Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Secara Langsung: Tantangan dan Harapan -, Rahmat
Jurnal Civicus Vol 3, No 1 (2003): JURNAL CIVICUS, JUNI 2003
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v3i1.26024

Abstract

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Secara Langsung: Tantangan dan Harapan
Model Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Perkuliahan Sistem Pemerintahan Daerah -, Rahmat
Jurnal Civicus Vol 9, No 1 (2009): JURNAL CIVICUS, JUNI 2009
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v9i1.26092

Abstract

Model Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Perkuliahan Sistem Pemerintahan Daerah
AUTOMATIC TRANSFER SWITCH UNTUK MASJID AMAR MA’RUF PERUMAHAN MOJOSONGO SURAKARTA Nugroho, Budi; -, Rahmat; Kristiawan, Y. Yulianto
Abdi Masya Vol 5 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v5i2.365

Abstract

Ketersediaan listrik sebagai pendukung kegiatan di masjid sangat diperlukan, jika terjadi gangguan atau pemadaman listrik bisa berakibat terganggunya aktfitas atau kegiatan yang diselenggarakan di masjid. Penyuplai listrik utama biasanya menggunakan sumber listrik dari PLN, akan timbul masalah jika terjadi gangguan atau pemadaman listrik dari PLN. Otomatisasi pengalih sumber listrik dari PLN ke Genset diperlukan oleh Takmir Masjid Amar Ma’ruf sebagai alat pengalih suplai listrik dari PLN ke Genset secara otomatis jika terjadi gangguan atau pemadaman listrik dari PLN. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra Tim PkM memberikan solusi alat otomatisasi pengalih daya dari PLN ke Genset saat terjadi gangguan atau pemutusan daya dari PLN. Hasil perancangan dan pembuatan alat berupa perangkat kendali berbasis mikrokontroller yang diaplikasikan sebagai perangkat pengalih daya Listrik dari PLN ke Genset. Perangkat yang dibuat tim pengabdian telah di lakukan uji coba dan berhasil bekerja dengan baik sesuai rancangan  serta sudah terpasang di Masjid Amar Ma’ruf Perumahan Mojosongo Surakarta. Perangkat Automatic Transfer Switch sudah dapat digunakan dengan baik dan berfungsi menyelesaikan permasalahan penyediaan daya listrik dari Genset dimana pengaktifan Genset dilakukan secara otomatis menggunakan perangkat kendali hasil rancangan Tim PkM.
PERAN KODE ETIK PROFESI DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN -, Rahmat
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 5, No 2 (2024): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v5i2.26019

Abstract

Library Managers or commonly referred to as "Librarians" are officially recognised as professional positions or within the government as functional positions. MENPAN and RB Regulation No. 9 of 2014 concerning the Functional Position of Librarian and its Credit Score, where the main consideration "that in order to meet the demands of career development and increase the professionalism of Librarians, it is necessary to reorganise the MENPAN Decree No. PAN/12 / 2002 concerning the Functional Position of Librarian and its Credit Score". The ethical symbols of librarians include mutual respect, mutual honour, and mutual assistance. The research method used in this study is qualitative. In this case, researchers interpret and explain the data taken from various related literature. The literature used are journals, websites, and google so that the data collected is then analysed descriptively in accordance with the object of research so as to get answers to problems in detail. This research focuses on the discussion of ethics that librarians must have in order to increase interest in visiting the library. The main task of librarians is to collect, compile and organise information that will be delivered to users or the entire community. But, in a dynamic environment, a librarian has to deal with ethical issues, not only in terms of service, but also in terms of professionalism and technical education for self-satisfaction and prospective operators. A code of conduct known as the Librarian's Code of Ethics governs ethical issues in the field of librarianship. As members of the profession, librarians are obliged to abide by the code of ethics. Librarians have the responsibility to apply the code of ethics as standards and guidelines for the needs of the profession, professional organisations, libraries and users. For this reason, librarians must be able to act professionally so that the library can improve the quality of the library while achieving common goals..
PENGENALAN E-LEARNING PEMBELAJARAN GURU-GURU MADRASAH IFTIDAIYAH SWASTA BONTOA Andriani Yasin, Nurfatwa; -, Masmarulan; -, Muliati; -, Rahmat; -, Bahriansyah
Arunika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Juni 2022
Publisher : Unit Publikasi dan Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Nusantara Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53654/ar.v1i1.272

Abstract

As an effort to prevent the Covid-19 pandemic, the government and its staff issued a policy for schools to carry out learning at home. As of March 16, 2020, the school has implemented the online student learning method. The online learning system (on the network) is a learning system without face to face directly between teachers and students but is carried out online using the internet network. Teachers must ensure that teaching and learning activities continue, even though students are at home. The solution is that teachers are required to be able to design learning media as innovations by utilizing online media (online). Due to the diversity of teacher competency levels in carrying out online learning, it is necessary to socialize the introduction of the learning system. Therefore, in this community service, lecturers who carry out community service try to introduce e-learning learning media by providing examples of how to use it, for example using Google Classroom, and making learning videos uploaded on YouTube. In addition to teachers, lecturers also provide direction, views and motivation to parents because students' parents are considered to have an important role and cooperation in educating children during online learning at home. The result of this community service is that teac hers already know, understand and can manage online classes well e-learning
Analisis Gaya Bahasa dalam Serat Wedhatama Pupuh Kinanthi (Suatu Kajian Stilistika) Utami, Anita Tri; Waluyo, Budi; -, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65722

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan-kesulitan pembaca dalam memahami isi Serat Wedhatama pupuh Kinanthi. Maka perlu ada guna melakukan upaya dalam penyelesaian permasalahan itu. Salah satunya dengan cara mengidentifikasi gaya bahasa dalam serat tersebut. Guna mengetahui serta membuat deskripsi mengenai gaya bahasa (gaya kata, gaya bunyi, gaya kalimat, dan permajasan) dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi ialah tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. Deskriptif kualitatif yang menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan stilistika ialah bentuk dari penelitian yang dijalankan. Dokumen berupa Serat Wedhatama pupuh Kinanthi karya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV yang sudah ditulis ulang menjadi sebuah buku oleh Ki Sabdacarakatama yang diterbitkan tahun 2010 yakni objek yang dipakai dalam penelitian. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yakni bentuk-bentuk penerapan gaya bahasa dalam Serat Wedhatama pupuh Kinanthi yang meliputi penggunaan; (1) gaya kata (afiksasi arkhais, tembung garba, tembung plutan, tembung kawi, tembung baliswara, tembung saroja, dasanama dan tembung entar)., (2) Gaya bunyi yang ditemukan berupa: purwakanthi guru swara, purwakanthi guru sastra, beserta purwakanthi lumaksita., (3) Gaya kalimat yang diterapkan berupa klimaks, antiklimaks, paralelisme, serta repetisi., (4) Majas simile, personifikasi, hiperbola, ironi dan sarkasme merupakan permajasan yang ditemukan dalam penelitian.
Feminisme dan Nilai Pendidikan Budi Pekerti Naskah “Retna Pambayun” Karya Priyo Nugroho Lestari, Nofika Indah; Sulaksono, Djoko; -, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65236

Abstract

Dalam upaya mengangkat gerakan feminisme dan menanggulangi merosotnya budi pekerti, maka dalam karya sastra mengajarkan nilai pendidikan budi pekerti. Salah satunya dengan pembelajaran karya sastra yaitu naskah drama. Dengan mengajarkan pendidikan budi pekerti melalui karya sastra, maka dapat menunjang terwujudnya pendidikan budi pekerti yang baik sesuai dengan norma, kaidah, dan aturan yang berlaku di masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui feminisme dan nilai pendidikan budi pekerti pada naskah “Retna Pambayun” karya Priyo Nugroho. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat struktur pembangun naskah, analisis feminisme naskah, dan nilai pendidikan budi pekerti dalam naskah “Retna Pambayun”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat empat kritik feminisme yang ada dalam naskah “Retna Pambayun” yaitu sosok Pambayun sebagai putri raja, sosok Pambayun sebagai prajurit negara, sosok Pambayun sebagai wanita, dan sosok Pambayun sebagai korban. Implikasi dalam penelitian ini yaitu struktur yang membangun naskah, dan kritik sastra feminisme untuk menganalisis feminis tokoh utama. Selain itu terdapat nilai pendidikan budi pekerti salah satunya nilai-nilai kesusilaan.
Penggunaan Media Cerita Bergambar sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa Terhadap Teks Piwulang (Serat Wulangreh Pupuh Gambuh) pada Siswa Kelas VIII B Smp Kristen 1 Surakarta Gitami, Fabiola Pasca; Waluyo, Budi; -, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65725

Abstract

Kurangnya penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari menyebabkan siswa sulit untuk memahami teks piwulang (Serat Wulangreh Pupuh Gambuh). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks piwulang (Serat Wulangreh Pupuh Gambuh) pada siswa kelas VIII B SMP Kristen 1 Surakarta serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menelaah dan menanggapi teks piwulang (Serat Wulangreh Pupuh Gambuh) melalui media cerita bergambar pada siswa kelas VIII B SMP Kristen 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terbagi dalam dua siklus. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan empat cara yakni observasi, wawancara, dokumentsi, dan tes peningkatan pemahaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar mampu meningkatkan pemahaman siswa kelas terhadap teks piwulang (Serat Wulangreh Pupuh Gambuh). Pada pratindakan memperoleh hasil sebesar 7,69%, meningkat pada siklus I menjadi 54%, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi sebesar 77%. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi guru untuk menggunakan media pembelajaran yang tepat dan menarik seperti cerita bergambar dalam kegiatan pembelajaran bahasa Jawa untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter pada Crita Cekak Wacan Bocah dalam Rubrik Gelanggang Remaja Majalah Panjebar Semangat Tahun 2019 Lungayu, Addiena Queen; Suhita, Raheni; -, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65930

Abstract

Cerkak merupakan salah satu materi ajar di SMA, namun dalam pemilihan cerkak tidak bisa sembarangan. Cerkak yang digunakan harus mengandung nilai-nilai pendidikan di dalamnya. Guna mengentahui apakah suatu cerkak mengandung nilai-nilai pendidikan maka perlu adanya penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam crita cekak Wacan Bocah dalam rubrik Gelanggang Remaja majalah Panjebar Semangat terbitan tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen. Objek yang dikaji berupa crita cekak Wacan Bocah dalam rubrik Gelanggang Remaja majalah Panjebar Semangat yang terbit selama tahun 2019 dan telah dipilih sesuai dengan tema kehidupan sehari-hari. Berdasarkan analisis data ditemukan nilai-nilai yang terdapat pada crita cekak Wacan Bocah antara lain Bersahabat/Komunikasi, rasa ingin tahu , peduli sosial, menghargai prestasi, jujur, tanggung jawab, semangat kebangsaan, cinta damai, religious dan kreatif. Nilai-nilai tersebut tergolong pada nilai-nilai pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 sehingga cerkak tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar di sekolah.
Analisis Psikologi Sastra dan Nilai Moral Naskah Sandiwara Jawa Kidung Pinggir Lurung Karya Udyn UPW serta Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Jawa di SMP Utami, Ema Putri; Suhita, Raheni; -, Rahmat
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65240

Abstract

Psikologi sastra merupakan sebuah pendekatan yang mengamati kejiwaan serta perilaku manusia. Dengan memusatkan pada kejiwaan serta perilaku manusia, maka akan diperoleh konflik batin yang sesuai dengan teori psikologi sastra. Dalam sebuah naskah sandiwara Jawa tentunya terdapat konflik batin antar tokoh yang dapat membangun jalan cerita dalam nakah. Naskah sandiwara Kidung Pinggir Lurung menceritakan permasalahan dalam keluarga yang menimbulkan sebuah konflik batin antar tokoh. Naskah sandiwara Kidung Pinggir Lurung merupakan naskah yang belum dianalisis menggunakan pendekatan psikologi sastra. Naskah sandiwara tersebebut mengandung aspek psikologi sastra teori psikologi Sigman Freud yaitu id, ego, dan superego. Selain itu, naskah sandiwara Kidung Pinggir Lurung juga mengandung nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dijadikan bahan ajar di Sekolah Menengah Pertama kelas IX. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu analisis dokumen dan wawancara mendalam. Data dalam penelitian ini yaitu berupa kata-kata dan kalimat yang berkaitan dengan teori psikologi sastra seperti id, ego, dan superego.