Meningkatnya jumlah penduduk dan semakin berkembangnya kegiatan perekonomian di kota besar mengakibatkan semakin meningkat kebutuhan akan tempat tinggal. Hunian merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Seiring berjalannya waktu, rumah tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar tetapi juga berfungsi sebagai suatu investasi. Hal ini menimbulkan adanya preferensi dari diri konsumen dalam menentukan hunian mereka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih hunian mereka khususnya produk properti rumah tinggal bagi kalangan menengah di kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner yang disebar melalui google form dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan parameter ideal housing. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan atau referensi dalam merancang maupun menyediakan arsitektur yang berkelanjutan (sustainable) yang tepat sesuai dengan preferensi konsumen dalam memilih hunian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga variabel penting dalam memilih hunian mereka yaitu lokasi, keamanan, dan status kepemilikan. Mayoritas responden memilih lokasi tinggal di pinggiran kota dimana mereka dapat menghindari kepadatan penduduk di kota. Keamanan berkaitan dengan rasa aman yang merupakan kebutuhan dasar manusia sebelum manusia dapat beraktivitas. Dari status kepemilikan, mayoritas responden memilih status kepemilikan hak milik bangunan.