Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Muhammad Basri; Baharuddin K; Sitti Rahmatia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v15i1.326

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik dan kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduaduanya yang membutuhkan perawatan medis dan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut jangka panjang (Nian, 2017). Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah Puasa pada pasien DM tipe II di PKM Kassi-Kassikota Makassar. Manfaat : Meningkatkan pengetahuan pada Penderita DM Tipe II yang mengalami gangguan Kwalitas dan Pola Tidur shari-hari Meningkatkan pengetahuan pada Penderita DM Tipe II yang mengalami gangguan Kwalitas dan Pola Tidur shari-hari Metode : Pada penelitian ini menggunakan desain cross sectional, jenis penelitian ini menggunakan metode analitik yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara Kualitas tidur dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM Tipe II. Sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel  55  orang  yaitu  seluruh pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di PKM Kassi-Kassi Kota Makassar. Hasil Uji Statistik Chi Square diperoleh p value 0,000 < 0,05.sehingga peneliti berasumsi bahwa  ada hubungan antara kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pada pasien DM Type 2 di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.  Kesimpulan yaitu terdapat hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Saran dapat dijadikan sebagai salah satu acuhan bagi pasien diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kadar glukosa darah puasa
The Effect of Psych Education on Post Partum Depression in the Syech Yusuf Gowa Hospital, Indonesia Nuraeni Mustari; Hariani; Ningsih Jaya; Baharuddin K; M. Askar
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 15 No. 3 (2021): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v15i3.15887

Abstract

Objective: The purpose of this study was to analyze the effect of Psych education on the incidence of postpartum depression at Syech Yusuf Gowa Hospital.Method: This study was a quasi experimental with pre-post test design. The population in this study werepostpartum mothers hospitalized in the Syech Yusuf Gowa Hospital Indonesia during research conducted.The amounted 30 subjects participated were taken by simple random sampling. Data were analyzed bypaired sample t-test using SPSS for windows.Result: The results showed that there was significantly influence of the provision of Psych education on postpartum depression in Syech Yusuf Gowa Regional Hospital with p=0.002 based on statistical test results.Conclusion: Psych education should be followed up every day to see the mother’s progress in overcomingdepression.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEGAGALAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS (TB)PARU PADA ANAK DI PUSKESMAS KOTA MAKASSAR Baharuddin K
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru pada anak merupakan penyakit radang parenkim paru karena infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis dapat ditularkan ke bagian tubuh lainnya, termasuk meninges, ginjal, tulang, dan nodus, terjadi ketika daya tahan tubuh menurun. Di Indonesia jumlahnya mencapai 8,2 % dari seluruh kasus TB sepanjang 2012. Tujuan penelitian, diketahuinya faktor yang berhubungan dengan kegagalan pengobatan pasien Tuberkulosis Paru pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan Cross sectional study, dimaksudkan untuk mengetahui faktor yang berhubungan antara variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen) dengan melakukan identifikasi terhadap semua variable. Kedua variabel tersebut dapat dilihat pada waktu pelaksanaan secara bersaman. Temuan dalam penelitian ini didapatkan bahwa pendidikan rendah, pengetahuan rendah dan ketidakpatuhan meminum obat merupakan faktor yang memiliki resiko yang kuat terhadap kegagalan pengobata pasien TB paru pada anak, sedangkan dukungan keluarga hanya faktor protektif (pencegahan), bukan faktor resiko kegagalan pengobatn pasien TB pada anak. Kesimpulan menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kegagalan pengobatan pasien TB adalah Variabel pendidikan dan pengetahuan memiliki nilai OR yang sama sebesar 22,752 pada CI 95% dengan nilai lower limit (LL) =1,032 dan Upper limit (UL) = 501,786 dengan tingkat kemaknaan 0,048 < 0,05.
KAPASITAS FUNGSIONAL PARU PASIEN TUBERKULOSIS PARU Ismail; Baharuddin K; Sukriyadi; Basri, Muhammad; Yulianto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas Fungsional adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dapat dinilai dari kapasitas fungsionalnya. oleh karen itu, kapasitas fungsioanl paru didefenisikan sebagai kemampuan seseorang untuk menyerap oksigen sepenuhnya atau dikenal sebagai VO2max. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kapasitas fungsional paru pada penderita tuberkulosis paru. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian desktiptif sederhana. Dalam rencana penelitian ini untuk menggambarkan kapasitas fungsional paru pada penderita tuberkulosis paru di ruang infection center RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang dilakukan peneliti terhadap 15 responden menunjukkan kapasitas fungsional paru pada penderita tuberkulosis paru sebanyak 8 orang (53,33%) termasuk dalam kategori lemah, sebanyak 6 orang (40%) dalam kategori normal dan 1 orang (6,67%) termasuk kategori kuat. Sampai saat ini intervensi pada pasien Tb tetap fokus pada terapi obat. Latihan pernapasan adalah bentuk perawatan. Secara fisiologis, latihan pernapasan merangsang sistem saraf parasimpatis sehingga meningkatkan produksi endorfin, menurunkan denyut jantung, meningkatkan pengembangan paru-paru sehingga dapat berkembang secara optimal, dan melemaskan otot. Latihan pernapasan dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan menurunkan risiko perubahan fisik pada penderita Tb. Kesimpulan: Berdasarkaan hasil yang diperoleh dari penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari 15 responden yang menjadi subyek penelitian sebagian besar penderita tuberkulosis paru masuk dalam kategori lemah yaitu sebanyak 8 responden (53,33%).