Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Budidaya Stroberi Berbasis Barcode Yang Memuat Link Tutorial Budidaya Guna Meningkatkan Pariwisata Desa Wicaksono, Helmi; Anggraeni, Lutfi; Rahadi, Rudyansah Galang; Agassi, Dicky Dryan; Umarella, Rizkiati Silvany; Akbar, Mohamad Yandi; Jumadi, Jiescodala; Martha Sari, Winda; Anissulalah, Dewi; Safrina, Lucky Dea; Permana, Arul Dicky
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i2.6545

Abstract

Stroberi (Strawberry sp.) merupakan salah satu komoditas unggulan dari Kelompok Tani Desa Tamankuncaran. Dengan produktivitas dan mutu stroberi yang baik dari Kelompok Tani Desa Tamankuncaran, maka hal tersebut menjadi potensi dalam meningkatkan Pariwisata dan perekonomian Desa. Produktivitas stroberi yang baik dapat dihasilkan dengan memperhatikan cara penanaman dan perawatan stroberi yang baik. Pemanfaatan teknlogi barcode adalah salah satu penunjang untuk mempermudah penyampaian informasi kepada seluruh warga desa yang ada tanpa mencetak banyak kertas. Pemanfaatan barcode ini juga akan menuntut masyarakat desa untuk membuka mata akan berkembangnya teknologi. Penggunaan barcode ini juga sangat mudah dan murah tidak menghabiskan banyak biaya hanya memerlukan perangkat android yang mayoritas setiap warga desa memiliki perangkat tersebut. Sosialisasi tentang barcode ini akan menunjang proses pengenalan barcode kepada masyarakat desa yang mayoritas masih belum mengerti. Penggunaan barcode ini juga akan menunjang hal lain diluar program kerja ini setelah warga mengetahui proses penggunaan barcode ini warga akan dengan mudah memanfaatkan barcode ini untuk menyimpan banyak informasi yang bermanfaat
Exploring Opportunities for Integrating Building Information Modeling with Circular Economy Principles in Construction: A Survey using Relative Importance Index Jumadi, Jiescodala; Negara, Kartika Puspa; Wijatmiko, Indradi
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 2 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.02.13

Abstract

The construction sector in Indonesia—especially in East Java—is expanding rapidly, yet this growth has intensified concerns about resource use, construction waste, and environmental impacts. In this context, adopting Circular Economy (CE) strategies, particularly the 3R principles (reduce–reuse–recycle), has become increasingly urgent. However, practitioners still lack clear, empirically grounded guidance on which Building Information Modeling (BIM)-enabled CE integration opportunities to prioritize for practical implementation in real project environments. To address this gap, this study conducted a purposive-sampling questionnaire survey of BIM-experienced professionals from construction companies with project experience in East Java and prioritized integration opportunities using the Relative Importance Index (RII), preceded by instrument validity and reliability testing. The results indicate that the instrument is statistically robust: all items are valid and demonstrate strong item–total relationships, with excellent internal consistency across the scale. The prioritization shows consistently high agreement across all proposed opportunities. Integrating BIM with green building certifications and standards emerges as the top priority, followed by BIM-based web tools that function as material and component banks to support traceability and circular use. Digital Twin integration and BIM-based decision-support systems form the next priority tier. At the same time, Visual Programming Language (VPL) automation and BIM–Life Cycle Assessment (LCA) implementation remain well perceived but are considered comparatively less urgent. Overall, this research provides a context-specific, evidence-based priority order of BIM–CE integration opportunities for East Java, offering actionable guidance for practitioners and supporting future BIM–CE implementation research in Indonesia.