Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Terapi Kognitif Perilaku dalam Pengelolaan Gangguan Kecemasan Sosial pada Remaja: Tinjauan Literatur Regina, Agatha; Garvin, Garvin; Sherly, Sherly
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 1 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i1.685

Abstract

Gangguan kecemasan sosial (GKS) merupakan salah satu gangguan mental yang umum terjadi, dengan prevalensi tinggi pada remaja. GKS ditandai oleh rasa takut berlebihan terhadap situasi sosial dan penilaian negatif dari orang lain, yang dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan, termasuk prestasi akademik, hubungan sosial, serta perkembangan emosional dan sosial. Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) telah diakui sebagai pendekatan yang efektif untuk mengelola GKS. Artikel ini bertujuan untuk meninjau peran CBT dalam pengelolaan GKS pada remaja melalui tinjauan literatur. Penelusuran dilakukan menggunakan Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci yang relevan. Lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa CBT efektif dalam mengurangi gejala kecemasan sosial pada remaja, baik melalui terapi individu maupun kelompok. CBT membantu remaja mengenali dan mengubah pola pikir maladaptif, melatih teknik paparan secara bertahap, serta mengembangkan keterampilan sosial yang lebih adaptif. Meskipun durasi terapi bervariasi, hasil menunjukkan perbaikan signifikan pada tingkat kecemasan sosial dan kualitas hidup remaja.  CBT merupakan pendekatan yang efektif dalam pengelolaan GKS pada remaja. Namun, keberhasilan terapi juga memerlukan keterlibatan keluarga dan sumber daya yang memadai. Temuan ini mendukung pentingnya deteksi dini dan intervensi berbasis CBT untuk menangani GKS pada remaja secara optimal.
DISC Based Leadership Training For Middle Management Employees Garvin, Garvin
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7, Nomor 1, Juni Tahun 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i1.19403

Abstract

Leadership skills are essential for middle management employees to guide their teams in achieving organizational goals. An effective leadership style is one that adapts the leader’s communication style to each team member. This community engagement activity aims to educate middle management employees on leadership styles using the DISC model. The partner for this activity is PT. X, located in North Jakarta. The community engagement program was conducted in three stages. In the first stage, the organizers and the partner held discussions to tailor the training materials according to the partner's needs. The second stage involved a workshop and training sessions for 30 participants. This stage was divided into two sessions: the first session provided participants with a DISC personality assessment and an explanation of their respective profiles, while the second session covered leadership styles based on the DISC model, including simulations and case studies. In the third stage, the program was evaluated based on participant feedback through a questionnaire. The results indicated that the program was well-executed, and participants found the material beneficial, relevant to their challenges, clear, and easy to understand. Additionally, participants felt actively engaged throughout the sessions. Karyawan dalam kategori manajemen menengah memerlukan keterampilan kepemimpinan untuk membawa tim mencapai tujuan organisasi. Adapun PT.X yang berlokasi di Jakarta membutuhkan pelatihan terkait gaya kepemimpinan untuk karyawan-karyawannya yang berada pada posisi manajemen menengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi gaya kepemimpinan karyawan manajemen menengah dengan model DISC. Mitra dari kegiatan pengabdian ini adalah PT.X yang berlokasi di Jakarta Utara. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap pertama, pelaksana dan mitra berdiskusi agar dapat mempersiapkan materi sesuai dengan kebutuhan mitra. Tahap kedua, kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode workshop dan pelatihan kepada 30 orang. Tahap kedua dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pertama peserta mendapatkan assessment kepribadian DISC dan penjelasan profil masing-msaing, dan pada sesi kedua peserta mendapatkan penjelasan gaya kepemimpinan berdasarkan DISC serta melakukan simulasi dan studi kasus. Tahap ketiga, kegiatan dievaluasi sesuai dengan masukan dari peserta melalui pengisian kuesioner. Berdasarkan evaluasi dari peserta, kegiatan pengabdian mendapatkan skor rata-rata di atas 3,72 (skala 1-4) untuk semua indikator, yakni edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan. Hal ini menandakan bahwa peserta mendapatkan manfaat dari materi, materi dapat menjawab masalah, materi yang diberikan saat pengabdian jelas dan mudah dipahami, serta peserta merasa dilibatkan secara aktif.