Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONFLIK DI KAWASAN TANDUK AFRIKA: ERITREA DAN ETHIOPIA TETANGGA YANG SULIT AKUR Erlina, Meri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.064 KB)

Abstract

Eritrea dan Ethiopia adalah dua negara yang terletak di kawasan Tanduk Afrika.Bila dilihat dari sejarahnya Eritrea pernah menjadi bagian dari negara Ethiopiasebelum Eritrea memerdekakan diri pada tahun 1993. Paska kemerdekaan Eritreakedua negara telah membentuk komisi bersama untuk menentukan status resmi dariwilayah perbatasan yang menjadi persengketaan bersama. Hubungan antara keduanegara bukannya malah membaik, tetapi justru malah semakin memanas.Puncaknya menjelang abad ke-20, dimana kedua negara terlibat perang palingberdarah di kawasan Tanduk Afrika. Kedua tetangga ini terlibat perang padatahun 1998. Baik Eritrea dan Ethiopia selama terjadi perang terbuka, masingmasing pihak mengerahkan ratusan ribu tentara. Selama terjadi perang terbukayang memperebutkan wilayah perbatasan kedua negara banyak kehilangan ratusanribu warganya. Hingga akhirnya perang terbuka ini dapat diakhiri pada tahun2000. Dalam penelitian ini akan memaparkan jalannya perang terbuka antaraEritrea dan Ethiopia, melihat akar konflik melalui konsep anarki dan balance ofpower, dan resolusi konflik.Kata kunci: Eritrea, Ethiopia, Konsep Anarki, Balance of Power dan Resoles Konflik.
Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Mohammad Sjafei: Analisis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Serta Relevansinya dalam Kurikulum Merdeka Erlina, Meri; Wiyanarti, Erlina
Jurnal Artefak Vol 13, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v13i1.24169

Abstract

Contemporary Indonesian education faces the challenge of producing graduates who are intellectually competent while rooted in national values. However, systematic philosophical reconstruction of national education thinkers as a foundation for the Merdeka Curriculum remains limited. This study aims to reconstruct Mohammad Sjafei’s educational philosophy through ontological, epistemological, and axiological analysis, map its position within pragmatism, essentialism, and progressivism, and identify its relevance to history learning. The study employed a qualitative method using a philosophical-historical literature approach and conceptual content analysis of Sjafei’s works and authoritative secondary sources. The findings reveal that Sjafei’s educational philosophy is grounded in the concept of integral humanity, contextual experience, and national character formation, reflected in the principle of “Alam Terkembang Jadi Guru” and the active-creative educational system of INS Kayutanam. The study contributes a synthesis of Western educational philosophy and local Indonesian epistemology as a reconstructive framework for place-based history pedagogy and strengthening the Pancasila Student Profile.