Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Film Dokumenter tentang Spot Tourism Place di kawasan wisata Jatigede, Sumedang Vinianto, Andika; Prasanti, Ditha; Aristi, Nindi
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.210

Abstract

Berawal dari adanya potensi wisata yang dimiliki oleh kawasan Jatigede, namun masih memerlukan upaya promosi untuk menarik perhatian pengunjung. Oleh karena itu, penulis sebagai tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran, melakukan program PPM dengan mengangkat judul “Pembuatan Film Dokumenter tentang Spot Tourism Place di kawasan wisata Jatigede Sumedang”. Tujuan kegiatan PPM ini adalah agar peserta PPM memiliki pemahaman pentingnya upaya promosi melalui pembuatan film documenter tentang spot tourism place di kawasan Jatigede tersebut. Adapun metode pelaksanaan PPM yang dilakukan adalah metode observasi, metode focus group discussion (FGD), dan metode ceramah. Berdasarkan hasil FGD dengan perangkat desa, serta studi dokumentasi yang dilakukan oleh tim PKM, ditemukan bahwa bahwa jenis wisata alam, religi, kuliner, dan terjangkau baik dari aspek aksesibilitas dan biaya merupakan jenis wisata yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Dengan mengacu pada kriteria tersebut dan juga input dari perangkat desa, terdapat dua destinasi wisata yaitu Masjid Al-Kamil di Desa Jemah dan produksi kolang-kaling di Desa Cisampih yang merepresentasikan profil wisata tersebut.Hasil kegiatan PPM ini menunjukkan bahwa pembuatan film dokumenter tentang spot tourism place di Kecamatan Jatigede berkontribusi terhadap pemetaan potensi-potensi wisata, khususnya di Desa Jemah dan Cisampih. Potensi yang telah teridentifikasi dapat dijadikan acuan untuk membuat masterplan pengembangan pariwisata berkelanjutan di kedua desa tersebut, serta dapat menjadi contoh best practice yang dapat diadopsi oleh desa lain. Selain itu, hasil PPM inipun diharapkan dapat membantu mengedukasi masyarakat untuk sadar wisata dan mampu mengelola pariwisata dengan baik, melalui pembuatan film dokumenter yang mampu menciptakan sense of pride pada masyarakat setempat yang diwakili oleh kalangan generasi muda terhadap potensi pariwisata desa, serta dapat menginsiprasi masyarakat untuk melakukan tindakan berkaitan dengan pengembangan sektor wisata desa, dengan turut menyebarluaskan konten melalui akun pribadi, atau dengan menghasilkan konten promosi lainnya.
Daya Tahan Parahyangan TV Sumedang Sebagai TV Lokal Di Tengah Perkembangan Digital Ansori, Ade Nasihudin Al; Vinianto, Andika
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.23793

Abstract

Menjamurnya lembaga penyiaran di daerah tentunya harus disertai kemampuan media dalam mempertahankan keberadaannya. Mengingat persaingan yang tinggi tidak hanya antar media lokal tapi juga media swasta nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi manajemen PAR TV dalam mempertahankan eksistensinya sehingga mereka menjadi salah satu media lokal yang tetap aktif hingga kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Objek penelitian adalah stasiun TV lokal di Sumedang, Parahyangan TV (PAR TV). Hasil penelitian ini adalah, strategi bisnis yang digunakan PAR TV adalah (1) fokus terhadap konten kearifan lokal, (2) melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, (3) meningkatkan kualitas siaran dengan melakukan pelatihan rutin terhadap karyawan, (4) menjalin komunikasi yang baik dengan pusat, dan (5) menentukan target-target yang harus dicapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi utama yang dilakukan PAR TV berupa pemfokusan pada program dengan konten bermuatan seni, budaya, dan kearifan lokal.