Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSTRAK DAUN SUKUN SEBAGAI INHIBITOR ALAMI PENGHAMBAT KOROSI PADA KAWAT STAINLESS STEEL Rifky, Mirna
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i2.960

Abstract

Latar belakang : pemakaian kawat stainless steel pada bidang kedokteran gigi cukup banyak digunakan, terutama untuk perawatan di bidang ortodonsi dan prostodonsi yang  menggunakan kawat stainless steel. Rongga mulut merupakan lingkungan yang sangat ideal untuk terjadinya korosi, yang dapat disebabkan oleh saliva. Pencegahan  korosi  pada kawat stainless steel dapat dilakukan dengan memakai inhibitor korosi yang bersifat organik maupun   non organik.Salah satu inhibitor organik yang dapat digunakan untuk mencegah korosi adalah daun sukun. Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun dalam menghambat laju korosi kawat stainless steel. Metode : metode yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan alat uji Atomic Absorption Spectrophometric. Hasil : hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pelepasan ion kromium pada perendaman dalam saliva dan ekstrak daun sukun pada hari ke 1, 3, 7 dan 14. Perhitungan statistik dengan Independent T-test 0,000 dengan p<0,05 menunjukkan hasil perbedaan yang bermakna. Kesimpulan : kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun dapat menghambat laju korosi kawat stainless steel.
Pengaruh Perendaman Resin Akrilik Pada Larutan Ekstrak Daun Cengkih (Syzygium Aromaticum) Terhadap Koloni Streptococcus Mutans Rifky, Mirna
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 6, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/petanda.v6i2.3852

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan bahan dasar yang paling sering digunakan karena polimerisasinya lebih sempurna dari pada resin akrilik cold cured. Polimerisasi sempurna tersebut menghasilkan permukaan basis gigi tiruan mengandung lebih sedikit porositas. Porositas pada basis gigi tiruan menyebabkan akumulasi plak yang berasal dari pelikel saliva. Kolonisasi bakteri dan jamur menjadi faktor pemicu terjadinya denture stomatitis. Kolonisasi bakteri dan jamur menyebabkan pH saliva pasien menjadi lebih asam. Kondisi asam tersebut disebabkan karena fermentasi karbohidrat oleh Candida albicans dan Streptococcus mutans. Kolonisasi bakteri dan jamur menjadi faktor pemicu terjadinya denture stomatitis. Kolonisasi bakteri dan jamur menyebabkan pH saliva pasien dengan denture stomatitis menjadi lebih asam. Kandungan minyak cengkih adalah eugenol (90%), eugenil acetate, methyl n-hepthyl alkohol, benzyl alcohol, methyl salicylate, methyl n-amyl carbinol, dan terpene caryo-phyllene, secara teori dapat berfungsi sebagai desinfektan alami. Penelitian ini terdapat 2 kelompok kerja dengan masing-masing kelompok terdiri dari 8 spesimen per perlakuan untuk diperiksa, total spesimen yang digunakan sebanyak 16  spesimen, dan di hitung colony counter Streptococcus mutans. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa larutan cengkih (Syzygium aromaticum) dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Larutan  cengkih (Syzygium aromaticum)  berpengaruh pada perendaman plat gigi tiruan resin akrilik terhadap jumlah koloni Streptococcus mutans.
THE EFFECT OF STAR FRUIT JUICE (Averrhoa bilimbi Linn.) ON TOOTH COLOR CHANGES IN THE TOOTH BLEACHING PROCESS Rifky, Mirna; Alawiyah, Tuti; Karolina
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v5i2.141

Abstract

Background: Tooth discoloration is an aesthetic problem that motivates patients to seek treatment. Tooth discoloration can be addressed through dental bleaching treatment. Natural ingredients can be used as an alternative to teeth whitening that is safer, more readily available, and more affordable. Bilimbi fruit juice (Averrhoa bilimbi Linn.) contains oxalic acid, which acts as an oxidizing agent capable of breaking down pigments by releasing oxygen in the form of free radicals. The released oxygen then breaks down the complex pigment molecules that cause tooth discoloration into simpler, colorless molecules, resulting in a whitening effect on the teeth. Objective: To determine the effect of color of teeth soaked in bilimbi fruit juice (Averrhoa bilimbi Linn.) on the bleaching process. Methods: This research is an experimental laboratory study with a pre-test post-test design method. The research sample consisted of 27 first and second permanent premolars, both maxillary and mandibular, which were soaked in bilimbi fruit juice (Averrhoa bilimbi Linn.) with a duration of 1 hour, 3 hours and 5 hours. The study was conducted by measuring differences in tooth color after soaking using Vita Easyshade V. Results: All groups of samples produced changes after soaking bilimbi fruit juice (Averrhoa bilimbi Linn.). The value of light, chrome, and hue showed a significant difference in tooth color (sig < 0.05). Conclusion: There are changes in tooth color after being soaked in starfruit juice (Averrhoa bilimbi Linn.) due to its oxalic acid content and influenced by pH, concentration, soaking duration, surface cleanliness of the teeth, shelf life of the material, temperature, sealed environment, and additives. Keywords: Color Change, Bilimbi Fruit Juice (Averrhoa bilimbi Linn.), Bleaching