This Author published in this journals
All Journal Maarif
Alka, David Krisna
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Jurnalisme dan Seni Sebagai Jalan Perdamaian Alka, David Krisna
MAARIF Vol 13 No 1 (2018): Islam dan Media: Kontestasi Ideologi di Era Revolusi Digital
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.971 KB) | DOI: 10.47651/mrf.v13i1.16

Abstract

Rudi Fofid tak menyimpan dendam atas peristiwa masa lalu. Ayah dan dua kakak perempuannya dibunuh saat konflik terjadi. Ketika konflik mulai memanas di Bacan, ayah dan keluarganya memilih tidak mengungsi, karena merasa sudah sehati dan sejiwa dengan daerah itu. Ayahnya sudah diperingatkan oleh para tetangga, akan terjadi serangan ke rumahnya. Sang ayah bersikukuh tidak mengungsi, namun menyuruh keluarga yang lain untuk segera pergi dari rumah. Hingga kemudian, ayah dan kakaknya terbunuh. Saat kejadian itu, Rudi Fofid sedang berada di kota Tual, Provinsi Maluku. Rudi tak menyimpan dendam atas peristiwa masa lalu itu. Bahkan tidak menangis berbulanbulan. Ia hanya merasa tak ada kesempatan berkumpul lagi. Ia memahami bahwa dalam konflik, pelaku pembunuhan juga didesain untuk menjadi pembunuh. Dalam hal itu, menurut Rudi, mereka, para pelaku pembunuhan adalah juga korban.
Abdul Rasyid Wahab Pesan Kebinekaan dari Tanah Sikka, Maumere Alka, David Krisna
MAARIF Vol 13 No 2 (2018): Politisasi Agama di Ruang Publik: Ideologis atau Politis ?
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.759 KB) | DOI: 10.47651/mrf.v13i2.24

Abstract

Abdul Rasyid Wahab. Masyarakat Muslim Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, akrab menyapanya Abah Rasyid. Leluhur Abah Rasyid adalah keturunan Gowa. Penduduk Sikka menyebut orang dari Gowa berarti orang Islam. Terbukti, dalam syair-syair daerah Sikka, sering disebut bahwa orang-orang Gowa adalah orang Islam. Beliau adalah tokoh Muhammadiyah yang berperan penting dalam memimpin tim relawan kemanusiaan beraksi saat letusan Gunung Rokatenda tahun 2013. Beliau juga adalah tokoh lokal yang merawat kebersamaan dalam kebinekaan lewat kegiatan-kegiatan di FKUB bersama tokoh non-muslim di Maumere.
Alam Digital Muhammadiyah Dakwah Islam Washatiyah Berkemajuan Alka, David Krisna
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.967 KB) | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.64

Abstract

Belum ada kajian serius tentang gerakan digital Muhammadiyah. Tulisan ini bisa menjadi pembuka untuk mengkaji alam digital dakwah Muhammadiyah dalam konteks keindonesiaan dan kebangsaan. Beberapa pertanyaan dan kegelisahan muncul. Gerakan dakwah digital seperti apa yang akan dipersembahkan Muhammadiyah untuk bangsa ini. Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan organisasi keagamaan yang modern, tetapi perangkat gerakan dakwahnya sudah modern atau belum, masih bimbang. Selain itu, alam digital dekat dengan alam pikir generasi baru Muhammadiyah. Menjadi tantangan generasi muda Muhammadiyah dan influencer-nya untuk memelihara dan menyebarkan prinsip Islam Wasathiyah. Generasi muda Muhammadiyah bergerak di bawah tenda besar Islam Wasathiyah dan gerakannya dibingkai dengan gerakan dakwah yang kekinian, kreatif dan inovatif. Dakwah digital Islam Wasathiyat perlu diperkuat di seluruh lini, dari pusat sampai cabang dan ranting.
Pada Mulanya Ayah, Lalu Buya, Kemudian Iqbal, Akhirnya W.s. Rendra Alka, David Krisna
MAARIF Vol 18 No 2 (2023): Jalan Kebudayaan Ahmad Syafii Maarif: Dakwah Kultural, Puisi Kebangsaan dan Insp
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v18i2.230

Abstract

In particular, there has been no particular study that thoroughly explores the traces of Ahmad Syafii Maarif’s (Buya Syafii) thought in the cultural realm. As the title of this journal suggests, it seems like an attempt to look at Buya Syafii’s cultural road map. However, in fact, all of Buya’s thoughts and ways of life were culture itself, humans and humanity in their manners and civilisation. This paper presents the author’s intention to trace the path of Buya’s association with culturalists, his views and admiration for their works, thoughts and cultural movements. It starts with Buya’s association with Pakistani poets, Muhammad Iqbal, and Rendra.