Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Audit Maternal Perinatal Kabupaten Lampung Timur Sukohar, Asep; Sari, Ratna Dewi Puspita; Sutarto, Sutarto; Wijaya, Sofyan Musabiq; Suharyani, Suharyani; Suryawinata, Arli; Mediansyah, Aulian
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2664

Abstract

Latar Belakang: Kematian maternal dan neonatal hingga saat ini masih menjadi masalah utama kesehatan di dunia. Di Indonesia, dari lima juta kelahiran yang terjadi setiap tahunnya diperkirakan 20.000 ibu meninggal. Berdasarkan hasil survei AKI melalui SUPAS 2015 tercatat 305 per 100.000 kelahiran hidup. AKN di Indonesia pada tahun 2012 yaitu 19 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2017 kasus kematian neonatal di Provinsi Lampung total kejadian 505 dan kasus tertinggi berada di Lampung Timur (17,4%). Kematian maternal dan neonatal merupakan kejadian kematian yang secara umum dapat dicegah melalui berbagai program kesehatan. Salah satu program yang diterapkan yaitu audit terhadap kematian ibu dan perinatal (AMP). Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) sampai saat ini masih tergolong tinggi yang mengindikasikan bahwa upaya pemerintah belum berhasil.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP) di Kabupaten Lampung Timur.Metode: Kegiatan dilakukan di Lampung Timur, Provinsi Lampung pada bulan Mei – September 2019 melalui kegiatan ceramah, focus discussion group, pelatihan pengisian form dan software MDN dan penguatan tim AMP kabupaten Lampung Timur.Hasil: Hasil kegiatan AMP berupa pendampingan dan rekomendasi manajemen kesehatan maternal dan perinatal. Adapun data yang kami miliki di Provinsi Lampung adalah kesenjangan tahun 2015 AKI 118 per 100.000 KH (AKI Nasional 70 per 100.000 KH) dan AKB 62 per 1.000 KH (AKB nasional 25 per 1.000 KH) serta pengisian form Otopsi Verbal Maternal (OVM), Otopsi Verbal Perinatal (OVP), Rekam Medik Maternal (RMM) ataupun Rekam Medik Perinatal (RMP).Kesimpulan: Perlu diadakan bimbingan kembali kepada para petugas pelaksana AMP di Kabupaten Lampung Timur dan perlu adanya komitmen dari Pemerintah Kabupaten untuk menunjang kegiatan AMP melalui kerjasama lintas sektor dan peningkatan kompetensi pelaksana AMP.Kata kunci: Audit Maternal Perinatal, Kabupaten Lampung Timur
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Status Gizi sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosobo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Sutarto, Sutarto; Fatharanni, Mentari Olivia; Suryawinata, Arli
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2805

Abstract

Kematian Ibu adalah kematian yang terjadi saat kehamilan, atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan, tanpa memperhitungkan durasi dan tempat kehamilan, yang disebabkan atau diperparah oleh kehamilan atau pengelolaan kehamilan tersebut, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau kebetulan. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Tanggamus masih cukup tinggi. Pada tahun 2018, Kabupaten Tanggamus tercatat sebagai kabupaten dengan nilai AKI tertinggi ke-2 (12 kasus) di Provinsi Lampung dan menjadi salah satu daerah yang memiliki peningkatan AKI dibandingkan tahun sebelumnya (9 kasus). Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara penyuluhan dengan cara mengukur pengetahuan (prior knowledge) peserta mengenai status gizi dan asupan zat gizi pada ibu hamil, dilakukan metode ceramah, memperlihatkan gambar dan video serta sesi diskusi, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan peserta melalui post-test . Nilai post-test akan dibandingkan dengan pre-test , apabila terjadi peningkatan pengetahuan pada lebih dari 70 % peserta, maka kegiatan penyuluhan dianggap berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Pengabdian ini melibatkan 44 ibu hamil, dengan status gizi kurang (3 orang), normal (32 orang), dan gizi lebih (9 orang). Berdasarkan hasil pre-test , didapatkan hasil pengetahuan yang baik sebanyak 15,9% (7 orang) dan pengetahuan yang kurang sebanyak 84,1% (37 orang). Berdasarkan hasil postest didapatkan 86.5% ibu hamil (38 orang) memiliki pengetahuan yang baik dan 13.5% ibu hamil (6 orang) memiliki pengetahuan yang kurang. Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan postest terjadi peningkatan pengetahuan pada lebih dari 70% peserta, maka kegiatan pengabdian ini dianggap berhasil meningkatkan pengetahuan peserta.Kata Kunci: Status Gizi, Ibu Hamil, AKI