Murwanto, Triadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAGAIMANA HARMONISASI DAMPAK PENILAIAN KINERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR KEWARGANEGARAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KEWARGANEGARAAN: SURVEY DI TENTARA NASIONAL INDONESIA DALAM MISI PERDAMAIAN PBB Murwanto, Triadi; Masyhudzulhak, Masyhudzulhak; Mulya, Hadri
Jurnal Riset Akuntansi Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Akuntansi
Publisher : Program Studi Akuntansi | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.254 KB) | DOI: 10.34010/jra.v11i2.2674

Abstract

Sumber Daya Manusia merupakan individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset Negara sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Sumber daya manusia makro merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dimiliki dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan faktor yang lain. Keterlibatan personel TNI dalam Misi Perdamaian PBB relatif terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun pertambahan jumlah personel TNI yang terlibat dalam Misi Perdamaian PBB belum diimbangi dengan pertambahan jumlah Perwira menengah/tinggi TNI yang mampu menduduki jabatan strategis di Misi Perdamaian PBB. Tujuan dari penulisan ini, untuk menyampaikan suatu pandangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan karir Perwira TNI dalam Misi Perdamaian PBB. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara. Temuan menunjukkan adanya faktor-faktor lain di pengembangan karir yang mempengaruhi keberhasilan Perwira menengah/tinggi TNI dalam bersaing menduduki jabatan strategis di Misi Perdamaian PBB. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikasi, dengan menggunkan alat analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja, pengembangan karir berpengaruh terhadap motivasi kerja. Katakunci : Penilaian Kinerja, Pengembangan Karir, Motivasi Kerja Kewarganegaraan. Sumber Daya Manusia merupakan individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset Negara sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Sumber daya manusia makro merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dimiliki dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan faktor yang lain. Keterlibatan personel TNI dalam Misi Perdamaian PBB relatif terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun pertambahan jumlah personel TNI yang terlibat dalam Misi Perdamaian PBB belum diimbangi dengan pertambahan jumlah Perwira menengah/tinggi TNI yang mampu menduduki jabatan strategis di Misi Perdamaian PBB. Tujuan dari penulisan ini, untuk menyampaikan suatu pandangan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan karir Perwira TNI dalam Misi Perdamaian PBB. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara. Temuan menunjukkan adanya faktor-faktor lain di pengembangan karir yang mempengaruhi keberhasilan Perwira menengah/tinggi TNI dalam bersaing menduduki jabatan strategis di Misi Perdamaian PBB. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikasi, dengan menggunkan alat analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja, pengembangan karir berpengaruh terhadap motivasi kerja. Katakunci : Penilaian Kinerja, Pengembangan Karir, Motivasi Kerja Kewarganegaraan.
PENGEMBANGAN KARIR DAN KOMPETENSI PERWIRA TNI (TENTARA NASIONAL INDONESIA) DALAM MISI PERDAMAIAN PBB: STUDI KASUS INDONESIA triadi murwanto
Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Vol 2, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jdm.v2i1.6808

Abstract

The current strategic environment in the world shows that there is a greater potential for intrastate conflict, especially in third world countries. The United Nations as a world body has held a UN Peacekeeping Mission as an instrument to create peace in countries which undergo multidimensional conflict. Indonesia has sent its personnel in the UN Peacekeeping Mission since 1957 through the sending of the 1st Garuda  Contingent to the UNEF Mission in Sinai. At present Indonesia has sent a Garuda contingent in various UN Peacekeeping regions in the world. The involvement of TNI personnel in the UN Peacekeeping Mission has continued to increase from year to year. But the increase in the number of TNI personnel involved in the UN Peacekeeping Mission has not been accompanied by an increase in the number of middle / high ranked TNI officers who are able to hold strategic positions at the UN Peacekeeping Mission. This paper aims to convey a view on the career development of TNI Officers in the UN Peacekeeping Mission. This research uses qualitative methods through literature studies and interviews. The findings indicate the need to synchronize the system of career development and education for TNI Officers in the UN Peacekeeping Mission in order to have a competitive advantage in competing to hold some strategic positions in the UN Peacekeeping Mission.