Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODALITAS DAN STRATEGI DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN WAKATOBI Sudarji, Sudarji; Hos, Jamaluddin; Upe, Ambo
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.19659

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap sejauh mana modalitas dan strategi yang dimiliki oleh setiap pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Wakatobi tahun 2020. Penelitian ini menggunakan yang bersifat deksriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data kepustakaan, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa modalitas dan strategi pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Wakatobi tahun 2020, diantaranya, (1) Keunggulan modalitas yang dimiliki oleh pasangan calon H. Haliana dan Ilmiati Daud yaitu berupa dukungan elit politik lokal, banyaknya pemberian kepercayaan masyarakat. Di sisi yang lain, keunggulan modalitas yang dimiliki oleh pasangan calon H. Arhawi dan H. Hardin La Omo yaitu berupa banyaknya dukungan partai politik, berposisi sebagai petahana, harta kekayaan yang dimiliki, sumbangan dana kampanye, serta pengeluaran dana kampanye. Akan tetapi dalam pengeluaran dana kampanye yakni membagikan uang tersebut tidak berjalan secara efisien dan efektif. Disisi yang lain memang banyak masyarakat yang menerima uang yang dibagikan tersebut. Namun pada saat pencoblosan masyarakat tersebut tidak memilih pasangan calon H. Arhawi dan H. Hardin La Omo. Akan tetapi sebaliknya memilih pasangan calon H. Haliana, SE. dan Ilmiati Daud. (2) Sedangkan keunggulan strategi yang dimiliki oleh pasangan calon H. Haliana, SE. dan Ilmiati Daud, yaitu berupa kampanye negatif dengan menunjukan kurangnya kualitas petahana dalam merealisasikan program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  
MODERASI ISLAM: Untuk Peradaban dan Kemanusiaan Sudarji, Sudarji
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v1i1.11

Abstract

Abstract: Islam is inseparable from al-Qur'an and al-Hadith as a source of legal resources. But on the other hand, Islam is stigmatized as an extreme religion, in the name of religion originating from the Qur'an and as-Sunnah. This study aims to describe and track the moderation of Islam for civilization and humanity. This research includes qualitative research in the form of library research, which is descriptive through logical analysis. While the technique used in raising the data is by way of research or library research. study that Islam is a religion that wasathan. Moderate Islam that is reflected in the social organization of diversity in Indonesia has made a valuable contribution to the survival of the national level in particular and the world at large. Evidenced by the dialogue between organizations and religious social cooperation able to become a prototype in the public as a community of Muslims who provide fresh air for a harmonious and peaceful survival in reaching a civilized nation under the auspices of an earthly normative concept. Abstrak: Islam tidak terlepas dari al-Qur‟an dan al-Hadits sebagai pijakan sumber hukum. Namun di sisi lain, Islam distigmakan sebagai agama yang ekstrim, dengan mengatasnamakan agama yang bersumber dari al-Qur‟an dan as-Sunnah. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan melacak moderasi Islam untuk peradaban dan kemanusiaan.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatifdalam bentukpenelitian kepustakaan (Library Research), yang bersifat deskriptif melalui analisis logis.Sementara teknik yang digunakan dalam mengangkat datanya adalah dengan caraBookResearch atau studi kepustakaan.Berdasarkan pada hasil kajian bahwa Islam adalah agama yang wasathan.Islam moderat yang tercermin dalam organisasi sosial keagaman di Indonesia telah memberikan sumbangsih yang berharga bagi kelangsungan hidup bertolerasi di kancah nasional khususnya dan dunia pada umumnya. Terbukti dengan adanya dialog antar organisasi dan kerjasama sosial keagamaan mampu menjadi prototype di kalayak publik sebagai ummatan wasathan yang memberikan angin segar bagi kelangsungan hidup yang rukun dan damai dalam menggapai bangsa yang beradab di bawah naungan konsep normatif yang membumi.