Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASPEK SOSIAL DAN NILAI SOSIOLOGIS YANG TERDAPAT PADA CERPEN “MATSURI NO BAN” KARYA KENJI MIYAZAWA Ratnasari, Imelda; Windhasari, Fadma
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 6 No 1 (2019): Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.725 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v6i1.1425

Abstract

Penelitian ini berisi informasi mengenai aspek sosial dan nilai sosiologis yang terdapat pada karya sastra “Matsuri no Ban” karya Kenji Miyazawa, khususnya membahas bentuk penindasan dan konsep balas budi yang terjadi akibat rasa kasihan, bentuk penindasan yang dilakukan oleh tokoh dalam cerpen yaitu bullying verbal, bullying fisik, dan bullying hubungan. Sedangkan nilai-nilai atau kewajiban membalas budi yang merasuk dalam kehidupan masyarakat Jepang yang juga kental mewarnai isi dari cerpen. Untuk mengkaji rumusan masalah digunakan teori yang berkaitan dengan karya sastra, sosiologi sastra, aspek sosial, penindasan, nilai sosial, dan konsep balas budi dalam masyarakat Jepang yang terdiri dari on, gimu, dan giri. Selanjutnya, data penelitian dikaji dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini yakni penemuan aspek sosial berupa penindasan sekelompok tokoh kepada tokoh tokoh yang lain, aspek nilai berupa konsep balas budi yang dikenal dengan ongaeshi. Kata kunci: Sosiologi Sastra, Penindasan, Konsep Balas Budi, Karya Sastra Jepang
PEMBENTUKAN DAN ARTI JODOUSHI YOUDA DALAM CERPEN “KIBOU NO KUNI NO EKUSODASU Windhasari, Fadma
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 5 No 2 (2018): Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.329 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v5i2.1642

Abstract

Jodoushi adalah kata kerja bantu dalam bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan agar pembelajar bahasa Jepang mampu merangkai kalimat dengan jodoushi youda secara baik dan dapat mendeskripsikan arti yang dikandungnya. Dengan metode analisis deskriptif kualitatif, data yang diperoleh dari kajian pustaka yaitu cerpen berjudul kibou no kuni no ekusodasu karya Murakami Ryuu dikelompokkan berdasarkan pembentukan dan arti. Hasilnya ditemukan bahwa berdasarkan pembentukan kalimat, jodoushi youda dikelompokkan dalam 4 bagian diantaranya (1) jodoushi you + kopula sebanyak 14 buah, (2) jodoushi you + na sebanyak 64 buah, (3) jodoushi you + ni sebanyak 40 buah dan (4) ka no + jodoushi youni sebanyak 2 buah. Selain pembagian di atas, ditemukan pula jodoushi youda yang berdiri sendiri tanpa partikel maupun kopula sebanyak 2 buah. Selanjutnya, menurut  artinya, jodoushi youda dikelompokkan ke dalam 9 bagian, yaitu (1) kiasan sebanyak 19 buah, (2) pemberian contoh 20 buah, (3) pemberian contoh sebagai penjelasan kalimat sebanyak 12 buah, (4) menunjukkan isi suatu hal sebanyak 16 buah, (5) dugaan tidak pasti atau sebagai penghalus kalimat sebanyak 38 buah, (6) tujuan yang diinginkan pembicara sebanyak 4 buah, (7) kalimat perintah sebanyak 5 buah, (8) perubahan dari suatu titik sebanyak 5 buah (9) serta kegiatan atau kebiasaan yang sengaja dilakukan sebanyak 3 buah.Kata kunci: Jodoushi Youda
ASPEK SOSIAL DAN NILAI SOSIOLOGIS YANG TERDAPAT PADA CERPEN “MATSURI NO BAN” KARYA KENJI MIYAZAWA Ratnasari, Imelda; Windhasari, Fadma
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 6 No 1 (2019): Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.725 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v6i1.1425

Abstract

Penelitian ini berisi informasi mengenai aspek sosial dan nilai sosiologis yang terdapat pada karya sastra “Matsuri no Ban” karya Kenji Miyazawa, khususnya membahas bentuk penindasan dan konsep balas budi yang terjadi akibat rasa kasihan, bentuk penindasan yang dilakukan oleh tokoh dalam cerpen yaitu bullying verbal, bullying fisik, dan bullying hubungan. Sedangkan nilai-nilai atau kewajiban membalas budi yang merasuk dalam kehidupan masyarakat Jepang yang juga kental mewarnai isi dari cerpen. Untuk mengkaji rumusan masalah digunakan teori yang berkaitan dengan karya sastra, sosiologi sastra, aspek sosial, penindasan, nilai sosial, dan konsep balas budi dalam masyarakat Jepang yang terdiri dari on, gimu, dan giri. Selanjutnya, data penelitian dikaji dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini yakni penemuan aspek sosial berupa penindasan sekelompok tokoh kepada tokoh tokoh yang lain, aspek nilai berupa konsep balas budi yang dikenal dengan ongaeshi. Kata kunci: Sosiologi Sastra, Penindasan, Konsep Balas Budi, Karya Sastra Jepang
PEMBENTUKAN DAN ARTI JODOUSHI YOUDA DALAM CERPEN “KIBOU NO KUNI NO EKUSODASU Windhasari, Fadma
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 5 No 2 (2018): Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.329 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v5i2.1642

Abstract

Jodoushi adalah kata kerja bantu dalam bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan agar pembelajar bahasa Jepang mampu merangkai kalimat dengan jodoushi youda secara baik dan dapat mendeskripsikan arti yang dikandungnya. Dengan metode analisis deskriptif kualitatif, data yang diperoleh dari kajian pustaka yaitu cerpen berjudul kibou no kuni no ekusodasu karya Murakami Ryuu dikelompokkan berdasarkan pembentukan dan arti. Hasilnya ditemukan bahwa berdasarkan pembentukan kalimat, jodoushi youda dikelompokkan dalam 4 bagian diantaranya (1) jodoushi you + kopula sebanyak 14 buah, (2) jodoushi you + na sebanyak 64 buah, (3) jodoushi you + ni sebanyak 40 buah dan (4) ka no + jodoushi youni sebanyak 2 buah. Selain pembagian di atas, ditemukan pula jodoushi youda yang berdiri sendiri tanpa partikel maupun kopula sebanyak 2 buah. Selanjutnya, menurut  artinya, jodoushi youda dikelompokkan ke dalam 9 bagian, yaitu (1) kiasan sebanyak 19 buah, (2) pemberian contoh 20 buah, (3) pemberian contoh sebagai penjelasan kalimat sebanyak 12 buah, (4) menunjukkan isi suatu hal sebanyak 16 buah, (5) dugaan tidak pasti atau sebagai penghalus kalimat sebanyak 38 buah, (6) tujuan yang diinginkan pembicara sebanyak 4 buah, (7) kalimat perintah sebanyak 5 buah, (8) perubahan dari suatu titik sebanyak 5 buah (9) serta kegiatan atau kebiasaan yang sengaja dilakukan sebanyak 3 buah.Kata kunci: Jodoushi Youda