Gunadi, Wasis
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROSPEK DAN STRATEGI BERSAING PADA INDUSTRI FESYEN Gunadi, Wasis
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 10 No 1 (2020): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2275.214 KB) | DOI: 10.35968/m-pu.v10i1.367

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang menggunakan metoda Analisis Deskriptif dan AnalisisStruktur Industri. Telaah deskriptif dan struktur industri ini digunakan untuk mengetahui prospek danmenyusun strategi bersaing pada industri fesyen di Indonesia.Industri fesyen merupakan salah satu dai 16 kelompok industri kreatif, yang memberikan kontribusiterhadap PDB nasional Indonesia sebesar 3,76 % pada 2017. Industri fesyen juga masih menjadi salah satupenghasil devisa terbesar, dengan nilai ekspor sampai Juli 2018 sebesar US$ 8.2 miliiar (Rp. 122 triliun),yang bertumbuh 8,7%. Produk fesyen Indonesia mampu menguasai 1,9% pasar dunia. Pelaku usaha padaIndustri Fesyen ini sebagian besar adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia yangseluruhnya berjumlah hampir 60 juta orang. Industri fesyen memiliki peluang yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. Melimpahnyasumber daya manusia (sumber ide kreatif), sumberdaya alam (sebagai sumber bahan baku), suku dengankeaneragaman budayanya, semakin terbukanya pasar (khususnya pasar ekspor), serta dukungan penuh dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah, menjadi unsur-unsur utama bagi tumbuh dan berkembangnyaindustri fesyen.Hasil analisis struktur industri fesyen menunjukkan bahwa ancaman yang berasal dari pendatangbaru adalah tinggi, ancaman dari produk substitusi adalah rendah, bargaining power of buyer relativerendah, bargaining power of supplierrelatif rendah, seeangkan intensitas persaingan antar pelaku usahafesyen adalah tinggi dalam negeri dan rendah untuk pasar luar negeri.Berdasarkan kondisi SWOT dan hasil analisis struktur industi fesyen, maka penerapan strategi CostLeaderships lebih tepat bagi pelaku usaha fesyen penghasil produk standard yang mengandalkan bahanbaku lokal. Strategi Product Differentiation menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha fesyen eksklusifkhususnya yang berorientasi ekspor. Sedangkan strategi Focus pada umumnya diterapkan oleh pelaku usahafesyen yang melayani kebutuhan produk fesyen yang berkaitan dengan dan beridentitaskan adat dan budaya.Kemitraaan antara eksportir (inti) dan pelaku usaha fesyen mitranya (plasmanya) juga dapat ditempuhuntuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi berbasis kebersamaan. Azka Fashion merupakan salah satupelaku usaha eksportir fesyen yang sukses mengembangkan usaha fesyen berbasis kemitraan. Produkandalan Azka Fashion adalah busana muslim yang serba guna, kreatif, dan selalu di up date sesuai dengantuntutan perkembangan pasar.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE PADA LAZADA, PADA PENGGUNA LAZADA DI DAERAH JAKARTA TIMUR P., Reza Syahdewo; Gunadi, Wasis
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 10 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.302 KB) | DOI: 10.35968/m-pu.v10i2.435

Abstract

Research aims to determine if the quality of service and consumer confidence affect the Onlinepurchase decision on Lazada in East Jakarta, From the population consisting of users of Lazada both in EastJakarta area especially in the area Halim Perdanakusuma, Cijantung, Kampong Makasar, and LubangBuaya, taken samples consisting of 97 respondents.The method of analysis used is a quantitative descriptive method, namely by collecting primary andsecondary data to obtain the necessary statistical values, hereinafter drawn conclusions through partial andsimultaneous hypothesis testing of multiple linear regression. The result of this research is that the influenceof independent variables against dependent variables is indicated by a regression equation: Y = 1,972 +0.075 X1 + 0.384 X2, where Y = Online Purchase Decision on Lazada, X1 = Service Quality, and X2 =Consumer Confidence, where α = 5%: Quality of service partially does not affect the online purchasedecision on Lazada. This is demonstrated by the test statistical value: t-count = 1,736 < t-table = 1.98522, andor sig = 0.85 > α = 0.05. The consumer confidence in a partial has a significant effect on the onlinepurchase decision on Lazada. This is demonstrated by the statistical value of the test: t-count = 6,909 > T-table = 1,986, and or sig = 0.000 > 0.05. The quality of service and consumer confidence jointly has a significanteffect on the online buying decision on Lazada. This is demonstrated by the test statistical value: Fcount =177,508 > Ftable = 2.36, and or sig = 0.00 < 0.05.The coefficient of determination (R2) test indicates that R2is 0.786 which means that 78.6% data ofservice quality and consumer confidence variables can explain the online purchase decision variable, whilethe the remaining 21.4% is explained by other factors not addressed in this study.Keywords: Quality of service, consumer confidence, purchase decision.
PROSPEK DAN STRATEGI BERSAING PADA INDUSTRI FURNITURE BERBAHAN BAKU KAYU JATI Gunadi, Wasis
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 11 No 1 (2021): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/m-pu.v11i1.601

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang menggunakan metoda Analisis Deskriptif dan Analisis Struktur Industri. Telaah deskriptif dan struktur industri ini digunakan untuk mengetahui prospek dan menyusun strategi bersaing pada ndustri furniture berbahan baku kayu jati di Indonesia.Nilai ekspor industri furniture meningkat hingga sebesar 1,95 miliar dollar AS pada 2019, atau naik sebesar 14,6% dari tahun 2018 (Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka/Dirjen IKMA Kemenperin, 14 Maret 2020). Lebih lanjut Dirjen IKMA Kemenperin mengatakan bahwa dilihat dari posisi ekspor furniture di Asia, Indonesia menduduki posisi ke lima setelah Cina, Vietnam, Malaysia dan Cina Taipei.Industri furniture memiliki peluang yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. Melimpahnya sumber daya manusia, sumberdaya alam, suku dengan keaneragaman budayanya, semakin terbukanya pasar (khususnya pasar ekspor), serta dukungan penuh dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah, menjadi unsur-unsur utama bagi tumbuh dan berkembangnya industri furniture.Berdasarkan kondisi SWOT dan hasil analisis struktur industri furniture berbahan baku kayu jati, maka strategi bersaing yang sebaiknya ditempuh oleh pelaku usaha pada industri ini adalah (Overall) Cost Leaderships dan Product Differentiation. Kemitraaan antara eksportir (inti) dan pelaku usaha furniture mitranya (plasmanya) juga dapat ditempuh khususnya untuk menumbuh-kembangkan kemampuan ekspor dari plasma yang sebagian besar adalah UMKM. Agar strategi tersebut di atas dapat diimplementasikan dengan baik, maka diperlukan upaya-upaya sinergis yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat.  Key words: cost leaderships, product differentiation.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA MODA TRANSPORTASI OJEK ONLINE (Studi Kasus pada Gojek/Go Ride di Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur) Alfian, Ridho; Gunadi, Wasis
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 11 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/m-pu.v11i2.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan pada moda transportasi ojek online (Studi Kasus pada Gojek/Go-Ride di Kelurahan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur). Populasi penelitiannya adalah para pengguna layanan Gojek (Go-Ride) yang telah menggunakan jasanya dua kali atau lebih di Kelurahan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Dikarenakan terbatasnya sumberdaya, maka penelitian ini menggunakan  sampling, yaitu Purposive Random Sampling, yang menghasilkan sampel berukuran 100 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada taraf nyata 5%, baik secara parsial maupun simultan, Kualitas Pelayanan dan atau Kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan pada moda transportasi ojek online, yang ditunjukkan oleh persamaan regresi:Y = 17,129 + 0,719 X1 + 0,819 X2, dimana:Y=Kepuasan Pelanggan, X1=Kualitas Pelayanan dan X2=Kepercayaan. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Pelangganan adalah sebesar 50,8%, yang merupakan koefisien determinasi dari persamaan regresi tersebut di atas Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepercayaan, Kepuasan Pelanggan, Ojek Online.
PENGARUH CITRA MEREK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DALAM MENGGUNAKAN INDIHOME FIBER DI DAERAH LUBANG BUAYA JAKARTA TIMUR Utami, Amelia Anggraini; Gunadi, Wasis
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 12 No 1 (2022): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/m-pu.v12i1.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perngaruh citra merek dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan dalam menggunakan Indihome Fiber di daerah Lubang Buaya Jakarta Timur. Populasi penelitiannya adalah konsumen yang menggunakan jasa Telkom Indihome di daerah Jakarta Timur, khususnya wilayah Lubang Buaya, yang jumlahnya tidak dapat diketahui dengan pasti. Dikarenakan terbatasnya sumberdaya, maka penelitian ini menggunakan sampling, yaitu Purposive Random Sampling, yang menghasilkan sampel berukuran 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada taraf nyata 5%, baik secara parsial maupun simultan, Citra Merek dan atau Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan, yang ditunjukkan oleh persamaan regresi: Y = 13,792 + 0,747X1 + 0,486X2, dimana:Y = Kepuasan Pelanggan, X1 = Citra Merek dan X2 = Kualitas Pelayanan. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh citra merek dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada internet kabel Indihome Fiber yang sebesar 45,9%, yang menjelaskan perlunya diteliti lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, terutama faktor kualitas produk Indihome Fiber.Kata Kunci: Citra Merek, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan, Indihome Fiber.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK BISKUIT TERHADAP VOLUME PENJUALAN PT. MAKINDO PERDANA Putri, Olyvia Darma; Gunadi, Wasis
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 12 No 2 (2022): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/m-pu.v12i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan atau  pengembangan produk  terhadap volume penjualan biskuit PT. Makindo Perdana di Jakarta. Populasi yang diamati adalah karyawan dari perusahaan pemaklon di PT. Makindo Perdana, yang terdiri atas 35 karyawan dari 14 perusahaan, yang bertanggung jawab atas pembelian biskuit produksi PT. Makindo Perdana. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan demikian sampelnya terdiri dari 35 karyawan tersebut di atas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada taraf nyata lima persen, kualitas pelayanan berpengaruh secara parsial tehadap volume penjualan PT. Makindo Perdana, pengembangan produk berpengaruh secara parsial tehadap volume penjualan PT. Makindo Perdana, serta kualitas pelayanan dan pengembangan produk berpengaruh secara simultan tehadap volume penjualan PT. Makindo Perdana, yang ditunjukkan oleh persamaan regresi: Y = 7,023 + 0,300 X1+ 1,092 X2, dimana X1  = Kualitas Pelayanan, X2  = Pengembangan Produk, Y = Volume Penjualan. Pengaruh simultan kualitas pelayanan dan pengembangan produk terhadap volume penjualan PT Makindo Perdana adalah sebesar 89,8%, sedangkan  sisanya sebesar 10,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.Kata kunci: Kualitas pelayanan, pengembangan produk dan volume penjualan