagian timur. Seperti halnya di Kabupaten Sorong yang banyak memiliki destinasi wisata bahari yang cukup banyak. Selain dikenal sebagai pintu masuk ke destinasi wisata Raja Ampat, Sorong juga dikenal memiliki destinasi wisata bahari lain, seperti Pulau UM, Pantai Mailan Makbon, Pantai Tanjung Kasuari dan lain-lain. Keterbatasan dermaga dan kurangnya kapal yang melayani ke destinasi wisata bahari tersebut masih menjadi alasan utama. Metode analisis menggunakan analisis SWOT dan deskriptif. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa aktifitas kepelabuhanan di Sorong masih bergantung pada Pelabuhan Sorong dan belum ada pelabuhan/terminal/dermaga khusus yang melayani kegiatan wisata bahari. Oleh karena itu, dalam rangka pembangunan dan pengembangan pelabuhan untuk peruntukkan kegiatan wisata bahari dapat mempertimbangkan strategi yang telah dihasilkan menurut analisis SWOT diatas. Berdasarkan analisis SWOT, posisi pembangunan dan pengembangan pelabuhan wisata bahari di Sorong menempati kuadran III, dengan arti bahwa pembangunan dan pengembangan pelabuhan wisata bahari memiliki peluang yang sangat besar, tetapi di pihak lain memiliki kelemahan internal.
KELEMBAGAAN PELABUHAN LAUT DAN PELABUHAN PERIKANAN DI KENDARI Biasane, Dewi Indira
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v16i2.42

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan Kendari, yang ditinjau dari aspek kelembagaan dan kewenangan masing-masing instansi. Efektifitas dan efisiensi dalam lembaga penting adanya agar tujuan dari didirikannya lembaga tersebut dapat terpenuhi. Salah satu indikasi adanya tidak efektif dan efisiensi dari kedua lembaga tersebut bahwa sama-sama mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar. Metode analisis menggunakan analisis SWOT dan analisis perbandingan normatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pengelolaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan di Kendari semakin meningkat, namun demikian di salah satu sisi terjadi peningkatan tuntutan akan pertambahan sarana dan prasarana sebagi akibat meningkatnya permintaan pelayanan baik kualitas maupun kuantitas oleh pengguna pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan. Penataan kelembagaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan di Kota Kendari perlu dilakukan dengan cara inventarisasi dan harmonisasi pasal demi pasal dari peraturan perundang-undangan yang menyangkut pelaksanaan pengelolaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan, antara lain: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
RETRACTED ARTICLE: KELEMBAGAAN PELABUHAN LAUT DAN PELABUHAN PERIKANAN DI KENDARI Biasane, Dewi Indira
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v18i1.1490

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan Kendari, yang ditinjau dari aspek kelembagaan dan kewenangan masing-masing instansi. Efektifitas dan efisiensi dalam lembaga penting adanya agar tujuan dari didirikannya lembaga tersebut dapat terpenuhi. Salah satu indikasi adanya tidak efektif dan efisiensi dari kedua lembaga tersebut bahwa sama-sama mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar. Metode analisis menggunakan analisis SWOT dan analisis perbandingan normatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pengelolaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan di Kendari semakin meningkat, namun demikian di salah satu sisi terjadi peningkatan tuntutan akan pertambahan sarana dan prasarana sebagi akibat meningkatnya permintaan pelayanan baik kualitas maupun kuantitas oleh pengguna pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan. Penataan kelembagaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan di Kota Kendari perlu dilakukan dengan cara inventarisasi dan harmonisasi pasal demi pasal dari peraturan perundang-undangan yang menyangkut pelaksanaan pengelolaan pelabuhan laut dan pelabuhan perikanan, antara lain: Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, dan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
Potensi Pembangunan Pelabuhan Wisata Bahari Di Kabupaten Sorong Biasane, Dewi Indira
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v28i4.589

Abstract

Pemanfaatan destinasi pariwisata bahari di Indonesia hingga saat ini masih rendah. Hal ini dikarenakan masih belum optimalnya penyediaan dan pengembangan sarana, prasarana dan sistem transportasi yang ada khususnya di Indonesia bagian timur. Seperti halnya di Kabupaten Sorong yang banyak memiliki destinasi wisata bahari yang cukup banyak. Selain dikenal sebagai pintu masuk ke destinasi wisata Raja Ampat, Sorong juga dikenal memiliki destinasi wisata bahari lain, seperti Pulau UM, Pantai Mailan Makbon, Pantai Tanjung Kasuari dan lain-lain. Keterbatasan dermaga dan kurangnya kapal yang melayani ke destinasi wisata bahari tersebut masih menjadi alasan utama. Metode analisis menggunakan analisis SWOT dan deskriptif. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa aktifitas kepelabuhanan di Sorong masih bergantung pada Pelabuhan Sorong dan belum ada pelabuhan/terminal/dermaga khusus yang melayani kegiatan wisata bahari. Oleh karena itu, dalam rangka pembangunan dan pengembangan pelabuhan untuk peruntukkan kegiatan wisata bahari dapat mempertimbangkan strategi yang telah dihasilkan menurut analisis SWOT diatas. Berdasarkan analisis SWOT, posisi pembangunan dan pengembangan pelabuhan wisata bahari di Sorong menempati kuadran III, dengan arti bahwa pembangunan dan pengembangan pelabuhan wisata bahari memiliki peluang yang sangat besar, tetapi di pihak lain memiliki kelemahan internal.