Sunita, Raden
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LAMANYA PAPARAN KARBON MONOKSIDA TERHADAP PROFIL ENZIM ALANIN AMINOTRANFERASE Sunita, Raden
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.287 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v6i1.501

Abstract

Background: Carbon Monoxide (CO) is a gas compound that is colorless, odorless and tasteless. Carbon monoxide comes from incomplete combustion such as burning firewood.Firewood is the main fuel used in tofu manufacturing in tofu factories. Wood-burning smoke in the tofu plant contains CO gas capable of polluting the air, so it can cause disturbance in the form of reddish eyes, quick thirst, headache and shortness of breath. This disorder can occur in exposed to factory workers who are exposed to CO. Carbon Monoxide enters the body at a certain level of exposure causing changes in some of the body's molecules and ultimately disrupts the functioning of the body. One of the organs involved changes due to excessive CO exposure is the liver characterized by increased levels of enzyme Alanin Aminotransferase (ALT). Research Objectives: To analyze the duration of carbon monoxide exposure to the enzyme profile Alanin Aminotranferase. Method: Using Cross Sectional design with 34 respondents. serum of factory workers know checked ALT levels using Mindray BA-88Aspeculator. Data were analyzed using Spearman Correlation test. Result: Exposure time of CO to factory worker to know obtained mean (4.06 years), median (4.00 years), minimum value (1 year) and maximum (7 years). Levels of ALT enzyme in factory workers know obtained mean (33,82 U / L), median (33.00 U / L), minimum value (8 U / L) and maximum value (56 U / L). There is a long relationship of CO exposure to ALT levels (r = 0.783; p <0.001; n = 34). Conclusion: The longer the factory workers know exposed to CO, the higher the ALT level. Factory workers know to reduce carbon monoside exposure by changing jobs and pay attention to the use of personal protective equipment when working.
UJI EFEKTIFITAS KEMATIAN LARVA AEDES SP LARVASIDA DENGAN INFUSA DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA LINN) MENISASTI, RESVA; SUNITA, RADEN; ., KRISYANELLA
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.737 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i2.897

Abstract

Latar Belakang: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan jumlah penderitanya meningkat dan penyebarannya semakin luas. Lebih dari 2,5 miliar orang, lebih dari 40% dari populasi dunia berisiko dari demam berdarah. WHO saat ini memperkirakan ada 50-10.000 infeksi dengue di seluruh dunia setiap tahun. Di Indonesia penyakit DBD masih merupakan masalah kesehatan karena masih banyak daerah yang endemik. Daerah endemik DBD pada umumnya merupakan sumber penyebaran penyakit ke wilayah lain. Untuk membatasi penyebaran penyakit DBD diperlukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pengasapan (fogging), dan larvasidasi.Tujuan Penelitian : Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan ekstrak daun jambu biji (Psidium Guajava L.) dalam membunuh larva nyamuk Aedes sp pada konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Metode Penelitian : penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen. Dengan menggunakan 3 konsentrasi dan kontrol negatif serta kontrol positif dengan melakukan 5 kali pengulangan perlakuan. Hasil: pada hasil penelitian menunjukan bahwa kematian larva tertinggi terdapat pada konsentrasi 30% sebanyak 12 ekor.
PROFIL BIERNACKI REACTION PADA PEKERJA CAR PAINT DI BENGKULU SUNITA, RADEN; MEINISASTI, RESVA
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.407 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i2.902

Abstract

Latar Belakang : Biernacki Reaction merupakan kecepatan pengendapan sel-sel eritrosit di dalam tabung yang berisi darah dalam waktu satu jam yang telah diberi antikoagulan. Pekerjaan pengecat mobil merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko besar akan terjadinya gangguan kesehatan. Bahan yang digunakan banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya, bahan tersebut berupa timbal. Timbal yang terserap oleh darah akan berikatan dengan sel darah merah dan dapat mengakibatkan gangguan pada proses sintesis hemoglobin (Hb). Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 subyek dengan metode Total sampling. Metode pemeriksaan menggunakan metode westergreen. Hasil : Hasil penelitian ini menyatakan pada pekerja car paint menunjukkan Biernacki Reaction normal sebanyak 23 subyek (69,7%) sedangkan Biernacki Reaction yang melebihi batas normal yaitu sebanyak 10 subyek (30,3%) Kesimpulan : hasil pemeriksaan Biernacki Reaction sebagain kecil melebihi batas normal akibat paparan zat kimia pada cat mobil.
VARIASI WAKTU PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PUASA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS SUNITA, RADEN
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui perbedaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada penderita DM dengan variasi waktu pemeriksaan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah GDP penderita DM yang diperiksa bervariasi menurut waktu pemeriksaan. Hasil: Hasil penelitian kepada 30 responden tidak didapatkan perbedaan kadar glukosa darah puasa secara signifikan karena didapatkan nilai sig (2-tailed) atau p 0,286 berarti p > 0,05. Nilai rata-rata kadar GDP yang diperiksa secara langsung adalah 183,77 mg/dL, sedangkan rata kadar GDP yang ditunda 2 jam adalah 169,63 mg/dL, dan nilai rata-rata kadar GDP yang ditunda 4 jam adalah 157,03 mg/dL. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian maka tidak didapatkan adanya perbedaan GDP yang signifikan pada penderita DM yang diperiksa dengan variasi waktu.