Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Communicating Cultural Instituion: A Treatise of Indonesian Ulama in Different Technological Eras Baihaky, Rachmat; Fuaida, Lisma Dyawati
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.12434

Abstract

The development of technology is one of the determining factors of social change. While cultural groups reject this postulate, indicating that political and economic powers are the ones responsible for the emergence of technology as a driver of these changes, it certainly challenges old conclusions regarding social change. One tangible manifestation of this phenomenon is the advancement of communication technology, which has significantly transformed traditional processes in the production, distribution, and reception of messages among the public. In the realm of religion, the development of communication technology has empowered cultural institutions to reach their followers. In the context of religious leaders in Indonesia, the penetration of religious messages within the community varies significantly when viewed through the lens of each technological advancement in its respective era. This research attempts to elaborate on the journey of da’wah (Islamic preaching) in Indonesia by examining its approaches through the use of different communication technologies across various times. Furthermore, this study discusses the implications of these changes on the self-perception of ulama and the broader Muslim community. This research contributes to the field of communication studies by revealing the dynamic interaction between technology, identity, and religious authority in contemporary Indonesia, while emphasizing the need for ongoing discussions about the role of cultural institutions in shaping societal values and beliefs.Keywords: Communication, Da’wah, Ulama, Technology. AbstrakPerkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penentu dari perubahan sosial. Meskipun kelompok kulturalis menolak postulat ini, dengan megindikasikan kekuatan politik dan ekonomilah yang menyebabkan kehadiran teknologi selaku pendorong perubahan tersebut. Hal ini tentu saja menguji kesimpulan-kesimpulan lama terkait perubahan sosial. Salah satu bentuk nyata dari fenomena ini adalah perkembangan teknologi komuniasi. Di mana dalam perkembangannya hal ini merubah secara signifikan proses-proses lama dalam produksi pesan, pendistribusian, dan penerimannya di tengah khalayak. Di bidang keagamaan, perkembangan teknologi komunikasi telah memberikan kekuatan terhadap institusi budaya ini dalam menjangkau pengikutnya. Pada konteks pemuka agama di Indonesia, penetrasi pesan agama di tengah ummat memiliki pengaruh yang sangat berbeda jika dilihat dari setiap perkembangan teknologi komunikasi di masing-masing era. Penelitian ini mencoba untuk mengelaborasi perjalanan da’wah di Indonesia dilihat dari pendekatannya dengan penggunaan teknologi komunikasi yang berbeda di setiap zamannya. Selanjutnya, penelitian ini membahas implikasi perubahan ini terhadap persepsi diri ulama dan komunitas Muslim yang lebih luas. Penelitian ini berkontribusi pada bidang studi komunikasi dengan mengungkapkan interaksi dinamis antara teknologi, identitas, dan otoritas keagamaan di Indonesia kontemporer, serta menekankan perlunya diskusi berkelanjutan tentang peran institusi budaya dalam membentuk nilai-nilai dan keyakinan masyarakat.Kata Kunci: Komunikasi, Da’wah, Ulama, Teknologi.
Jurnalisme Etis dan Transformatif: Tinjauan Akademik untuk Program Studi yang Distingtif Baihaky, Rachmat; Rizal LK, Study
Jurnal Studi Jurnalistik Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v7i1.48356

Abstract

Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual “jurnalisme etis dan transformatif” sebagai distingsi keilmuan dan praksis yang relevan untuk Program Studi Jurnalistik di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berangkat dari krisis etika dalam ekosistem media digital serta tuntutan untuk menjadikan jurnalisme sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap perkembangan akademik Program Studi Jurnalistik di era siber. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan jurnalistik harus melampaui sekadar keterampilan teknis yang secara umum berorientasi ekonomi dan sarat akan kepentingan politik. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip etika Islam, kritik sosial, dan berorientasi transformasional, Prodi Jurnalistik patutnya diarahkan menjadi pionir dalam pengembangan jurnalisme berbasis nilai di era disrupsi informasi.
Jurnalisme Etis dan Transformatif: Tinjauan Akademik untuk Program Studi yang Distingtif Baihaky, Rachmat; Rizal LK, Study
Jurnal Studi Jurnalistik Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Studi Jurnalistik
Publisher : Faculty of Da'wa and Communications Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jsj.v7i1.46893

Abstract

This research elaborates theoritical frame of “ethical and transformative journalism” as distinctive discipline and skills relevant to the School of Journalism at the Faculty of Da’wah and Communication (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Given to the ethical crisis within curent media culture, thus the urge to implement journalism skills on proselytization or da’wah (from Arabic da’a means to call) and empowerment, this research inclines to a qualitative approach by using descriptive analysis focusing on the academic foundation at the School of Journalism in current cyber era. This research confirms that journalism should not only concentrate on technical skills with its main orientation to economy and politial minded. By reformulating the discipline, the result of the study envisions the prinsiples of Islamic ethics, critical thinking, and transformation oirented. In so doing, the School of Journalism is projected pioneering the ethic-based journalism in the era of information disruption. Key words: journalism, ethics, tranformation, digital