This Author published in this journals
All Journal Metalurgi
Adnyana, Dewa Nyoman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOROSI RETAK TEGANG PADA PIPA SUPERHEATER KETEL UAP YANG BARU DIBANGUN [STRESS CORROSION CRACKING OF CAGE SUPERHEATER TUBES OF A NEWLY BUILT BOILER] Adnyana, Dewa Nyoman
Metalurgi Vol 32, No 3 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 3 Desember 2017
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.454 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v32i3.357

Abstract

A number of cage superheater tubes of a newly built steam boiler have been leaking during boiler?s first start-up commissioning. Leaking occurred when the boiler had just reached a pressure of 23.7 barg and temperature 405 °C from the intended operating pressure of 53 barg and temperature of 485 °C. Type of failure and factors that may have caused the leakage of the cage superheater tube are discussed in this paper. The metallurgical assessment was conducted by preparing a number of specimens from the as received leaked cage superheater tube. Various laboratory examinations were performed including macroscopic examination, chemical composition analysis, metallographic examination, hardness test and SEM (scanning electron microscopy) examination equipped with EDS (energy dispersive spectroscopy) analysis. Results of the metallurgical assessment obtained show that the leaked cage superheater tubes have been experiencing stress-corrosion cracking (SCC) caused by the combined effect of corrosion and tensile stress. The corrosion agent that may have been responsible for the occurrence of SCC in the tube was mostly due to caustic sodium (Na) and other elements in a lesser extent such as Ca, Cl, S and P.AbstrakSejumlah pipa penukar panas lanjut pada sebuah ketel uap yang baru dibangun diketemukan bocor selama operasi komisioning yang pertama. Kebocoran terjadi ketika ketel uap baru saja mencapai tekanan 23,7 barg dan temperatur 405 °C dari tekanan dan temperatur operasi yang direncanakan yaitu 53 barg dan 485 °C. Dalam makalah ini dibahas jenis kerusakan dan faktor-faktor yang kemungkinan telah menyebabkan terjadinya kebocoran pada pipa penukar panas lanjut tersebut. Penelitian/pengujian metalurgi telah dilakukan dengan mempersiapkan sejumlah benda uji yang diperoleh dari salah satu potongan pipa yang bocor tersebut. Berbagai pengujian laboratorium telah dilakukan meliputi: uji makro, analisa komposisi kimia, uji metalografi, uji kekerasan dan uji SEM (scanning electron microscopy) yang dilengkapi dengan analisis EDS (energy dispersive spectroscopy). Hasil penelitian/pengujian metalurgi yang diperoleh menunjukkan bahwa pipa penukar panas lanjut yang bocor tersebut telah mengalami retak korosi tegangan yang disebabkan oleh efek kombinasi antara korosi dan tegangan tarik. Unsur korosif yang kemungkinan dapat menimbulkan terjadinya retak korosi tegangan pada pipa penukar panas lanjut adalah kaustik sodium (Na) dan elemen-elemen lainnya pada tingkatan yang relatif rendah seperti Ca, Cl, S dan P.
FAILURE OF HEAT EXCHANGER RETURN BEND DUE TO LONG-TERM LOCALIZED OVERHEATING [KERUSAKAN PADA PIPA BELOKAN U ALAT PENUKAR KALOR AKIBAT PANAS BERLEBIH SECARA LOKAL DALAM JANGKA PANJANG] Adnyana, Dewa Nyoman
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.848 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.463

Abstract

A return bend of a heat exchanger had failed due to bursting after it had been only about 2.5 years in service. The heat exchanger was used to transfer heat from hot combustion gas on the shell side to the feedstock oil on the tube side. Type and factors that may have caused the return bend bursting are discussed in this paper. The metallurgical assessment was conducted by preparing a number of specimens from the as-received burst and unburst return bends. Various laboratory examinations were performed including visual and macroscopic examination, chemical analysis, metallographic examination, hardness testing, and scanning electron microscopy equipped with energy-dispersive spectroscopy analysis. Results of the metallurgical assessment obtained showed that the burst return bend had been experiencing fracture overload due to local hot spot or long-term localized overheating occurred on the outer bend external surface. The long-term localized overheating was most likely caused by formation of fouling deposit that was built up on the outer bend internal surface, leading to increase the corrosion rate significantly and resulted in excessive metal loss or thinning occurred on the outer bend external surface. Consequently, the hoop stress at the outer bend section had been increasing significantly and eventually the working pressure of the feedstock oil on the tube side could burst the return bend wall thereonAbstrakTulisan ini menyajikan penelitian yang dilakukan pada sebuah belokan pipa U (return bend) pada sebuah alat  penukar kalor yang mengalami kerusakan (pecah) setelah beroperasi hanya dalam waktu 2,5 tahun. Alat penukar kalor tersebut digunakan untuk memindahkan panas dari gas panas hasil pembakaran pada sisi bejana/tabung ke  dalam bahan baku minyak (feedstock oil) pada sisi pipa. Material belokan pipa U tersebut dibuat dari baja karbon dengan standar ASTM A-234 Gr.WPB, memiliki diameter 2 inch dan tebal SCH 80. Penelitian berupa observasi dan pengujian metalurgi dilaksanakan dengan menyiapkan sejumlah sampel material dari belokan pipa U, baik yang sudah pecah maupun yang tidak pecah. Pengujian yang dilakukan meliputi uji visual dan makro, analisa kimia, uji metalografi, uji kekerasan dengan metoda Vickers dan SEM (scanning electron microscopy) - EDS (energy dispersive spectroscopy).  Hasil pengujian metalurgi menunjukkan bahwa pipa belokan U yang pecah mengalami kerusakan akibat beban berlebih yang dipengaruhi oleh local hot spot atau panas berlebih secara lokal dalam jangka panjang (long-term localized overheating). Akibatnya, tegangan yang bekerja pada dinding belokan pipa U mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga pada akhirnya tekanan operasi yang terjadi pada bahan  baku minyak di dalam  pipa dapat merobek atau memecahkan bagian dinding belokan pipa U tersebut.