Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN SISA KLOR DAN MPN COLIFORM JARINGAN DISTRIBUSI AIR PDAM Hermiyanti, Pratiwi; Wulandari, Endang Tri
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 10 Nomor 2 Oktober Tah
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v10i2.333

Abstract

PDAM water that has a long distance from the reservoir almost does not smell chlorine so it is possible less than the quality standards can cause the bacteria in the water distribution of PDAM. Purpose of this research to know residual content of chlorine and MPN coliform on PDAM water distribution of Surabaya city 2017. The type of research is observational analytic with cross sectional design. The sampling procedure was performed at 4 locations with replication 3 times morning and daytime. Examination of chlorine residual content using comparator test kit, MPN coliform in laboratory, while pH, water temperature and air temperature is done in the field. Data were analyzed by multiple linear regression test presented in tabular form and analyzed and compared with standard quality standard. The results of the average residual chlorine morning 0,57 mg / l and daytime 0,5 mg / l, have fulfilled the standard of quality of residual chlorine waste water content that is 0,2-1,0 mg / l. The average MPN coliform in the morning was 8.5 colonies / 100 ml of sample and the daytime was 10.7 colonies / 100 ml of sample, so during the day the sample did not meet the standard quality of MPN coliform of piping water for 10 colonies / 100 ml samples. Average morning pH 7.7 and daytime 7.8, morning water temperature 26.8°C and daytime 27.7°C and morning air temperature 27.7°C and daytime 30,3°C. The conclusion obtained is the distribution distance affect the residual chlorine content and MPN coliform (p <0,05). Suggestion for PDAM is need to be done chlorine addition to active chlorine at furthest point that is 9 kilometers can fulfill requirement.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK LINGKUNGAN DAN PERILAKU PETUGAS KEBERSIHAN DENGAN ANGKA KUMAN LANTAI RUANG RAWAT INAP Wulandari, Endang Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 13 No 2 (2024): November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v13i2.363

Abstract

ABSTRAK Wulandari, Endang Tri. 2023. Hubungan Kualitas Fisik Lingkungan dan Perilaku Petugas Kebersihan dengan Angka Kuman Lantai Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Daerah Kertosono Kabupaten Nganjuk. Skripsi. S1. Program Studi Kesehatan Lingkungan STIKes Widyagama Husada. Malang. Pembimbing: 1. Devita Sari, S.T., MM., 2. Agus Yohanan, SH., M.KL. Ruang rawat inap di rumah sakit memiliki faktor fisik lingkungan meliputi suhu, kelembaban, dan pencahayaan dimana pengendalian faktor lingkungan sangat diperlukan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebut infeksi Nosokomial yang disebabkan oleh bakteri berasal dari media perantara seperti udara, menempel pada lantai, tanah, maupun makanan. Dengan adanya beberapa kasus penyakit Plebitis dan Pneumonia di Rumah Sakit Daerah Kertosono, maka dalam upaya menanggulangi kejadian infeksi Nosokomial penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara kualitas fisik lingkungan dan perilaku petugas kebersihan dengan angka kuman lantai ruang rawat inap di RSD. Kertosono. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh ruang rawat inap sebanyak 12 ruang dan observasi perilaku petugas kebersihan dilakukan pada 12 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dan uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square dan Prevalence Risk (PR). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, kelembaban, dan pencahayaan tidak ada hubungan dengan angka kuman lantai. Suhu tidak ada hubungan dengan angka kuman lantai (p=0,523 PR=0,500), kelembaban tidak ada hubungan dengan angka kuman lantai (p=0,222 PR=0,333), pencahayaan tidak ada hubungan dengan angka kuman lantai (p=1,000 PR=0,545), dan hanya perilaku petugas kebersihan yang memiliki hubungan dengan angka kuman lantai (p=0,028 PR=3,500). Dapat disimpulkan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian tingkat angka kuman pada ruang rawat inap adalah perilaku petugas kebersihan dengan nilai Prevalence Ratio (PR) 3,500. Kepustakaan : 30 Kepustakaan (2009-2022) Kata Kunci : Kualitas fisik lingkungan, angka kuman lantai