Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL PERFORMA BIT PDC UKURAN 8-1/2” PADA SUMUR EJ 11,EB 10,EB 11, DAN EB 12 PADA LAPANGAN “FA” CEKUNGAN ARJUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPECIFIC ENERGY DAN COST PER FOOT Ardiansyah, Fandy; Varayesi, Fidya
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.787

Abstract

Pemilihan bit yaitu menjadi suatu hal yang penting dalam melakukan operasi pemboran agar dapat diharapkan memberikan laju penembusan yang baik serta mendapatkan hasil yang optimum dan ekonomis. Pada penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kepada keempat sumur yaitu EJ 11, EB 10, EB 11, dan EB 12 dengan menggunakan jenis PDC bit. Dengan bertujuan mengetahui di sumur mana yang memiliki energi rendah dan nilai ekonomisData yang dapat digunakan pada peneilitian ini yaitu data rig, dan data pemboran dari keempat sumur dengan menggunakan jenis PDC bit dan memiliki ukuran diameter 8-1/2” pada lapangan “FA”. Pada data tersebut dilakukan analisis perhitungan dengan menggunakan dua metode yaitu metode specific energy dan metode cost per foot, supaya dapat menentukan nilai energi dan nilai ekonomian.Nilai specific energy terkecil terdapat pada sumur EJ 11 run kedua kemudian nilai specific energy paling kecil yaitu 6,285 lb-in/in3. Untuk nilai specific energy terbesar terdapat pada sumur EB 11 run pertama yaitu 25,340. Untuk harga cost per foot yang paling rendah terdapat pada sumur EB 10 run kedua yaitu 115.48 $/foot. Untuk nilai cost per foot paling tinggi terdapat pada sumur EJ 11 run kedua dengan memiliki nilai 293.07 $/foot. Analisis dilakukan supaya mengetahui dimana letak sumur yang memiliki nilai paling kecil dari specific energy supaya sumur tersebut dapat dikatakan memiliki nilai energi yang rendah dan untuk menentukan letak sumur yang memiliki harga yang ekonomis.
The Impact of the White Label Model in the Global Market on the Local Fashion Industry Najah, Zulfa Nailin; Ardiansyah, Fandy; Mahbub, Muhammad Naufal; S, Arifanny Cindy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the impact of the white label production model within the global market and its implications for the development and sustainability of local fashion industries. Drawing on theoretical perspectives and empirical findings, the research reveals that white label systems provide significant advantages for emerging brands by reducing capital barriers, accelerating production processes, and enabling rapid market entry. The increasing digitalization of global supply chains further strengthens the accessibility of foreign manufacturers, allowing local brands to source ready-made products efficiently. However, the study also identifies substantial challenges, including product homogenization, declining brand differentiation, dependence on overseas manufacturers, and weakened competitiveness of domestic textile and garment sectors. Additionally, the widespread use of generic designs contributes to the erosion of cultural identity within local fashion. Overall, the findings indicate that while the white label model offers strategic opportunities for brand growth, it simultaneously poses long-term risks to industrial resilience and creative sustainability. The study highlights the need for balanced strategies that integrate white label advantages with efforts to strengthen originality, cultural expression, and local manufacturing capacity.