Yusdja, Yusmichad
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Jl. Jend Ahmad Yani No.70 Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skala Usaha Koperasi Susu dan Implikasinya Bagi Pengembangan Usaha Sapi Rakyat Yusdja, Yusmichad; Sayuti, Rosmijati
Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v20n1.2002.48-63

Abstract

EnglishProduction of fresh milk in Indonesia has not increased markedly over the past ten years and the current level of production is insufficient to satisfy the fast growing demand for this commodity. Around 90 percent of Indonesian fresh milk production comes from dairy co-operatives so understanding the dairy industry economic of scale is important in determining the efficient of fresh milk production. This paper is an attempt to investigate the economic scale of dairy co-operative in Indonesia. The study was conducted in East Java and West Java which are Indonesia's largest milk producing areas. The Cobb Douglas Profit Function was used in this analysis. The finding shows that the economic cooperative scale was not eficientIndonesianProduksi susu segar di Indonesia dalam 10 tahun terakhir tidak memperlihatkan peningkatan yang nyata sementara tingkat produksi susu yang ada sekarang masih jauh dibawah tingkat kebutuhan. Sekitar 90 persen dari produksi segar dihasilkan oleh koperasi susu di Indonesia, karena itu adalah sangat penting mendalami ekonomi skala koperasi susu ini. Makalah ini bertujuan menyampaikan hasil penelitian tentang ekonomi skala usaha koperasi susu di Indonesia. Studi dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Barat yang merupakan dua propinsi penghasil susu segar di Indonesia. Analisis ekonomi skala usaha menggunakan model statistik Fungsi Keuntungan Cobb Douglas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perusahaan koperasi tidak efisien.
Penggunaan Bilangan Nol dalam Algorithma Matrik Linear Programming Yusdja, Yusmichad
Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v19n1.2001.107-129

Abstract

EnglishHistorically, the general problem of linear programming was first developed and applied in 1947 by George B. Dantzig. Programming problems are concerned with the efficient use or allocation of limited resources to meet desired objectives. The linear programming model is simple in its mathematical structure along with the algorithm of linear algebra matrix, a systematic procedure for solving the problem. The application of linear algebra matrix is quite broad. However this algorithm is not without limitation of its own. The algorithm always assume the variables to be continuos; therefore, it is seriously limited. The complication fortunately is well taken care by an integer algorithm which yields only integer solution value. The main objective of this paper is to show the difference solution of linear programming between these algorithm.IndonesianLP atau linear-programming diperkenalkan oleh George B. Dantzig tahun 1947. LP merupakan alat analisis problem optimasi dari suatu fungsi linier dengan nilai variabel yang non negatif dan dibatasi oleh pembatas yang berbentuk suatu sistem persamaan linier juga. Model ini digunakan secara luas, karena kesederhanaan bentuk matematika dan metode penyelesaiannya. Algorithma yang digunakan dalam penyelesaian LP adalah MAL (Matrik Aljabar Linier), yang mempunyai keterbatasan yakni hanya dapat bekerja dalam sistem kontinu. Keterbatasan ini sangat serius. Pertanyaannya adalah apakah penyelesaian LP mendapat dukungan yang canggih dari algorithma MAL?. Oleh karena itu, perlu dikaji bagaimana penyelesaian LP, dengan asumsi diskontinu sebagai pembanding. Makalah ini menfokuskan diskusi pada keterbatasan atau asumsi yang digunakan oleh MAL dalam memecahkan solusi optimum LP, terutama asumsi kontinuitas tersebut. Tujuan utama dari makalah ini adalah memperlihatkan perbedaan penyelesaian optimum LP, antara algorithma kontinu dan diskontinu.