Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuransi Syariah Halimatuzzahro, Halimatuzzahro
Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 2 (2011): Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam
Publisher : Sharia and Law Faculty of Sunan Kalijaga Islamic State University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/1azvtr88

Abstract

Fenomena Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia telah mengantarkan umat Islam Indonesia terhadap pemahaman adanya kelembagaan ekonomi dalam Islam. Sebelum dikenal Lembaga Keuangan Syariah secara kelembagaan, pengetahuan tentang masalah ini masih berbentuk kajian teoritis tentang kemungkinan implementasi ekonomi Islam dalam wujud lembaga keuangan. Walupun realitanya kita dituntut melalui jalan proses islamisasi dari berbagai lembaga keuangan modern yang notabene-nya merupakan hasil temuan dari kaum kapitalis yang merupakan acuan dalam perekonomian global. Namun, proses islamisasi tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan system ekonomi Islam. Dalam beberapa hal munculnya lembaga keuangan syariah di Indonesia mempunyai arti yang penting bagi perkembangan ekonomi Islam di masa mendatang. Munculnya lembaga keuangan syariah di Indonesia saat ini merupakan fase booming-nya ekonomi Islam secara kelembagaan. Banyak sekali lembaga keuangan syariah yang mengusung nama syariah bermunculan seperti jamur di musim hujan. Bahkan, ada asumsi kalau tidak ikut mendirikan lembaga keuangan syariah atau paling tidak dengan cara membuka unit usaha syariah dianggap tidak mengikuti trend masa ini dan nantinya akan ditinggal oleh umat Islam serta belum diakui keislamannya dalam berekonomi. Salah satu hasil dari trend itu muncullah asuransi syariah (takaful) di tengah konstelasi dan perdebatan tentang keharaman asuransi yang berbasis konvensional. Kemunculan asuransi syariah bukan tanpa alasan, akan tetapi asuransi syariah merupakan instrument penting dalam ekonomi Islam dalam upaya melindungi masyarakat dan menggunakan prinsip-prinsip syariah. Artikel ini akan mencoba menjelaskan seputar tentang asuransi syariah.
THE GENEALOGY OF SANTREN AS IDEOLOGICAL BASIS OF RESISTENCE MOVEMENT OF SASAK SOCIETY AGAINST COLONIALISM IN LOMBOK Rahim, Abdul; Zaynassyakur, Muhammad Yazid; Halimatuzzahro, Halimatuzzahro
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2025.13.02.311-340

Abstract

Santren is the name of a place that has been used as a center for religious teaching in Sasak society for a long time. This article critiques the contemporary lack of attention toward Santren as the earliest institution for Islamic education among the Sasak people. Furthermore, it explores the genealogy of Santren as a space for mental and spiritual cultivation since Islam became the official religion of the Selaparang kingdom.. Based on the theoretical basis of genealogy from Michel Foucault, this research was conducted by exploring historical data, criticizing phenomena and reality, with a new ethnographic approach in the form of self-reflexifity and truthfulness. The results of the author's findings revealed that the genealogy of Santren as a place of religious teaching was practiced from the early Islamic era in the Kingdom of Selaparang that receive Islam as the religion of Sasak community. Then, when the troops of Karangasem Kingdom, Bali reached the Kingdom of Selaparang, Santren turned in the basis of resistence, and also against Dutch, and Japan in colonialism era which centered in guru ngaji (qur’anic teachers) as the actor. Then, after the Independence of Indonesia, form of resistence transform against ignorance, backwardness, and poverty.