Manlea, Hermina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Wini Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Manlea, Hermina; Ledheng, Ludgardis; Sama, Yulius M.
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fakto-faktor penyebab kerusakan terumbu karang dan untuk mengatuhui hasil perbandingan akibat factor manusia dan faktor alam. Manfaat penelitian ini sebagai bahan informasi bagi nelayan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan sebagai informasi bagi pemerintah setempat dalam hal ini instansi terkait tentang kerusakan ekosistem terumbu karang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode jelajah dan metode deskriptif, sedangkan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, kuisioner dan jelajah. Analisa data yang diperoleh dari lokasi penelitian adalah teknik analisa sumber data yakni data kualitatif dan data kuantitatif, data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diteliti ditemukan dua faktor penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang yaitu faktor manusia dan faktor alam Faktor utama penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang di perairan Wini yang diakibatkan oleh faktor manusia yaitu masyarakat mengeksploitasi terumbu karang untuk dijadikkan sebagai bahan baku kapur, kerusakan ekosistem terumbu karang yang diakibatkan olehfaktor alam yaitu terjadi hempasan ombak dan jumlah presentasi kerusakan akibat faktor alam dan faktor manusia yang lebih mendominasi adalah faktor mannusia dengan jumlah prosentase 12 atau 75%.
Analisis Struktur Dan Komposisi Tumbuhan Tingkat Tiang Dan Anakan Di Hutan Buamese Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Manlea, Hermina; Ledheng, Ludgardis; Pereira, Fidelia Santos
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1 No 2 (2016): Jurnal BIO-EDU Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui jenis-jenis struktur dan komposisi tumbuhan tingkat tiang dan anakan di Hutan Buamese Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat atau penempatan plot-plot di sepanjang garis transek. Pada setiap garis transek di letakan plot-plot pengamatan secara berselang seling dengan ukuran masing-masing 10 m x 10 m2 untuk tingkat tiang dan 2 m x 2 m2 untuk tingkat anakan. teknik analisa data dapat di peroleh dengan cara yaitu: mencocokan spesies yang ada dalam buku sumber, bertanya pada orang yang lebih tahu dan untuk mengetahui struktur dan komposisi dilakukan dengan cara menghitung kerapat, frekuensi mutlak, frekuensi relatif, dominansi mutlak, dominansi relatif dan indeks nilai penting. Hasil pernelitian ditemukan 7 jenis tumbuhan tingkat tiang dan anakan masing-masing terdapat 7 jenis yang terdiri dari 7 famili yang membentuk suatu struktur komposisi yang terdapat pada Hutan Buamese terutama pada tingkat tiang dan anakan. jika dilihat dari indeks nilai penting, maka untuk tingkat tiang yang memiliki INP tertinggi adalah Typhonium flagelliforme l: 62,697% dan yang memiliki INP terendah adalah: Terminalia catappa l. 28,541% sedangkan untuk tingkat anakan yang memiliki INP tertinggi adalah: Cassia siamea lamk : 25,22% dan yang memiliki INP terendah adalah : Schlaicera oleose merr : 11,06%.
Evaluasi Pengelolaan Laboratorium IPA SMP dan SMA di Kabupaten Belu, TTU, TTS dan Malaka Manlea, Hermina
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2017): Jurnal BIO-EDU Volume 2 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium adalah ruangan atau tempat yang dilengkapi dengan alat-alat dan bahan-bahan yang sesuai untuk pengajaran sains atau pelaksanaan praktikum sains. Pengelolaan laboratorium dari segi struktur organisasi, aktivitas dan fasilitas perlu dievaluasi untuk meningkatkan kesadaran keefektifan pembelajaran sains dan peningkatan keamanan laboratorium ke level optimum. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui 1) prosedur manajemen pengelolaan laboratorium IPA sekolah, 2) kondisi aktivitas laboratorium IPA sekolah, 3) kondisi fasilitas laboratorium IPA sekolah di kabupaten Belu, TTU, TTS dan Malaka tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif. Teknik penelitian ini adalah observasi dan wawancara ke 27 sekolah yang tersebar di 4 kabupaten tersebut dengan menggunakan lembar survei yang diberikan ke setiap sekolah. Hasil yang diperoleh adalah manajemen laboratorium IPA sekolah belum dilaksanakan oleh semua sekolah secara baik. Sebagian besar sekolah memiliki struktur organisasi laboratorium IPA tetapi belum memiliki deskripsi tugas yang jelas dan komprehensif. Sebagian sekolah belum memiliki tata tertib penggunaan laboratorium IPA untuk umum, guru dan siswa. Hampir semua sekolah belum memiliki SOP untuk penggunaan dan pengeloolaan laboratorium IPA sekolah. Aktivitas laboratorium IPA sekolah belum bisa dikategorikan baik. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan: kartu stok laboratorium, daftar alat dan bahan untuk setiap pelaksanaan praktikum, label, format permintaan alat dan bahan, program semester kegiatan laboratorium, jurnal kegiatan dan jadwal kegiatan laboratorium. Fasilitas laboratorium IPA di semua sekolah sangat memadai dan dalam kondisi yang baik. Hal ini merupakan faktor pendukung untuk pelaksanaan praktikum yang sesuai kurikulum