Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL “LONTO LEOK” DALAM KATEKESE KONTEKSTUAL GEREJA LOKAL MANGGARAI Agustinus Manfred Habur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v8i2.690

Abstract

Model “Lonto Leok” dalam Katekese Kontekstual Gereja Lokal Manggarai. Katekese sebagai proses pendidikan iman selalu bersifat kontekstual karena iman pada hakekatnya selalu terlibat dalam pergumulan hidup yang konkrit. Katekese Gereja lokal Manggarai harus bersifat kontekstual. Dia harus menyentuh cita rasa pergumulan iman umat setempat. Pendekatan yang cocok adalah model “lonto leok”. Katekese “lonto leok” merupakan musyawarah iman melalui mana umat membahas persoalanya secara bersama-sama dalam terang iman Kristen. Katekese “lonto leok” sudah berjalan selama ini di KBG-KBG. Penekanan pada hermeneutik praktis yang digunakan di dalamnya membuat katekese “lonto leok” belum sungguh-sungguh menghantar umat kepada perjumpaan pribadi dengan Kristus, Sang Sabda kehidupan. Ke depan katekese “lonto leok” mesti mengedepankan hermeneutik paska, yang melihat hidup sebagai misteri panggilan, di dalamnya tersembunyi jejak-jejak Allah yang menyapa manusia untuk senantiasa terlibat dalam pembangunan Kerajaan Allah di tengah dunia. Dengan cara ini katekese “lonto leok” dapat membimbing umat Manggarai menjadi pribadi-pribadi yang beriman solid, mandiri, dan solider.
PEWARTAAN HOLISTIK: MEMPERTEMUKAN TEKS DAN KONTEKS DEWASA INI Agustinus Manfred Habur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.766

Abstract

Gereja pada dasarnya adalah penginjil. Tugasnya adalah memproklamirkan. Dalam tugas ini, ia tidak hanya melanjutkan isi pewartaan seperti yang terkandung dalam teks khotbah, tetapi juga memperhitungkan konteks pewartaan. Dengan demikian pewartaan selalu holistik. Pewartaan holistik selalu mengandaikan dialog teks dan konteks. Mengingat konteks multi-wajah, model pewartaan gereja menghormati keragaman pendekatan. Khotbah Gereja tidak boleh terjebak dalam satu model tunggal, yang menyebabkan pewartaannya menjadi kurang kontekstual dan tidak menghadapi orang-orang dalam berbagai situasi. Pewartaan holistik ini didukung oleh agen pastoral profesional. Para agen pastoral harus baik dalam kompetensi akademik, spiritual, pribadi, dan sosial.