Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PRESSURE WINDOW UNTUK PENGOPERASIAN AERATED DILLING TERHADAP GHEOTERMAL Martasari, Rial Dwi; Pradana, Ghifari Yoga; Pratama, Raka Aditya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerated Drilling yang telah dimanfaatkan untuk menembus zona potensial sumur geothermal penting untuk dinilai agar bisa berjalan optimal. Analisis kinerja pengeboran aerasi dengan menggunakan pressure window telah disiapkan untuk dijadikan referensi dalam praktek di lapangan sumur panas bumi dalam mengatasi permasalahan selama pengeboran guna meningkatkan produktivitas reservoir panas bumi. Sumur panas bumi yang didominasi fraktur di dalamnya cenderung mempengaruhi kemampuan lumpur dalam proses pengeboran. Tekanan kolom tembaga berkurang karena penambahan fasa gas menyebabkan lumpur yang digunakan secara teknis relevan diimbangi oleh kebersihan sumur bor. Penentuan jendela tekanan dibuat dengan memberikan volume yang tepat berkisar antara fase gas dan liquid dalam sistem sirkulasi lumpur, dibatasi oleh kemampuan membersihkan peralatan sumur bor dan peralatan pendukung permukaan. Pengamatan dilakukan pada aerasi simulasi aerasi di sumur geotermal seluas 2.500 meter. Zona retak diperkirakan berada pada kedalaman 1500 meter dengan lintasan sedikit 12-1 / 4 dan 9-7 / 8. Campuran lumpur 800-900 gpm dan 1500 scfm udara digunakan untuk perhitungan dasar. Kepadatan dan viskositas bahan bakar aerasi sama dengan tekanan dan sebaliknya membuat lumpur pengeboran memiliki lebih banyak daya untuk mengangkat pemotongan. Nilai kecepatan annular yang melebihi batas minimum (36 mpm), Ca di bawah 1% dan kecepatan transportasi menunjukkan 90-95% pemindahan pemotongan kemampuan optimal. Hasil ini akan digunakan untuk analisis jendela tekan. Dengan demikian pengeboran aerasi dinilai memiliki kinerja yang baik dalam pengeboran reservoir rekah panas bumi yang merupakan zona potensial. Makalah ini diakhiri dengan kinerja aerasi pada setiap kedalaman dan diverifikasi bahwa metode pengeboran aerob lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah.
ANALISIS PRESSURE WINDOW UNTUK PENGOPERASIAN AERATED DILLING TERHADAP GHEOTERMAL Martasari1, Rial Dwi; Pradana, Ghifari Yoga; Pratama, Raka Aditya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.788 KB)

Abstract

Aerated Drilling yang telah dimanfaatkan untuk menembus zona potensial sumur geothermal penting untuk dinilai agar bisa berjalan optimal. Analisis kinerja pengeboran aerasi dengan menggunakan pressure window telah disiapkan untuk dijadikan referensi dalam praktek di lapangan sumur panas bumi dalam mengatasi permasalahan selama pengeboran guna meningkatkan produktivitas reservoir panas bumi. Sumur panas bumi yang didominasi fraktur di dalamnya cenderung mempengaruhi kemampuan lumpur dalam proses pengeboran. Tekanan kolom tembaga berkurang karena penambahan fasa gas menyebabkan lumpur yang digunakan secara teknis relevan diimbangi oleh kebersihan sumur bor. Penentuan jendela tekanan dibuat dengan memberikan volume yang tepat berkisar antara fase gas dan liquid dalam sistem sirkulasi lumpur, dibatasi oleh kemampuan membersihkan peralatan sumur bor dan peralatan pendukung permukaan. Pengamatan dilakukan pada aerasi simulasi aerasi di sumur geotermal seluas 2.500 meter. Zona retak diperkirakan berada pada kedalaman 1500 meter dengan lintasan sedikit 12-1 / 4 dan 9-7 / 8. Campuran lumpur 800-900 gpm dan 1500 scfm udara digunakan untuk perhitungan dasar. Kepadatan dan viskositas bahan bakar aerasi sama dengan tekanan dan sebaliknya membuat lumpur pengeboran memiliki lebih banyak daya untuk mengangkat pemotongan. Nilai kecepatan annular yang melebihi batas minimum (36 mpm), Ca di bawah 1% dan kecepatan transportasi menunjukkan 90-95% pemindahan pemotongan kemampuan optimal. Hasil ini akan digunakan untuk analisis jendela tekan. Dengan demikian pengeboran aerasi dinilai memiliki kinerja yang baik dalam pengeboran reservoir rekah panas bumi yang merupakan zona potensial. Makalah ini diakhiri dengan kinerja aerasi pada setiap kedalaman dan diverifikasi bahwa metode pengeboran aerob lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah. Kata Kunci: Aerated Drilling, Fractures dan Pressure Window
Inovasi Lapis Pondasi Atas CTB (Cement Treated Base) Menggunakan Subtitusi Pofa dan Limbah Cangkang Kerang Hijau Pratama, Raka Aditya
Jurnal Proyek Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2023): September
Publisher : Civil Infrastructure Engineering and Architectural Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.2023.19633

Abstract

During the current administration, the construction sector, especially toll road infrastructure in Indonesia, has increased. This will increase the amount of cement production to meet construction needs. Even though the cement industry is one of the contributors to gas emissions. In addition, the plantation sector can be optimized as an alternative construction material. Such as palm shell waste (POFA), which contains the same content as cement. The fisheries sector can also be optimized as an alternative construction material. such as green mussel shells which have the same content as cement, which is pozzolanic. Based on these problems, the purpose of this research is to optimize palm oil shell waste and green mussel shells as cement substitution materials in CTB to reduce gas emissions. The method used is research and experimentation by partially substituting cement by 10% and 20% using POFA. 5% and 10% use green mussel shell waste which will later be compared with the CTB Job mix formula which complies with the general specifications by testing the compressive strength of concrete and analysis of CTB work unit prices per 1 m3. The results of this study revealed that the highest compressive strength of 5.5 MPa occurred in 20% POFA substituted CTB and 10% green mussel shells. This compressive strength is higher than Normal CTB. However, from the results of price analysis it can be seen that 20% POFA substitution CTB and 10% green mussel shells require a 3.7% higher cost than the Normal CTB price or a difference of Rp.19,792.22.