Yuni Astuti, Yuni Astuti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOREOGRAFI TARI GEOL DENOK KARYA RIMASARI PARAMESTI PUTRI Yuni Astuti, Yuni Astuti
Jurnal Seni Tari Vol 4 No 1 (2015): Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.954 KB) | DOI: 10.15294/jst.v4i1.9623

Abstract

Abstrak Koreografi merupakan kegiatan penyusunan tari dan untuk menyebutkan hasil susunan tari. Dalam proses koreografi terdapat beberapa proses yaitu proses penemuan ide, eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Seorang penata tari disebut juga Koreografer tari. Tari Geol Denok adalah karya tari yang diciptakan oleh seorang koreografer bernama Rimasari Paramesti Putri, karya tar ini awal diciptakan untuk lomba Denok yang diselenggarakan oleh Bentol Sejati pada tahun 2009.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan Tari Geol Denok dan deskripsi bentuk koreografi tari Geol Denok Rimasari Pramesti Putri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan Tari Geol Denok dan mendeskripsikan bentuk koreografi Tari Geol Denok karya Rimasari Paramesti Putri.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan menggunakan pendekatan koreografis, dimaksudkan untuk mendeskripsikan serta menguraikan tentang ?Kajian Koreografi Tari Geol Denok?, hasil penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan data berupa kata-kata, gambar, dan perilaku yang diamati, serta angka-angka yang menunjukkan kuantitas, dengan demikian, sifat kualitatif ini mengarah pada mutu kedalaman uraian.Karya tari Geol Denok merupakan karya tari menceritakan tentang wanita muda atau remaja atau anak di kota Semarang tarian ini mencerminkan kelincahan para wanita atau denok yang sedang beranjak dewasa. Gerak yang digunakan dalam tari Geol Denok berhubungan dengan aspek tenaga, ruang dan waktu memiliki bentuk yang bervariasi dan dipadukan dengan kostum yang bersayap sehingga menambah keistimewaan tari geol denok ini. Tari Geol Denok menggunakan jenis rias korektif yang hanya memperteal garis-garis wajah tanpa merubah karakter asli dari penari.Saran untuk penata tari Geol Denok untuk lebih mengembangkan karya tarinya dan mengenalkan pada masyarakat kota Semarang sehingga dapat dikenal dan dijadikan sebagai salah satu tarian khas Semarang.
IMPLEMENTASI MODEL PERMAINAN BOLAVOLI TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN MURID SEKOLAH DASAR NEGERI 07 MAGEK KABUPATEN AGAM Luisa Pernanda, Tiara; Yuni Astuti, Yuni Astuti; Berto Apriyano, Berto Apriyano; Haripah Lawanis4, Haripah Lawanis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Released
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61033

Abstract

The problem in this study is the low learning motivation of students in participating in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning at State Elementary School 07 Magek, Agam Regency. This study aims to improve student learning motivation through the implementation of the volleyball game model in PJOK learning at State Elementary School 07 Magek, Agam Regency. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of the study were 16 fourth grade students. Data collection techniques used in this study were questionnaires, observation sheets, and documentation. Data analysis techniques used quantitative descriptive analysis. The results of the study concluded that the implementation of the volleyball game model can improve student learning motivation in PJOK learning. At the pre-cycle stage, student learning motivation was in the low category for 3 students (18.75%), the medium category for 10 students (62.50%), the high category for 2 students (12.50%), and the very high category for 1 student (6.25%). After the action was given, the observation results of learning motivation in Cycle I reached 70.31% with a good category, then increased in Cycle II to 96.88% with a very good category. The results of the questionnaire in Cycle II showed that as many as 5 students (31.25%) were in the high category and 11 students (68.75%) were in the very high category, with a percentage of learning motivation of 92.50% which was included in the very high category.