Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Daya Narasi Ruang Ide dalam Novel dan Ruang Gerak pada Film (Perbandingan Novel dan Film Dilan 1990) Sugiyanto, Bagus Ajy Waskyto
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 1 No. 1 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.905 KB) | DOI: 10.24076/PIKMA.2018v1i1.382

Abstract

Narasi dalam setiap medium komunikasi memiliki karakteristik yang berbeda. Jika pada medium cetak menggunakan aspek verbal, pada medium film akan menggunakan aspek visual. Claude Bremond menjelaskan proses perpindahan novel ke dalam film memang dapat dilakukan, tetapi aspek narasi yang utuh hanyalah aspek cerita saja. Lalu, menjadi pertanyaan penting dalam artikel ini untuk melihat daya narasi manakah yang khas dari kedua medium tersebut. Pemilihan objek materiil pada novel dan film Dilan 1990 disebakan untuk mecari komparasi adegan yang seimbang. Mengingat filmnya sendiri adalah hasil konversi dari novel. Hasil pembahasan menunjukan daya narasi novel untuk menggiring pembacanya pada pemahaman ruang ide tokoh-tokohnya, sedangkan film memiliki daya narasi pada ruang gerak yang sifatnya simultan.
Hibriditas Budaya Jawa dan Budaya Barat di Museum Keraton Yogyakarta Sugiyanto, Bagus Ajy Waskyto
Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi JMIK Vol. 6 No. 1, Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimk.v6i1.107

Abstract

Artefak museum tidaklah cukup dilihat dari kacamata rekreasional tetapi juga harus dipandang secara historis dan sosial. Pendirian museum di Yogyakarta tidak lepas dari semangat orientalisme Java Institute. Museum Keraton Yogyakarta adalah  museum pertama yabg didirikan oleh masyarakat lokal. Di sinilah persinggungan budaya Barat dan Timur bertemu dan bernegosiasi hingga mengahsilkan hibriditasi identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses negosiasi budaya Barat dan Jawa dalam penciptaan hibriditasi identitas dalam museum Keraton Yogyakata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memfokuskan pencarian makna akan data yang didapat dari fenomena. Temuan penelitian memperlihatkan proses persinggungan Barat dan lokal ini menghasilkan sebuah proses mimikri kebudayaan yang merupakan bentuk resitensi.  Proses mimikri MKY pada Museum Sonobudoyo adalah konsepsi atas museum dan merupakan ruang pameran atas kekuasaan. Perbedaannya adalah, jika Java Institute menggunakan Museum Sonobudoyo sebagai ruang kuasa atas pengetahuan budaya ketimuran, dalam MKY adalah ruang kuasa atas Timur (Jawa) yang sejajar dengan Barat (kolonial). Hibriditasi identitas antara Jawa dan Barat ini menghasilkan  identitas Jawa Modern yakni bentuk identitas Jawa yang telah mengalami modifikasi bentuk.