Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Hukum Terkait Transplantasi Organ Tubuh Mayat Tanpa Identitas Poetra, Jufri Febriyanto
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek hukum pidana terhadap pengaturan transplantasi organ tubuh mayat tanpa identitas beserta pemanfaatannya dan tindakan komersialisasi dalam penyelenggaraannya di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif atau penelitian hukum kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder terkait kaidah-kaidah (norma-norma) hukum dalam hukum positif.Hasil penelitian ini menjelasakan bahwa Indoenesia sudah memiliki beberapa regulasi hukum yang mengatur tentang transplantasi organ tubuh pada mayat baik peraturan setingkat Undang-Undang sampai dengan peraturan pelaksananya dalam hal ini Peraturan Menteri Kesehatan. Namun, regulasi hukum yang ada dianggap masih kurang jelas dan spesifik mengatur terkait pemanfaatan organ tubuh mayat tanpa identitas untuk tujuan transplantasi terutama menyangkut rentang waktu pencarian identitas, penyelesaian sengketa, sampai pada ketentuan pidana terkait pemanfaatan serta komersialisasi organ tubuh mayat tanpa identitas. Pengaturan terkait penyelenggaraan transplantasi organ tubuh bersumber mayat tanpa identitas belum mencerminkan dan mengakomodir perlindungan serta penghormatan terhadap hak-hak fundamental mayat.
Using Electrocardiographic Findings Utilized International Standards in Athletes from Gorontalo Province Nooradliah, Livia; Jusuf, Muhammad Isman; Pateda, Sri Manovita; Poetra, Jufri Febriyanto; Refiater, Ucok Hasian; Siregar, Muchtar Nora Ismail
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 4, No 1 (2025): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v4i1.30190

Abstract

Introduction: The rate of sudden cardiac death among athletes is notably high due to cardiovascular disorders. However, there is a significant gap in fundamental electrocardiographic (ECG) data within the athlete population, particularly in Gorontalo Province. This study aims to describe the electrocardiography findings using international standards for athletes in Gorontalo Province, aiming to prevent the risk of sudden death through proactive early detection via ECG.Methods: Utilizing a cross-sectional descriptive design, we employed total sampling techniques with a population of 80 active athletes. Data was collected through direct examinations using a high-quality, internationally standardized ECG device, followed by thorough descriptive analysis.Results: The results indicate that 90% of the athletes displayed normal ECGs, while 6.3% were classified as abnormal and 3.7% as borderline. Among the various athletic disciplines, endurance athletes showed a notable 9.4% rate of abnormalities, whereas athletes engaged in strength and mind sports consistently exhibited normal ECG results. Moreover, athletes in the productive age group (19–39 years) demonstrated a higher incidence of abnormalities than their counterparts in other age groups.Conclusion: This study emphasizes the importance of early electrocardiographic screening in athletes to identify potential cardiovascular risks and prevent sudden cardiac death. The findings reveal that most athletes in Gorontalo Province exhibit normal ECG results, followed by abnormal (6.3%) and borderline (3.7%) patterns, which undoubtedly require further investigation. These findings highlight the importance of regular ECG screening for active athletes to detect potential cardiovascular abnormalities early and prevent sudden cardiac events.Keywords: Athlete, cross-sectional studies, electrocardiography, international criteria, sudden cardiac death
KORELASI PERAN VARIABILITAS TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEKUATAN MENGGENGGAM PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Tome, Chairul Abdul Jamal Ghazali; Poetra, Jufri Febriyanto; Pateda, Sri Manovita; Paramata, Nanang Roswita; Antu, Yuniarty
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36157

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama mortalitas global, sehingga diperlukan indikator fungsional yang sensitif untuk deteksi dini risiko. Kekuatan menggenggam (handgrip strength/HGS) telah diakui sebagai biomarker kesehatan kardiovaskular, namun peran variabilitas tekanan darah (blood pressure variability/BPV) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap HGS pada dewasa muda masih belum jelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan regresi kuantil untuk mengungkap efek dan interaksi SBPV–IMT pada berbagai tingkat distribusi HGS yang tidak terdeteksi melalui regresi linear konvensional. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 132 mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 53,8% responden berada pada kategori pre-hipertensi dengan rata-rata SBPV 4,65%, dan 48,5% memiliki status gizi berlebih. Ratarata HGS tercatat 29,04 kg. Analisis bivariat menunjukkan korelasi negatif signifikan antara SBPV dan HGS (r = –0,209; p = 0,016) serta korelasi positif antara IMT dan HGS (r = 0,280; p = 0,001). Regresi kuantil mengungkap interaksi negatif signifikan IMT–SBPV hanya pada kuantil HGS terendah (τ = 0,25; p = 0,050). Temuan ini menunjukkan bahwa instabilitas hemodinamik melemahkan kekuatan otot pada individu dengan kapasitas otot rendah.
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN DAN KAPASITAS VO2 MAX PADA INDIVIDU AKTIF BERLATIH DI KOMUNITAS LARI BINJAS KODIM 1304 KOTA GORONTALO Saputra, Wahyu; Pateda, Sri Manovita; Poetra, Jufri Febriyanto; Antu, Yuniarti; Ismail Siregar, Muchtar Nora
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36129

Abstract

VO2 Max merupakan indikator utama kebugaran kardiorespirasi yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan oksigen secara maksimal selama aktivitas fisik intens. Kapasitas ini berkaitan erat dengan peran hemoglobin sebagai komponen pengangkut oksigen dalam darah, sehingga kadar hemoglobin diduga berpengaruh terhadap kemampuan aerobik. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengkaji hubungan kadar hemoglobin dan VO2 Max pada komunitas lari non-atlet dengan latihan terstruktur sebagai persiapan seleksi kedinasan, yaitu kelompok transisi yang masih terbatas dikaji dibandingkan atlet profesional maupun populasi umum. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 anggota komunitas lari Binjas Kodim 1304 Kota Gorontalo yang dipilih melalui metode total sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter, sedangkan VO2 Max dinilai melalui Multistage Fitness Test (Beep Test). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,8% responden memiliki kadar hemoglobin normal dan 62,5% memiliki VO2 Max dengan kategori baik. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan kapasitas VO2 Max (p value = 0,018). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin yang normal berhubungan signifikan dengan kapasitas VO2 Max yang lebih baik, yang menegaskan peran penting hemoglobin dalam mendukung efisiensi transport oksigen dan kebugaran aerobik pada individu aktif berlatih non-atlet.