Anggraeni, Sukma Ana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DA-LAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL KELAS VII SMP Widayanti, Evi; Anggraeni, Sukma Ana
TRANSFORMASI Vol 3 No 02 (2019): Transformasi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v3i02.754

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal open ended yang berkaitan dengan permasalahan sehari-hari sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur, menganalisis, dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi aritmetika sosial kelas VII SMP. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ada 36 siswa kelas VII-H di SMPN 28 Surabaya dan diambil 6 siswa dari kategori tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Tes berupa soal open-ended materi aritmetika sosial. Wawancara untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis secara lisan menggunakan wawancara semi terstruktur. Subjek dianalisis berdasarkan 3 indikator yaitu: 1) menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika (IDK 1), 2) menjelaskan ide, situasi dan relasi matematik, secara lisan dan tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar (IDK 2), dan 3) menganalisis dan mengevaluasi pemikiran matematis dan strategi yang dipakai orang lain (IDK 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi aritmetika sosial kelas VII SMP dapat dikatakan baik, karena (1) siswa pada kategori tinggi mampu mencapai Indikator 1 (IDK 1), IDK 2, dan IDK 3, (2) siswa pada kategori sedang mampu mencapai IDK 1 dan IDK 2, tetapi kurang mampu pada IDK 3, dan (3) siswa pada kategori rendah mampu mencapai IDK 1, kurang mampu pada IDK 2, dan belum mampu pada IDK 3.