Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 15 Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Yurnawilis, Yurnawilis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.119 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research) yang dilakukan dengan 2 siklus secara kolaboratif antara peneliti (guru kelas V) dan teman sejawat. Data penelitian berupa informasi tentang proses dan hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pencatatan setiap tindakan dalam pembelajaran IPA di kelas V SD 15 Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPA dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dengan materi organ pernapasan manusia adalah salah satu materi pembelajaran IPA yang sulit dipahami oleh siswa. Hasil penelitian menggambarkan 1) Perencanaan pembelajaran IPA di kelas V SD dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dituangkan dalam bentuk RPP yang komponen penyusunnya terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, proses pembelajaran, metode pembelajaran, media dan sumber pembelajaran, serta penilaian pembelajaran. 2) Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan Media Tiga Dimensi terdiri dari kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, dan kegiatan akhir pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dilaksanakan dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. 3) Hasil belajar siswa dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dalam pembelajaran IPA di kelas V meningkat. pada siklus II siswa sudah mencapai standar ketuntasan belajar, dimana siswa yang mendapat nilai ?70 berjumlah 23 orang dan yang mendapat nilai ?70 berjumlah 2 orang dari jumlah siswa keseluruhannya 25 orang. Berarti siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar adalah 92% dan siswa yang belum tuntas 8%. Merujuk pendapat Kunandar bahwa pembelajaran dikatakan tuntas apabila setiap materi pembelajaran dapat terlaksana dengan baik oleh siswa apabila ia mencapai nilai 75%, dapat disimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini sudah mencapai ketuntasan belajar.
Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Model Kooperatif STAD untuk Siswa Kelas XI MIA4 SMA Negeri 2 Bangkinang Kota Tahun Pelajaran 2016/2017 Yurnawilis, Yurnawilis
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 6 No. 1 (2018): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2018.vol6(1).1796

Abstract

Classroom action research has been done in SMA Negeri 2 Bangkinang Kota on Indonesian Language subjects with research object of class XI MIA 4 in odd semester 2016/2017. This study was conducted as an effort to improve the learning ability of Indonesian for students of class XI MIA 4. STAD type was chosen to be applied after through observation and reflection conducted by the researcher. Researchers plan actions based on observations and reflections that have been done through the preparation of STAD type learning based learning tools consisting of Cycle I / test questions, and Cycle II test/test, observation sheet and lesson plan and other supporting learning tools. The implementation of STAD type cooperative learning in the learning process through the preparation stage, class presentation, group activities, carry out evaluation, group awards and recalculate basic scores and group changes. This study can be completed in 2 cycles 6 meetings, at meeting 3 and 6 meeting conducted test / repeat and complete recapitulation of learning showed that there has been an increase of positive student learning activity in class and increasing of test mean (repetition) and also increase of classical completeness from cycle I with cycle II. Student activity during the learning process is observed by the observer as data for evaluation and reflection. Average recapitulation of test (repetition) and learning completeness obtained from the value of the test in cycle 1 and the value of tests in cycle 2. Based on the results of research can be concluded that the application of learning with STAD type in class XI MIA 4 SMA Negeri 2 Bangkinang City able to improve learning outcomes subjects Indonesian language is indicated by the average test (repetition) and classical completeness in every cycle.
Penggunaan Media Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 15 Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Yurnawilis, Yurnawilis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3022

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research) yang dilakukan dengan 2 siklus secara kolaboratif antara peneliti (guru kelas V) dan teman sejawat. Data penelitian berupa informasi tentang proses dan hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pencatatan setiap tindakan dalam pembelajaran IPA di kelas V SD 15 Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V. Objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPA dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dengan materi organ pernapasan manusia adalah salah satu materi pembelajaran IPA yang sulit dipahami oleh siswa. Hasil penelitian menggambarkan 1) Perencanaan pembelajaran IPA di kelas V SD dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dituangkan dalam bentuk RPP yang komponen penyusunnya terdiri dari standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, proses pembelajaran, metode pembelajaran, media dan sumber pembelajaran, serta penilaian pembelajaran. 2) Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan Media Tiga Dimensi terdiri dari kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, dan kegiatan akhir pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dilaksanakan dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. 3) Hasil belajar siswa dengan menggunakan Media Tiga Dimensi dalam pembelajaran IPA di kelas V meningkat. pada siklus II siswa sudah mencapai standar ketuntasan belajar, dimana siswa yang mendapat nilai ?70 berjumlah 23 orang dan yang mendapat nilai ?70 berjumlah 2 orang dari jumlah siswa keseluruhannya 25 orang. Berarti siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar adalah 92% dan siswa yang belum tuntas 8%. Merujuk pendapat Kunandar bahwa pembelajaran dikatakan tuntas apabila setiap materi pembelajaran dapat terlaksana dengan baik oleh siswa apabila ia mencapai nilai 75%, dapat disimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini sudah mencapai ketuntasan belajar.