Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BANYAK YEAST YANG TERKANDUNG PADA PROSES FERMENTASI MOLASSES: DAMPAKNYA TERHADAP KUANTITAS ETHANOL YANG DIHASILKAN DI PT INDO ACIDATAMA KARANGANYAR Farkhatus Solikha, Dian; Abir, Fathin Firyal
Gema Wiralodra Vol 11 No 1 (2020): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v11i1.107

Abstract

Fermentasi sebagai industri dimulai awal 1900, dengan produksi dari enzim mikroba, asam organik, dan yeast. PT Indo Acidatama Tbk merupakan penghasil Ethanol terbesar di Indonesia. Fermentasi merupakan proses yang memanfaatkan kemampuan mikroba untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder dalam suatu lingkungan yang dikendalikan Mikroba itu mengunakan Saccharomyces cereviceae. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses pembuatan ethanol dari Molasess, mengetahui pengaruh banyak yeast yang terhadap kuantitas ethanol yang dihasilkan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yeast pada proses pembuatan ethanol. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Proses pembuatan ethanol dari Molasess pada plant alkohol di PT. Indo Acidatama Tbk mencakup tiga proses yaitu Seed Fermenteryang Seed Fermentor, Pre Fermentor dan Main Fermentor. Tanki Seed Fermentor terdiri atas tiga tanki, yaitu tanki dengan kode 209 A,B dan C. Tanki Pre Fermentor terdiri atas tanki dengan kode FB 210, 211 dan 212. Sedangkan untuk tanki Main Fermenter memiliki enam tanki dengan tiga tanki berkapasitas 750 m3 (tanki dengan kode FB 213, 214 dan 215), sedangkan tiga tanki lainnya memiliki kapasitas 1000 m3 (tanki dengan kode FB 216, 217 dan 218). Pengaruh banyak yeast yang terkandung pada proses fermentasi molasse terhadap kuantitas ethanol yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa apabila jumlah yeast yang terkandung (Cell/ml) memiliki jumlah yang tinggi maka persentase alkohol yang dihasilkan semakin tinggi. Terbentuknya yeast pun sangat dipengaruhi faktor pendukung yaitu faktor eksternal berupa suhu ruang inkubasi saat fermentasi sedang berlangsung, pH air campuran, untuk faktor internal berupa campuran dari Urea dan asam fosfat.
Pre Screening Surfaktan untuk Injeksi Chemical EOR di Lapangan X Farkhatus Solikha, Dian
Gema Wiralodra Vol 12 No 1 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i1.150

Abstract

Produksi minyak di Indonesia terus mengalami penurunan, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan minyak bumi dalam negeri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak bumi adalah dengan melalui teknik Enhanced Oil Recovery (EOR). Surfaktan atau surface active agent adalah molekul-molekul yang mengandung gugus hidrofilik (suka air) dan hidropobik (suka minyak/lemak) pada molekul yang sama. Pre screening surfaktan untuk EOR Kompatibilitas, IFT,Phase Behavior, Filtration Ratio, Thermal Stability, Core Plooding. Hasil pengamatan kompatibilitas di pelarut aquadest untuk 4 surfaktan yaitu I 6101, K2111, A 3299 dan B 991 semua surfaktan larut di dalam aquadest. Sedangkan untuk pelarut WP lapangan X untuk Surfaktan I 6101 dan K 2111 larutan berubah menjadi milky, sedangkan untuk surfaktan A 3299 dan B991 dua surfaktan ini larut di dalam WP lapangan X. untuk hasil pengamatan phase behavior di surfaktan A 3299 DI 2% hasil emulsi nya berada di fasa bawah dan winsor 1 dari pengamtan hari pertama sampai pengamatan hari ke-6. Untuk surfaktan B 991 pengamtan phase behavior di konsentrasi 2%,2.5% dan 3% untuk hari pertama pengamtan emulsi terlihat di fasa bawah dan winsor I, seiring berjalan nya waktu emulsi mulai terkumpul di fasa tengah atau mulai masuk dalam winsor III. Berdasarkan hasil pengujian kompatibilitas dan phase behavior dengan berdasarkan ketentuan SKK migas dapat disimpulkan surfaktan yang lolos uji kompatibilitas adalah surfaktan A 3299 dan B 991, sedangkan untuk surfaktan yang lolos di pengujian Phase behavior adalah surfaktan B 991. Kata Kunci: EOR, Surfaktan, Phase Behavior, Pre-Screening, Kompatibilitas
Kajian Penambahan Tepung Bulu Ayam dan Pati Kulit Pisang terhadap Plastik Polipropilena Pasda Pembuatan Plastik Biodegradable Sahrul Tahir, Muhammad; Farkhatus Solikha, Dian; Kusnaendar, Dedy
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i1.143

Abstract

Plastik biodegradable berupa pati mudah diperoleh di indonesia. Kelebihan bioplastik berbahan dasar pati bersifat compostable tanpa memerlukan ruang pengomposan bersama tahapan pembuatan plastik biodegadable berbahan dasar pati adalah mengintegrasikan teknik pencampuran, pemanasan, dan pencetakan. Plastik biodegradable yang dihasilkan berupa lembaran film beberapa hasil penelitian pembuatan bioplastik dengan bahan dasar pati. Pengujian kuat lentur ditunjukkan untuk dapat menentukan kualitas dari sebuah plastik. Dengan harapan kita dapat meggunakan plastik biodigredable sebagaimana kita dapat menggunakan plastik pada umumnya. Untuk itu salah satu uji yang dapat dilakukan adalah uji kuat lentur. Pengujian kuat tarik bertujuan untuk menentukan batas gaya tarik yang dapat diberikan pada sampel per satuan luas. Pengujian degradabilitas bertujuan untuk menentukan laju perubahan massa sampel setelah penguburan. Proses degradasi dapat diketahui dengan cara melihat perubahan massa sampel plastik sebelum dan sesudah penguburan di dalam tanah, dalam rentang waktu tertentu disajikan % degradasi massa sampel setelah penguburan selama 40 hari. Penambahan pati kulit pisang dan tepung bulu ayam untuk mendapatkan palstik biodegradable dengan mutu kuat tarik, kuat lentur, dan degradasi yang tinggi perlu ditmbahkan pati kulit pisang seberat ±4g, dan tepung bulu ayam seberat 10g